Peningkatan Pengguna Internet Harus Diiringi dengan Etika Penggunanya

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Fakta di era digital saat ini, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 202,6 juta. Dengan kebutuhan internet yang semakin penting bagi kehidupan sehari-hari pemerintah pun terus memperbaiki infrastruktur jaringan komunikasi hingga pelosok daerah, agar semua lapisan masyrakat dapat terhubung dengan internet. Lalu bagaimana masyarakat memanfaatkan internet saat ini?

“Rata-rata orang Indonesia memakai internet sekitar 8 jam per hari. Berarti sepertiga hari telah dihabiskan untuk internet dan menariknya lagi kita itu bermedia sosial 3 jam. Apalagi teman-teman yang bekerja kreatif, jualan online, entah influencer, content creator pastinya lebih intens,” kata Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I, Selasa (28/9/2021).

Hal tersebut menurutnya merupakan fakta semuanya telah menjadi digital. Terbukti bahwa selama pandemi transformasi kita berinteraksi dan bertransaksi di dunia digital sangatlah cepat. Bila dulu bekerja, berbisnis, belajar, dilakukan secara tradisional dengan pertemuan langsung, kini sekarang semuanya bisa terhubung lewat jaringan internet.

Namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum memaksimalkan internet hari ini. Justru survei dari Microsoft menyebut netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Mirisnya lagi Indonesia menempati ranking ke-4 terbawah sedunia, sehingga bisa dibayangkan bagaimana nenek moyang dulu membangun Tanah Air dengan tumpah darah, dikenal masyarakatnya berbudaya. Namun setelah adanya teknologi, etika dan budaya tersebut justru hilang.

“Tidak ada yang salah dengan teknologi, namun penggunanya lah yang harus belajar menerapkan etika di ruang digital seperti di kehidupan nyata. Karena tidak jauh bedanya,” katanya lagi.

Syarief mengatakan, memiliki etika dan membangun kualitas diri yang unggul pun kini bukan datang dari kemampuan dan kecerdasan diri sendiri, sebab di era digital sekarang ini diperlukan kolaborasi atau dengan tim kerja. Penerapan kolaborasi digital ini menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki setiap orang di masa kini. Terutama di masa pandemi Covid-19, penerapan kolaborasi digital sangat dibutuhkan untuk kegiatan bisnis dan mendukung aktivitas masyarakat.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula narasumber lainnya yaitu Meiskasa, Recruitment Officer Permata Bank, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, dan Benny Daniawan, Dosen Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 10 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *