Pentingnya Menggunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar di Era Digital

  • Whatsapp


JAKARTA – Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar telah diamanahkan oleh UU Nomor 24 Tahun 2009 (2011) tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Menurut pegiat blogger asal Lombok, Nusa Tenggara Barat – Muslifa Aseani, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di dunia digital juga menjadi hal yang penting.

Mengutip Tribana (2021), founder Selong Blogger ini yang mengatakan bahasa yang baik dan benar adalah penggunaan bahasa yang sesuai dengan konteks pemakaian bahasa seperti tempat, suasana, waktu, siapa dan kepada siapa berkomunikasi.

Umumnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar diterapkan pada nama bangunan, gedung, perkantoran, DLL sesuai pasal 36 UU Nomor 24 Tahun 2009 (2011).

“Jadi kalau di kota Selong (NTB) seperti layanan publik seperti Puskesmas dan kantor Bupati,” kata Muslifa saat berbicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Lalu bagaimana dengan berbahasa Indonesia yang baik dan benar di dunia digital? Muslifa mengatakan dirinya selalu berusaha menggunakan bahasa yang baik dan benar di media sosial, termasuk saat membuat keterangan takarir di Instagram.

Meski begitu ia mengaku cukup kesulitan karena media sosial seperti Instagram dipenuhi oleh anak muda, yang umumnya tidak memahami bahasa Indonesia formal. “Ini memang menjadi sebuah tantangan karena akan lebih sulit dipahami orang muda dan harus menjadi fakir like (tanda suka),” tambahnya.

Berbicara dalam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin (5/7/2021), Muslifa juga memberikan beberapa manfaat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan Benar di media sosial.

Salah satunya, kata Muslifa, dapat membuat penuturnya berkesempatan menjadi pemimpin, influencer hingga narasumber dalam beberapa kegiatan formal. “Terbiasa berbahasa yang baik dan benar akan membuat kita mudah menjadi sosok yang saya terangkan tadi.”

Selain Muslifa, hadir juga deretan pembicara lainnya yaitu Head of Technology Viding.co, Royyan Nobeel; Abang Suluh Husodo; dan Chika Maiola serta Dosen IAIH Indra Gunawan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro IAIH sekaligus dosen Indra Gunawan, memberikan paparan mengenai bahaya pornografi pada perkembangan otak anak.

Kata Indra, konten pornografi terbagi dalam dua jenis yaitu pornografi ringan dan pornografi berat.
Pornografi ringan umumnya merujuk kepada bahan-bahan yang menampilkan ketelanjangan, adegan yang secara sugestif seksual atau menirukan adegan seksual.

“Sementara pornografi berat mengandung gambar-gambar alat kelamin dalam keadaan terangsang dan kegiatan seksual termasuk penetrasi,” papar Indra Gunawan.

Ia menuturkan beberapa dampak pornografi pada otak anak adalah otak depan yang akan mengecil dan menciut, berperilaku kasar, fungsi otak menurun dan adanya perubahan emosi.

“Padahal otak depan berfungsi untuk berpikir kritis, membedakan mana yang baik dan ruska kalau otak depan kita sudah rusak, sulit untuk dikendalikan,” tambahnya.

Sementara ciri-ciri anak kecanduang pornografi adalah gugup jika diajak komunikasi dan mengindari kontak mata, malas dalam belajar dan bergaul, prestasi menurun dan tidak bergairah dalam beraktivitas, selalu memegang gawai dan marah jika dibatasi, menarik diri dan lebih senang menyendiri.

Pada perilaku, anak yang kecanduan pornografi rentan melakukan aktivitas seksual, sulit konsentrasi, kecenderungan melakukan pelecehan seksual, meningkatkan jumlah kehamilan dini dan terjadinya penyimpangan seksual.

Untuk itu, Indra sangat mengimbau pentingnya orangtua untuk memberikan pendidikan agama untuk menguatkan iman dan takwa anak. “Apalagi agama memiliki peranan penting dalam tindakan manusia.”
Orangtua juga perlu menjelaskan dampak buruk pornografi, membatasi penggunaan gawai, melakukan komunikasi hangat antara orangtua dan anak, mendorong anak untuk mengikuti kegiatan positif, memilah dan memilih pergaulan sehat, sosialisasi dan edukasi bahaya porno dan menekadkan diri untung mengatakan tidak pada pornografi.

 19 kali dilihat,  19 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *