Peran Komunitas Akademik dalam Pendidikan di Era Digital 

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Fenomena kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dalam era revolusi digital membawa perubahan pada masyarakat termasuk dalam budaya dan pendidikan. Di samping itu semakin tegas pula fenomena abad kreatif yang menempatkan informasi, pengetahuan, kreativitas, inovasi, dan jejaring sebagai sumber daya strategis bagi individu, masyarakat, koorporasi, dan negara.

“Jenis pekerjaan berubah, ada kompetensi baru, peningkatan daya saing SDM, generasi milenial dan generasi Z mengalami mengalami digitalisasi dalam sistem pembelajaran yang semua itu menjadi tantangan pendidikan di masa depan,” kata Sophie Beatrix seorang Psikolog Praktisi saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Jum’at (1/10/2021).

Dengan perkembangan ke arah digitalisasi semua orang harus memiliki keterampilan abad 21, yakni bisa memecahkan masalah, memiliki kreativitas, berpikir analitis, berkolaborasi, berkomunikasi, dan memiliki etika serta akuntabilitas. Keterampilan abad 21 yang dibutuhkan generasi mendatang juga yaitu kualitas karakter bagaimana anak-anak generasi sekarang harus bisa beradaptasi pada lingkungan yang dinamis. Serta memiliki literasi digital dasar dan kompetensi untuk memecahkan masalah kompleks dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi.

Sehingga tantangan para pendidik di era dihital masa kini adalah untuk bisa mempersiapkan generasi sekarang dengan kompetensi dan keterampilan abad 21 tersebut. Caranya yakni dengan menyelaraskan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai budi pekerti. Berikut juga memperkuat karakter budaya bangsa dengan menguatkan nilai-nilai kebangsaan, sert meningkatkan kesadaran mental bagi para individu dalam menggunakan kecakapan digital berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Indra Brasco, seorang Dadpreneur, Danan DNA, seorang Creativepreneur, dan Mona Ratuliu, Founder ParenThink.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 3 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *