Nasional

Peringati Hari Penyandang Disabilitas Sedunia – SLC Gelar Kampanye “Jakarta Inclusive”

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Dalam rangka memperingati Hari Penyandang Disabilitas Sedunia, Saraswati Learning Center (SLC), sebuah organisasi nirlaba untuk semua individu differently abled/difable, menggelar kampanye  “Jakarta Inclusive” sebuah kampanye yang diprakarsai oleh Reshma Wijaya Bhojwani, pendiri SLC. Peringatan  “Hari Penyandang Disabilitas Sedunia”  tersebut dilakukan secara simbolis melalui warna-warni yang menerangi  Monas , Minggu (2/12/2018 ).

“Jakarta inklusif” adalah kampanye untuk menciptakan kepedulian dan penerimaan terhadap individu dengan kemampuan yang berbeda pada komunitas Jakarta. Mengapa membuat Monas berwarna-warni? Monas sebagai Monumen Nasional Indonesia didirikan untuk melambangkan perjuangan Jakarta untuk mendapatkan kebebasan.

SLC telah mengambil langkah berani dengan mengingatkan warga Jakarta untuk bergandengan tangan dan membawa perubahan bagi seluruh individu difable sehingga mereka dapat diikutsertakan dalam masyarakat dan membuat ‘Jakarta Inclusive’. Lampu berwarna-warni melambangkan bahwa apapun perbedaannya – ras, budaya, agama, latar belakang keuangan, keterbatasan penglihatan, keterbatasan pendengaran, keterbatasan fisik, autisme, Down Syndrome, ADHD, dan banyak lainnya – kita semua adalah SATU, manusia.

Reshma W. Bhojwani, pendiri SLC yang juga seorang ibu dari seorang anak dengan Down Syndrome, memiliki visi yang kuat untuk memberdayakan dan memperkaya individu dengan kemampuan yang berbeda melalui berbagai program inklusif di Saraswati Learning Center.

Menurut Reshma W. Bhojwani, kita tidak hanya harus memberdayakan para remaja dengan kemampuan yang berbeda, kita juga perlu menciptakan komunitas yang peduli di mana orang-orang mengetahui kemampuan dari para individu difable.

“Hanya ketika masyarakat mengetahui, maka pola pikir akan dapat berubah, lebih banyak penerimaan akan terjadi dan pada akhirnya “Jakarta Inclusive” akan dapat tercipta untuk semua individu difable” ujar Reshma , saat  memberikan pidatonya, di Jakarta, Minggu (2/12/2018).

“Inklusi dimulai dengan saya dan Anda yang hadir di sini berarti Anda adalah bagian dari perubahan!,” tegasnya, dihadapan para peserta perayaan  “Hari Penyandang Disabilitas Sedunia”  tersebut.

Menurutnya, orang biasa bereaksi secara spontan karena rasa ingin tahu! Namun, jika mereka diberikan informasi mengenai kemampuan individu difable dan bagaimana cara pendekatan terhadap mereka, maka penerimaan akan terjadi dan Jakarta inklusif dapat tercipta.

Selain acara peringatan tersebut, SLC juga mengadakan talkshow tentang ‘Cara Meningkatkan Konektivitas’ sebagai bagian dari peningkatan rasa kepedulian pada masyarakat Jakarta. Peringatan “Hari Penyandang Disabilitas Sedunia”  juga dilakukan di acara Car Free Day pada tanggal 9 Desember, dengan mengadakan Awareness Walk untuk menggalang dana melalui penjualan tiket, yang hasilnya digunakan untuk membangun Saraswati Inclusive Cafe di mana individu difable dapat bekerja, menjadi bagian dari masyarakat dan mendapatkan penghasilan.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas