Perlunya Etika saat Berinternet, Ada Rekam Jejak Digital di Setiap Aktivitas Kita

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,Pengguna internet di Indonesia mengalami penetrasi sebesar 15,5% atau bertambah 27 juta pengguna dibandingkan Januari 2020.

Sekarang sebanyak 202,6 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet.

Berinteraksi digital akhirnya sudah menjadi keseharian dan setiap orang sudah harus memahami, etika nilai-nilainya.

“Apalagi saat berkolaborasi secara digital,” ujar Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I, pada Rabu (29/9/2021).

“Perlu adanya kemampuan berinteraksi sesuai etika yang merupakan human skills dalam berkomunikasi,” masih kata .Dee Rahma

Perkembangan interaksi di ruang digital pun membuat setiap individu harus menerapkan etika dan norma sebagaimana di kehidupan nyata.

Apalagi setiap aktivitas di internet akan ada rekam jejak digitalnya berupa obrolan chat di What’sApp dan unggahan di media sosial. Maka berinteraksi digital tentu ada tanggung jawabnya.

Hal inilah yang mesti disadari orang Indonesia dengan kondisi bisa disebut sudah melek digital dengan 202,6 juta pengguna internet.

Dari survei Digital Civility Index (DCI) 2020 oleh Microsoft yang dirilis Februari 2021 mengungkap netizen Indonesia sebagai yang paling tidak sopan se-Asia Pasifik.

Berdasarkan survei tersebut nilai buruk disebabkan dari maraknya berita bohong dan penipuan, ujaran kebencian, dan diskriminasi.

Lebih lanjut dia mengatakan ada alasan mengapa hoaks atau berita bohong berkembang di Indonesia.

Yaitu karena banyaknya pengguna anonim, literasi digital masyarakat rendah dan mudah tersulut emosi, serta kurangnya berpikir kritis.

Sebab itu sebelum interaksi, pahami dulu etika agar para penggunanya bisa menciptakan ruang digital yang sehat dan produktif.

Webinar Literasi Digital di Kota Depok, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Hadir pula nara sumber seperti Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneur Society, Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning, dan Idayanti Sudiro, Certified Life and Wellness Coach.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 88 kali dilihat,  88 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *