Personal Branding di Era Internet Membuka Peluang Karier dan Bisnis

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – We Are Social dan Hootsuit sebuah sosial media untuk menejemen platform dari 274,9 juta jiwa penduduk, pemilik koneksi mobile Indonesia sudah melebihi jumlah penduduknya 345,3 juta. Adapun pengguna internet aktifnya saat ini 202,6 juta dan sebanyak 170 juta memakai media sosial.

Setiap orang harus bisa memanfaatkan teknologi dan kemampuan individu secara positif di era yang serba menggunakan internet. Kemampuan literasi digital dalam mengakses, memahami, membuat, mengkomunikasikan, dan memgevaluasi informasi melalui teknologi digital pun menjadi akan sangat berdaya bila diterapkan.

Membangun personal branding di era digital sangat penting, terlebih saat ini human resources melakukan screening digital saat akan mencari pekerja. Platform digital seperti Facebook, Instagram, YouTube, Linkedin bisa digunakan untuk personal branding.

“Tips personal branding, hindari SARA dan isu politik, ujaran kebencian, hoaks, dan bagaimana memanfaatkan sosial media dengan positif. Hal ini harus hati-hati karena jejak digital bisa menjadi pertimbangan HRD untuk merekrut,” ujar Vincent S. Leewellyn, Chief Operating The Coffee Academics Indonesia saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021).

Terlebih platform Linkedin, tak hanya untuk personal branding tapi juga mencari peluang pekerjaan. Kalau sebelumnya untuk mencari pekerjaan orang hanya menerima lowongan pekerjaan melalui email dari jobstreet dan bentuk sejenis untuk situs pencarian kerja, maka Linkedin bisa dibangun untuk branding sekaligus mencari kesempatan baru dan berteman dengan profesional lainnya.

Selain Linkedin, personal branding dari platform lainnya juga dapat dilakukan misalnya lewat Instagram yang kini bisa dimaksimalkan dan digunakan para content creator, influencer, blogger. Beberapa dari mereka fokus pada bidang tertentu misalnya food & beverage, beauty, yang secara konsisten melakukan branding dengan membuat konten yang konsisten.

Saat memiliki bisnis berupa restoran atau toko, jangan lupa untuk memanfaatkan Google Bisnis. Daftarkan terlebih dahulu, agar kalau ada customer yang ingin mencari lokasi jadi mudah. Gunakan juga platform seperti Gojek dan Grab untuk pengiriman, sementara untuk produk yang bisa dikirim ke luar kota distribusikan melalui platform marketplace.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber lainnya seperti Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist, Dino Hamid, Founder FAMGOFEST & LATOMOCHI, dan Eko Ariesta, Founder Enterpro.id.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 7 kali dilihat,  7 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *