Perubahan Adaptasi Pelaku Industri Musik di Era Digitalisasi selama Pandemi Manfaatkan Teknologi dan Internet

  • Whatsapp


JAKARTA,– Dunia hiburan dan panggung adalah sektor yang sangat terpukul dengan kondisi pandemi.

Sejak corona masuk ke Indonesia, event musik Java Jazz 2020 merupakan festival musik terakhir yang diselenggarakan.

Kemudian satu per satu festival musik dibatalkan karena kasus Covid-19 meningkat dan semua acara apapun yang menimbulkan kerumunan harus ditiadakan.

“Berbagai kiat untuk bertahan hidup sudah mulai dilakukan teman-teman musisi di dalam keadaan yang tidak pasti ini,” ujar Nikita Dompas, seorang Producer & Music Director saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (27/7/2021).

Adaptasi dengan pemanfaatan digital skills merupakan cara bertahan di masa pandemi, akhirnya pertunjukan musik maupun konssr pun dilakukan secara virtual atau online dengan memanfaatkan teknologi dan internet.

Meski ada kekurangan, namun berbagai acara yang dilakukan secara online cukup membuat industri pertunjukan dan musik bisa bertahan.

Kekurangan dari penyelenggaraan event yang dilakukan secara virtual ini adalah denhan satu konsep yang sama pertunjukan hanya bisa dilakukan oleh talent yang sama sekali saja sebab pertunjukan bisa ditonton oleh seluruh dunia dalam satu waktu.

Berbeda dengan pertunjukan musik yang dulunya dilakukan langsung dengan audiens yang berbeda di tiap kota atau daerah.

“Itulah yang menyebabkan para musisi pendapatannya berkurang drastis, karena biasanya dalam seminggu ada 3-5 event. Sekarang dengan konsep virtual mungkin menjadi 1-2 kali sebulan,” kata Nikita.

Lebih jauh Nikita mengungkapkan karena semua acara panggung offline ditiadakan sementara, maka beralih online menjadi pilihan logis.

Berbagai macam bentuk event mulai dari musik hingga seminar pun berubah ke arah digital atau dilakukan secara virtual.

Setiap orang di industri kreatif harus berpikir untuk lebih kreatif lagi supaya memiliki ide-ide baru yang bisa ditawarkan ke orang lain baik itu penonton, agency ataupun brand.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Maria Ivana seorang Graphic Designer, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, dan Mardiana R.L, Vice Principal in Kinderhouse Pre-School.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

 87 kali dilihat,  87 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *