Potensi Milenial di Era Perubahan Digital

  • Whatsapp


JAKARTA,– Menurut data sensus penduduk, kalangan milenial di Indonesia ada sekitar 34% jumlahnya. Kaum milenial ini merupakan mereka yang terlahir di tahun antara tahun 1980 hingga 2000. Milenial dicirikan sebagai kaum yang kreatif dalam berpikir ide-ide baru, selalu aktif di media sosial, dan berani mengutarakan diri.

Tak hanya sebagai target market, para milenial ini bisa pun bisa memanfaatkan berbagai platform sosial media untuk menjadi lahan uang maupun pekerjaan baru di era digital.

“Untuk kaum profesional Linkedin itu wajib, update dan berikan foto profil yang bagus pakai jas. Kalau YouTube untuk mendapatkan subscriber cukup sulit, nah Instagram wajib apalagi kalau ingin mengenalkan produk. Tapi sekarang yang lagi jadi viral itu TikTok,” kata Daniel Hermansyah CEO Kopi Chuseyo saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Jum’at (25/6/2021).

Daniel mengungkapkan tanpa diduga TikTok ternyata bisa menghasilkan jumlah penonton lebih banyak dan TikTok bukan sekadar aplikasi joget saja tetapi bisa untuk branding sebuah bisnis. Buat video unik yang sekiranya akan viral, tak ada salahnya mencoba platform baru tersebut.

Untuk tujuan marketing, Daniel mengungkapkan sebuah bisnis harus mempelajari bagaimana brand bisa dikenal dulu oleh khalayak. Brand besar pastinya memiliki budget untuk beriklan, namun untuk bisnis skala pemuka tentunya saat ini sosial media menjadi sarana yang mudah dan murah.

Selain memunculkan brand awareness, hal lainnya memudahkan komunikasi dengan pelanggan dengan memudahkan komunikasi mereka saat ingin menghubungi dengan mencantumkan kontak di bio sekali klik atau cepat saat membalas DM di Instagram. Selanjutnya memudahkan pelanggan membeli produk, misalnya dengan sistem pembelian di marketplace. Lalu buat pelanggan menjadi loyal dan memberitahukan produknya kepada relasinya sehingga ada duplikasi pembelian terus-menerus.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Syarief Ramaputra Fact Checker Mafindo, Dini Hamid Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia dan Hellen Citra Dewi seorang Psikolog & Senior Trainer di SEJIWA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 24 kali dilihat,  24 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *