PRAISE Akan Sebar “100 Dropping Box” Bantu Atasi Sampah

  • Churry
  • 9 Agustus 2018
  • 0

PRAISE (Packaging and Recycling Association for Indonesia Sustainable Environment/Asosiasi Untuk Kemasan & Daur Ulang Bagi Lingkungan Indonesia yang Berkelanjutan) bermitra dengan Waste4Change menggelar program penempatan 100 unit Dropping Box di berbagai wilayah Jakarta sebagai solusi berupa sistem pengumpulan dan pemilahan sampah kemasan. Tujuan dari kegiatan ini selain memfasilitasi box sampah kemasan, juga untuk mengedukasi dan membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah demi mendukung usaha daur ulang sampah kemasan.

Persoalan pengelolaan sampah, terutama di kota-kota besar di Indonesia, masih menjadi tantangan besar. Seiring meningkatnya jumlah masyarakat urban, volume sampah juga terus meningkat setiap tahun. Saat ini, setiap orang di Indonesia rata-rata menghasilkan 0,7 kg sampah per hari. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat volume timbulan sampah di seluruh Indonesia tahun 2017 mencapai 65,8 juta ton. Sedangkan di Jakarta sendiri, tercatat bahwa volume sampah telah mencapai 6.500 -7.000 ton per hari, seiring dengan semakin meningkatnya populasi penduduk dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Sudah sepatutnya seluruh elemen masyarakat saling bekerjasama untuk menjadi bagian dari solusi atas masalah sampah tersebut. Salah satunya bisa dimulai dengan memilah sampah, baik sampah rumah tangga, gedung perkantoran, maupun kawasan komersial lainnya. Kami berkomitmen untuk terus mendorong hal tersebut. Kali ini, kami bermitra dengan Waste4Change berinisiatif menempatkan 100 unit Dropping Box untuk pengumpulan sampah kemasan, di berbagai wilayah Jakarta, seperti di pertokoan, fasilitas publik, perkantoran, hingga institusi pendidikan. Kami harap program ini bisa diikuti pihak lain untuk sama-sama berpartisipasi menangani masalah sampah demi mendukung usaha daur ulang sampah,” ungkap Sinta Kaniawati selaku perwakilan PRAISE dalam jumpa pers (8/8), di Jakarta.

Menurutnya, dalam menyikapi masalah sampah, mengubah persepsi dan kebiasaan masyarakat mengenai kesadaran memilah sampah adalah yang penting. Sayangnya, perilaku memilah sampah pada masyarakat Indonesia masih rendah, menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2014, tingkat perilaku memilah sampah di rumah tangga baru mencapai 18,84%. “Perlu disadari bersama bahwa kunci dari bernilai atau tidaknya sampah terletak pada pemilahan sampah yang tepat. Sayangnya, perilaku memilah sampah pada masyarakat Indonesia masih rendah. Karena itu, usaha untuk memperbaiki kondisi ini harus lebih digalakkan,” ujarnya.

Dijelaskan, PRAISE didirikan pertamakali pada tahun 2010 sebagai asosiasi independen peduli sampah yang digawangi oleh enam perusahaan pendiri. Di antaranya Coca-Cola, Indofood, Nestlé, Tetra Pak, Danone, dan Unilever Indonesia. Selama ini telah secara aktif memulai, mendukung, memfasilitasi dan berinvestasi dalam berbagai program dan inisiatif untuk pengelolaan sampah kemasan yang holistik di Indonesia. Khususnya dengan meminimalkan dampak sampah kemasan.

“PRAISE hadir sebagai bentuk kepedulian, komitmen dan tanggung jawab keenam perusahaan untuk turut memberikan solusi dan edukasi berkelanjutan bagi persoalan pengelolaan sampah di Indonesia,” ujarnya.

Berbeda dengan box sebelumnya, Dropping Box ini memiliki kelebihan yang terintegrasi dari sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah untuk daur ulang. Konsumen atau masyarakat dapat langsung memilah dan membuang kemasan bekas pakai mereka di Dropping Box sesuai pengelompokan yang sudah disediakan, yatu: Kertas (kemasan karton, kertas dan kardus) dan Non-kertas (botol plastik, kaleng minuman, botol kaca, sachet dan kantong plastik).
PRAISE dan Waste4Change memastikan bahwa seluruh sampah yang terkumpul akan diangkut oleh mitra Waste4Change secara berkala dan disalurkan kepada sejumlah mitra Bank Sampah yang terpercaya. Setelah penyortiran, kemasan yang dapat didaur ulang akan disalurkan ke pabrik daur ulang. Sementara residu (bahan yang tidak dapat didaur ulang) akan diserahkan ke mitra pengolah dari Waste4Change, sehingga sampah kemasan yang terkumpul tidak akan berakhir di landfill (TPS maupun TPA) untuk meringankan beban penumpukan sampah.

Dalam kesempatan itu, Dr. Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLKH RI) menyampaikan apresiasi program “100 Dropping Box” dari PRAISE ini. Dikatakan, terkait sampah pemerintah telah mengaturnya, dalam Peraturan Presiden No.97 tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan sampah nasional atau Jakstranas.

“Lewat kebijakan tersebut, kami menargetkan bisa mengurangi sampah sebesar 30% di tahun 2025 dan dapat menangani tumpukan sampah sebesar 70% pada 2025. Tentu untuk menuju ke sana, perlu dukungan semua pihak, baik masyarakat maupun pelaku dunia usaha,” ungkapnya.
Disebutkan, Jakstranas merupakan terobosan baru dalam pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pengelolaan sampah terintegrasi, mulai dari sumber sampai ke pemrosesan akhir. Hal ini juga dalam upaya mendorong tumbuhnya circular economy yang komprehensif, salah satunya adalah meningkatkan collecting system dengan perubahan perilaku publik sebagai salah satu mata rantai yang sangat penting dalam tumbuhnya circular economy.

Mengenai kondisi pengelolaan sampah, riset terbaru dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) tahun 2018 mengungkapkan sebanyak 24% sampah di Indonesia masih tidak terkelola. Artinya, sekitar 15 juta ton sampah mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak ditangani. Data yang sama juga menunjukkan bahwa 69% sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan baru 7% sampah berhasil didaur ulang. (ACH)

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »