BERBISNIS

Prajawangsa City Ingin Wujudkan Hunian Berkonsep TOD

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Kawasan hunian berbasis transit oriented development (TOD) atau konsep pengembangan properti yang terintegrasi dengan jaringan transportasi publik, bakal makin menjadi incaran masyarakat. Apalagi dengan makin tingginya jumlah kendaraan yang memicu terjadinya kepadatan lalu lintas jalan di Jakarta dan kota sekitarnya.

Salah satu problem terbesar masyarakat kota besar, seperti Jakarta yang kian menjadi-jadi adalah kemacetan lalu lintas jalan yang kian sulit dikendalikan. Apalagi dengan terus bertambahnya pengguna kendaraan pribadi yang tak sebanding dengan penambahan ruas jalan. Rata-rata masyarakat Jakarta dan sekitarnya memerlukan waktu hingga 5 jam di jalan raya setiap harinya dengan kerugian ekonomi yang cukup besar.

Guna mengatasi hal itu, pemerintah mulai mengambil langkah strategis dengan membangun sistem transportasi massal. Seperti pengembagan transportasi kereta rel listrik (KRL) commuter line, Bus Transjakarta maupun light rapid transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT), yang diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemacetan. Pembangunan angkutan massal ini diharapkan mampu mengubah kehidupan masyarakat, yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi, beralih naik transportasi umum.

Untuk mengantisipasi hal itu, para pengembang properti juga harus bisa menyesuaikan diri dengan membangun proyek hunian berkonsep TOD, yang terintegrasi dengan akses ke transportasi umum serta dilengkapi jaringan dan akses pendukung untuk kenyamanan para penghuninya. Potensi pasar dan karakteristik unik lokasi hunian, khususnya terkait antarmoda transportasi publik akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat (konsumen).

Setidaknya ini benang merah dari acara Gathering and Discussion bertema “Solusi Hunian: Transportasi, Akses dan Kualitas Hidup” yang dihelat Synthesis Development yang berlangsung (27/2), di Prajawangsa City – Marketing Gallery -Jakarta Timur. Diskusi ini antara lain menghadirkan pembicara Sigit Irfansyah, Direktur Perencanaan dan Pengembangan – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Yoga Adiwinarto, Country Director – Institute for Transportation & Development Policy, serta Mandrowo Sapto, Managing Director – Synthesis Development.

“Pembangunan hunian berbasis transit oriented development (TOD) atau konsep pengembangan properti yang terintegrasi dengan akses transportasi massal, saat ini memang tengah banyak diminati. Karena itu, salah satu solusi bisa dilakukan pemerintah dan pengembang properti untuk berkolaborasi membangun kawasan yang dekat dan lengkap yang ada transportasi public,” ujar Yoga Adiwinarto.

Mandrowo Sapto, Managing Director Synthesis Development menyambut baik dorongan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), terkait penyediaan transportasi pendukung di Jabodetabek. “Synthesis Development menyadari, saat ini diperlukan sinergitas semua kalangan , pemerintah operator, lembaga professional dan pengembang untuk memiliki pemahaman yang sama tentang sistem transportasi masa depan sebagai bagian dari solusi hunian,” jelas Mandrowo.

Dalam kesempatan itu, Sigit Irfansyah mengatakan, Kementerian Perhubungan RI melalui BPTJ mendorong beberapa kawasan untuk segera melakukan penanganan terkait permasalahan lalu lintas dan kebutuhan serta fasilitas pendukung transportasi public. Ia mencontohkan di Jabodetabek terkait transportasi yang telah dilakukan beberapa upaya untuk mendorong percepatan pelayanan angkutan umum melalui Jabodetabek Airport Connection (JAC) dan Jakarta Railway Center (JRC), serta penanganan stasiun kereta api dengan konsep integrasi.

Prajawangsa City merupakan proyek superblok terbaru di area Jakarta Timur, yang terdiri dari 8 tower dengan jumlah 4000 unit, mengusung ciri khas Strategis, Seru, Semarak. Hunian ini memiliki akses yang mudah ke kawasan perkantoran di TB Simatupang dan kawasan industri di sepanjang Tol Cijago. Proyek hunian di atas area 7 hektar ini terletak 1.8 km dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) – TB Simatupang, 3.5 km dari rencana pembangunan Stasiun Light Rail Transit (LRT) Kampung Rambutan, 3.8 km, dari Gerbang Tol Jagorawi, dan akses langsung ke Bandara Halim Perdana Kusuma. Untuk semakin memudahkan akses penghuni ke layanan transportasi umum, juga akan dibangun fasilitas shuttle bus yang berada di depan kawasan hunian ini. (ACH)

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas