Prevalensi Hipertensi di Kalangan Milenial Meningkat, OMRON Anjurkan Pemantauan Tekanan Darah Secara Rutin Untuk Deteksi Dini Penyakit

  • Whatsapp


 

Menurut Yayasan Jantung Indonesia (YJI), masih banyak orang tidak menyadari bahaya hiptertensi. Padahal, hipertensi adalah salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner yang tidak hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia tapi juga generasi milenial.

Hipertensi, yang juga sering disebut the silent killer, sering terjadi tanpa keluhan dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi.

Prevalensi hipertensi selama ini dianggap hanya terjadi di kalangan pasien berusia 60 tahun ke atas. Namun, beberapa tahun terakhir, hipertensi sering ditemui pada usia yang relatif lebih muda. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18-39 tahun mencapai 7,3 persen dan prevalensi pre-hipertensi di rentang usia ini mencapai jauh lebih tinggi lagi, yakni 23,4 persen.  Sementara prevalensi hipertensi pada kelompok usia 25-34 tahun mencapai 20 persen dan pada kelompok usia 35-44 tahun mencapai 34 persen .

Kenaikan prevalensi hipertensi pada milenial ini berhubungan erat dengan pola hidup dan kemajuan teknologi. Tuntutan pekerjaan dan pandemi COVID-19 yang menyebabkan timbulnya stres, juga memperburuk kondisi kesehatan generasi milenial.

Kenaikan prevalensi hipertensi pada milenial tersebut berhubungan erat dengan pola hidup tidak sehat, stres, dan kemajuan teknologi yang mengurangi aktivitas fisik. Stres dipicu oleh banyak faktor seperti tuntutan pekerjaan, selain juga pandemi COVID-19. Studi Blue Cross Blue Shield Association menemukan bahwa 92 persen milenial menganggap COVID-19 telah berdampak negatif terhadap kesehatan mental mereka.

Terkait dengan hal tersebut OMRON bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI)  menggelar acara media briefing bertajuk ‘Hipertensi, COVID-19 dan Milenial’.

Acara yang digelar secara virtual tersebut  menghadirkan Tomoaki Watanabe, Director, OMRON Healthcare Indonesia; Herry Hendrayadi, Marketing Manager OMRON Healthcare Indonesia; Dr. Badai Bhatara Tiksnadi, SpJP, FIHA, Spesialis Jantung Dan Pembuluh Darah dari PERKI dan  Esti Nurjadin, Ketua YJI.

Acara  tersebut dimaksudkan untuk menekankan pentingnya mengubah kebiasaan dan melakukan pola hidup sehat di kalangan generasi muda  di masa pandemi. Pada kesempatan tersebut  OMRON menekankan pentingnya melakukan pola hidup sehat, dengan salah satunya melakukan pengukuran tekanan darah secara berkala untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi.

Menurut Tomoaki Watanabe, Director, OMRON Healthcare Indonesia, “Prevalensi hipertensi selama ini dianggap hanya terjadi di kalangan pasien berusia 60 tahun ke atas. Namun beberapa tahun terakhir, penyakit yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner itu sering ditemui pada usia yang relatif lebih muda. “

Hipertensi patut diwaspadai sebagai komorbid atau penyakit penyerta teratas yang mengikuti penderita COVID-19.  Menurut data yang dihimpun oleh Satuan Tugas Penanganan COVID19 per 1 Juni 2021, tiga besar komorbid tertinggi yang ditemukan pada pasien COVID-19 hipertensi (50 persen), Diabetes Melitus (36.6 persen), penyakit jantung (17,4 persen). Jangan lupa, hipertensi adalah kontributor utama pada penyakit jantung, stroke dan penyakit ginjal kronik.

Pentingnya Gaya Hidup Sehat dan Deteksi Dini Hipertensi

Mengetahui adanya peningkatan prevalensi hipertensi dan ancaman penyakit COVID-19, pemantauan tekanan darah secara teratur dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat sangat dianjurkan untuk memungkinkan deteksi dini dan pengelolaan penyakit yang lebih baik.

Untuk mendukung kesehatan anak muda di masa pandemi, OMRON menekankan pentingnya pemantauan tekanan darah secara rutin di rumah, mengubah kebiasaan dan menjalani pola hidup sehat. Mengukur tekanan darah secara teratur adalah salah satu langkah paling penting untuk mencegah dan mengendalikan hipertensi.

“Di OMRON, kami telah lama percaya bahwa peningkatan kesehatan pasien dapat diwujudkan dengan meningkatkan kesadaran akan hipertensi dan memantau tekanan darah secara rutin di rumah. Deteksi dini terhadap kenaikan tekanan darah adalah kunci pencegahan dan pengurangan risiko berbagai komplikasi yang berhubungan dengan hipertensi,” tutur Tomoaki , menambahkan.

“OMRON mendorong masyarakat Indonesia, termasuk generasi milenial, untuk tetap sehat melalui pemantauan tekanan darah di rumah, mengubah kebiasaan gaya hidup, dan tetap menginformasikan pengukuran tekanan darah mereka ke dokter untuk perawatan kesehatan preventif yang lebih kuat & baik,”  tegas Tomoaki

Sementara itu, Esti Nurjadin, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia juga menegaskan bahwa hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner yang tidak hanya bisa menyerang mereka yang lanjut usia tetapi juga bisa menyerang generasi muda atau milenial.

“Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi dan penyakit jantung ini berhubungan erat dengan pola atau gaya hidup antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, rendahnya aktivitas fisik, rendahnya konsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah, serta tingginya konsumsi gula garam dan lemak, “ ujar  Esti Nurjadin.

“Yang paling utama selain menghindari pola hidup tidak sehat adalah kita juga melalukan pengukuran tekanan darah secara rutin sehingga bisa mencegah atau setidaknya dan mengendalikan hipertensi,” tambah Esti.

Pada kesempatan yang sama, Ahli Jantung dan Pemerhati Hipertensi Dr. Badai Bhatara Sp.JP, FIHA, MM menambahkan, hipertensi akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sampai dua kali, risiko gagal jantung satu setengah kali dan stroke dua koma enam kali lipat.

“Kita harus menumbuhkan kesadaran diri untuk melakukan cek kesehatan, melakukan pengukuran tekanan darah secara rutin, dan mencegah serta mengendalikan hipertensi dengan memodifikasi gaya hidup seperti rajin berolahraga juga membatasi asupan garam,” ujar Dr. Badai yang juga staf di divisi prevensi dan rehabilitasi, departemen kardiologi dan kedokteran vaskular, FK Unpad.

Pemantauan tekanan darah bisa dilakukan secara mandiri di rumah. OMRON telah merancang berbagai monitor tekanan darah (Blood Pressure Monitoring) yang sesuai untuk penggunaan di rumah dengan akurasi tinggi, nyaman digunakan, serta memiliki fitur-fitur canggih seperti konektivitas Bluetooth untuk berbagi data secara real time dengan dokter, menjadikan perangkat ini sempurna untuk mengukur tekanan darah di rumah, bahkan oleh pengguna baru.

Meski demikian, OMRON menyarankan untuk berkonsultasi ke tenaga medis sebelum menggunakan perangkat monitor kesehatan apa pun.

Di tengah prevalensi hipertensi yang terus meningkat dan ancaman COVID-19, pemantauan tekanan darah rutin serta perubahan gaya hidup yang lebih sehat sangat disarankan.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *