Majalah Eksekutif

Program Pengabdian Masyarakat Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana

329Views

 LITERASI SOCIAL ENGINEERING BERBASIS KEARIFAN LOKAL

EKSEKUTIF.id —  Segenap dosen dan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (MIKOM UMB) menggelar program Pengabdian Masyarakat (Abdimas) di Desa Teluk Bangau, Kecamatan Batu Jaya, Karawang pada 1-2 Februari 2020.

Adapun tema yang diangkat untuk program Abdimas kali ini adalah “Literasi Social Engineering Berbasis Kearifan Lokal.”

“Program pengabdian masyarakat ini adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.” kata Dr. Ahmad Mulyana, M,Si, Ketua program Studi Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Jadi,  “Ini merupakan upaya implementasi hasil-hasil kegiatan pendidikan dan penelitian untuk menyelesaikan persoalan riil yang terjadi di masyarakat.”

Di era perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesat ini, para mahasiswa magister komunikasi, yang memang secara khusus menggeluti bidang komunikasi, diharapkan untuk tidak hanya berkutat dengan kebutuhan diri sendiri saja.

Namun yang  juga penting adalah, peduli pada permasalahan-permasalahan yang nyata terjadi di tengah masyarakat.

Sebagai bagian dari generasi masa depan, dengan kemampuan nalar kritis mereka, para mahasiswa magister memiliki tanggung jawab untuk secara aktif turut menjawab berbagai persoalan yang ada di masyarakat sekitar demi tercapainya perubahan yang lebih baik.

Jalan pengabdian masyarakat harus menjadi bagian dari komitmen kesadaran mereka sehingga layak disebut sebagai pribadi yang berintegritas.

“Kita melihat program Abdimas ini penting untuk menanamkan kesadaran bagi para mahasiwa dan kita semua tetang peran, fungsi dan tanggung jawab,” kata Dr. Suraya, M.Si, salah satu dosen pendamping, tentang kegiatan ini.

Dr Suraya menjelaskan, bahwa  mereka tidak hanya bertanggung jawab pada diri sendiri, atau orang tua dan keluarganya saja, namun juga kepada masyarakat luas.

Menjawab Tantangan Globalisasi dengan Kearifan Lokal

Globalisasi memang tak terhindari. Terpaan arusnya yang demikian kuat, dengan membawa-serta gaya hidup yang semakin pragmatis dan konsumtif, terus mengikis kearifan lokal yang selama ini mampu menjadi perekat sekaligus bagian dari identitas antar individu dan kelompok di masyarakat.

Ketika perekat-perekat itu kian menipis, maka mulai munculah masalah-masalah sosial, seperti krisis identitas, masalah kesenjangan sosial, kecurigaan satu sama lain, dan sebagainya seperti yang banyak kita lihat di tengah masyarakat saat ini.

MIKOM UMB melihat bahwa pembiaran akan masalah ini hanya akan membawa pada persoalan baru yang lebih rumit lagi.

Karenanya, sebagai salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan kembali melakukan pemberdayaan komunitas berdasarkan kearifan lokal.

Untuk program Abdimas di Desa Teluk Bangau kali ini, pihak MIKOM Universitas Mercu Buana juga bekerjasama dengan SANS Mitra Indonesia sebagai bagian dari kegiatan CSR-nya yang selama ini memang fokus pada pemberdayaan masyarakat.

“Tema-nya sangat menarik. Program pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal yang dikelola dengan baik tidak hanya mampu mengembalikan masyarakat pada akar persatuan dan kesatuannya, tetapi dengan akar itu pula mereka akan mampu untuk berubah dan bertumbuh menjadi lebih baik,” kata Yusuf Hamangku Rahayu selaku CEO PT SANS Mitra Indonesia.

Untuk program Abdimas kali ini, Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana menginisiasi berdirinya “Pojok Literasi” sebagai perpustakaan Desa Teluk Bangau.

Adapun gerakan donasi pintar dengan mendonasikan buku-buku yang dikumpulkan bersama-sama segenap dosen dan mahasiswa MIKOM.

Sebagai penyemangat, sekaligus membangun kedekatan emosi, para dosen dan mahasiswa juga menuliskan pesan-pesan mereka di halaman depan buku yang didonasikan untuk memotivasi para pembaca agar bisa menggunakan fasilitas baru itu dengan sebaik-baiknya.

“Program literasi seperti ini sangat penting bagi masyarakat di Teluk Bangau ini. Tak hanya untuk menangkal serbuan hoaks yang seringkali meresahkan, tapi juga sebagai awalan untuk meningkatkan kesejahteraan lahir jeung batin,” kata kata Usman La Ungka sebagai salah satu mahasiswa magister yang ikut tergabung dalam kepanitiaan.

Selain gerakan donasi pintar, sebagai bagian dari serangkaian program Abdimas kali ini juga dilaksanakan pembagian sembako, layanan pengobatan gratis, dan kegiatan donor darah.

Bagi para mahasiswa, program Abdimas yang singkat ini kembali menggarisbawahi pentingnya aksiologi dalam tugas-tugas pembelajaran.

Di mana akhirnya, nilai-nilai dari keilmuan yang dipelajari bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Adalah tugas dan kewajiban mereka juga untuk lebih memilih menyalakan suluh, daripada mengutuk kegelapan di sekeliling tanpa berbuat apa-apa.

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -
redaksi
the authorredaksi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: