• Homepage
  • >
  • TIPS
  • >
  • Arsitektur Tidak Sekedar Bangunan – Pusat Studi Urban Desain (PSUD) dan Planning Development Workshop (PDW) Siap Luncurkan 2 Buku Arsitektur

Arsitektur Tidak Sekedar Bangunan – Pusat Studi Urban Desain (PSUD) dan Planning Development Workshop (PDW) Siap Luncurkan 2 Buku Arsitektur

  • Karyoto
  • 25 April 2018
  • 0

 

Dalam rangka ultahnya yang ke 80 tahun, Mohammad Danisworo,  Pendiri PSUD dan PDW yang merupakan seorang arsitek dan guru besar ITB ini, berencana untuk menerbitkan dua buah buku arsitektur.

Dua  buku yang berjudul “Urban Desain di Indonesia” dan “Architecture : Beyond Building”  tersebut kini dalam tahap penyelesaian dan direncanakan akan diluncurkan pada akhir 2018.

Untuk melengkapi dan menyempurkan buku tersebut, PSUD dan PDW juga mencari masukan dari para pratisi dan akademisi  melalui ajang diskusi yang bertajuk  “Architecture : Beyond Building”, dengan menampilakan para pembicara seperti Prof. Ir Gunawan Tjahjono, M. Arch., Ph.D,  guru besar Arsitektur UI, sebagai Keynote Speaker beserta  Ir. Achmad D. Tardiyana, MUDD , Karuna Murdaya B.Sc., M.Sc., dan Ir. Ahmad Djuhara, IAI sebagai panelis.

Kedua buah buku tersebut menampilan buah karya pemikiran seorang Mohammad Danisworo dalam perjalanannya sebagai seorang arsitek yang mempunyai segudang pengalaman sebagai seorang akademisi, praktisi, pengamat dan regulator.

Sebagai seorang yang  mempunyai  jabatan multiperan,  seorang arsitek  dan guru besar ITB ini ingin menyampaikan buah karya pemikirannya tentang  makna  Architecture.  “ Untuk membahas sebuah isu dalam arsitektur yang dianggap sangat relevan di dalam konteks transformasi peradaban yang saat ini sedang berlangsung dalam negeri ini, maka diangkat suatu pemikiran  besar yang menjadi salah satu judul buku ‘Architecture : Beyond Building’ ( Arsitektur :  Tidak Sekedar Bangunan),” ujar  Mohammad Danisworo yang bergelar  Prof.(Emeritus) Ir. Mohammad Danisworo M.Arch., MUP, Ph.D  saat acara diskusi yang bertajuk “Architecture : Beyond Building” tersebut,  di Jakarta , Senin ( 23/04/2018).

Menurut ayahanda Arleta Danisworo tersebut, pemikiran besar  yang   dituangkan dalam buku tersebut diangkat  dari  pengalamannya  selama 53 tahun sebagai seorang arsitek. “ Diharapkan kedua buku ini dapat memperkaya khasanah literatur arsitektur Indonesia,” ujar  guru besar yang  akrab di sapa Prof. Danis tersebut.

Lebih jauh  Prof.Danis mengungkapkan bahwa  berbicara tentang arsitek, tak semata-mata soal bangunan, melainkan mempunyai makna yang lebih dari itu.  Menurutnya tugas seorang arsitek tersebut tidak hanya  sebatas membuat gedung atau bangunan, melainkan lebih dari itu. Tugas arsitek juga harus memikirkan  bagaimana  membuat  bangunan atau gedung  tersebut bisa berfungsi untuk mencerdaskan orang.

“ Bangunan atau gedung harus bisa berkontribusi untuk membantu peradaban kita dari yang tadinya terbelakang menjadi masyarakat yang lebih maju.  Gedung harus bisa berfungsi sebagai itu,  karena gedung adalah merupakan bagian dari proses peradaban.

“Gedung adalah ruang dimana berbagai bentuk kegiatan manusia mengambil tempat,”  ujar seorang arsitek yang karyanya banyak menghiasi  sebagian besar gedung-gedung di Jakarta ini.

Menurutnya, kalau gedung tidak mempunyai kemampuan fungsi untuk mencerdaskan orang orang  yang ada di dalamnya, maka seorang arsitek dianggap tidak berhasil dalam membuat gedung tersebut.

 

 

 

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »