• Homepage
  • >
  • BERBISNIS
  • >
  • Rakuten Card Implementasikan Platform Cloudera untuk Memodernisasi Arsitektur Data

Rakuten Card Implementasikan Platform Cloudera untuk Memodernisasi Arsitektur Data

  • Karyoto
  • 25 Desember 2017
  • 0

Cloudera, Inc., platform modern untuk pembelajaran mesin (machine learning) dan analitik yang dioptimalisasi untuk cloud, baru-baru ini mengumumkan bahwa Rakuten Card Co., Ltd, salah satu perusahaan kartu kredit terkemuka di Jepang, menggunakan Cloudera Enterprise untuk menyesuaikan pertumbuhan mereka dan mempercepat ketersediaan data guna mengembangkan dan memperluas perusahaan.

Dengan beralih ke platform modern yang didukung oleh Apache Spark, Rakuten Card kini mampu mengolah data lebih dari dua kali kecepatan sistem sebelumnya, sehingga memungkinkan pengoperasian sistem inti yang sangat stabil.

Dengan pertumbuhan keanggotaan yang pesat dan jumlah transaksi yang terus meningkat, Rakuten Card perlu mempercepat kemampuan pemrosesan sistem mission-critical perusahaan agar dapat mengimbangi permintaan bisnis.

Rakuten Card sepenuhnya bermigrasi dari sistem lawas ke platform modern melalui solusi-solusi Cloudera. Langkah ini memungkinkan pemrosesan skala besar berkinerja tinggi guna mendukung berbagai kasus penggunaan, seperti analitik streaming secara real-time, mesin pembelajaran, pemodelan prediktif, dan analitik canggih.

Transisi dari mainframe lama ke platform baru telah membantu tim Rakuten Card untuk menangani dan menyelesaikan masalah kinerja yang sebelumnya menjadi penyebab kekhawatiran. Dengan memanfaatkan rangkaian tool operasi dan manajemen yang tersedia melalui Cloudera Manager, serta ditambah dengan keahlian dan petunjuk dari tim teknis Cloudera yang terampil, Rakuten Card telah mampu mencapai kinerja aplikasi yang optimal.

Kemampuan untuk mendukung berbagai kasus penggunaan dengan platform modern yang terpadu telah menghemat banyak waktu yang dihabiskan untuk pemeliharaan dan pengelolaan, sehingga tim Rakuten memiliki lebih banyak waktu untuk berfokus pada pengembangan area-area strategis dari bisnis mereka2.

“Selama delapan tahun berturut-turut, Rakuten Card telah meraih posisi pertama dalam kategori kartu kredit berdasarkan Japanese Customer Satisfaction Index. “ Kami menargetkan untuk menjadi perusahaan kartu kredit nomor satu di Jepang pada tahun 2020,” ungkap Yosuke Nakagawa, Vice Department Manager of the System Development Department di Rakuten Card, Kamis ( 21/12/2017).

“Untuk mencapai tujuan tersebut, kami perlu beralih dari arsitektur mainframe ke platform modern yang fleksibel dan dapat disesuaikan. Cloudera Enterprise dengan mudah melampaui semua kebutuhan teknis kami dan mengatasi permasalahan kinerja dari sistem kami sebelumnya. Kemampuan operasi dan manajemen kelas enterprise dari Cloudera ini telah memungkinkan untuk memenuhi tenggat waktu penerapan yang ketat dan terus memfasilitasi pertumbuhan bisnis sekaligus memaksimalkan kinerja aplikasi kami,” tambahnya.

Sementara itu menurut Mark Micallef, Vice President for Asia Pacific and Japan di Cloudera, seiring perkembangan teknologi big data, mesin pembelajaran dan analitik data menjadi bagian mendasar dari operasi perusahaan-perusahaan enterprise global dan para mitra Cloudera.

“Cloudera bekerja sama dengan Rakuten Card untuk membantu mereka meningkatkan pertumbuhan, menindaklanjuti data-data mereka dengan lebih cepat, serta mencapai beberapa tujuan strategis dari seluruh data mereka, baik on-premise maupun pada cloud,”  kata Mark

Rakuten Card Co., Ltd. meluncurkan Rakuten Card pada bulan Juli 2005. Selain mengukuhkan diri untuk menyediakan sistem yang memungkinkan para pelanggan dapat menggunakan kartu kredit mereka dengan aman dan nyaman, Rakuten Card juga berupaya untuk menjadi perusahaan kartu kredit No. 1 di Jepang.

Layanan yang dihadirkan Rakuten Card telah meraih posisi nomor 1 dalam kategori kartu kredit selama 8 tahun berturut-turut berdasarkan Japanese Customer Satisfaction Index yang disurvei oleh Service Productivity & Innovation for Growth (SPRING).   Saat ini  Rakuten Card telah memiliki 14 juta pengguna hingga saat ini (per April 2017).

 

 

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »