Rangkaian Acara “Bedah Buku” Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)

  • Redaksi
  • 27 April 2018
  • 0


Prof. Purnomo Yusgiantoro bersama Luky Yusgiantoro Ph.D dan Dr. Widhyawan Prawiraatmadja serta Dr. Pri Agung Rakhmanto.

Purnomo Yusgiantoro, mantan menteri dan tokoh energi nasional dan internasional mendedikasi dirinya dalam dunia keilmuan saat ini. Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) merupakan lembaga strategis membangun kecerdasan masyarakat.

Adapun program-program PYC konkrit, menerbitkan makalah singkat atau jurnal secara berkala, mengadakan program lokakarya publik, debat, dan seminar. Selain itu, PYC juga akan menyelenggarakan penelitian yang berkelanjutan guna mengekplorasi pemikiran dan konsep baru yang kemudian dapat dipakai untuk peningkatan kompetensi bangsa.

“Acara-acara diskusi public semacam ini, akan sering kami lakukan,” ujar Filda Yusgiantoro, Ketua Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), kepada jaringan Asosiasi Media Digital Indonesia, ketika ditemui di Jalan Wijaya IX No.12, RT.2/RW.5, Melawai, Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 1216.

Filda mengatakan, bedah buku yang kemarin dilakukan di sekretariat membahas energi merupakan salah satu kebutuhan seluruh bangsa selama ini.

Hadir dalam kesempatan itu Prof. Purnomo Yusgiantoro bersama Luky Yusgiantoro Ph.D dan Dr. Widhyawan Prawiraatmadja serta Dr. Pri Agung Rakhmanto sebagai pembicara. Tak hanya para mahasiswa Universitas Pertahanan, UPN Yogya-Jakarta, juga Universitas Indonesia dan ITB. Juga hadir dari Kementerian ESDM sebagai peninjau.

Para pemerhati energi mengatakan diskusi dengan tujuan dapat membuka dan memberikan pemahaman tentang kedaulatan energi nasional. Selain itu diharapkan diskusi publik ini dapat memunculkan pendapat atau masukan yang membangun kedaulatan energi nasional.

“Buku ekonomi energy kedua, merupakan teori dan aplikasi. Kami tidak hanya memperbaharui data-data dari buku ekonomi energy pertama,” ujar Luky Yusgiantoro, B.Sc., M.Sc., Ph.D.

Putra dari mantan Menteri Energi dan Menhan itu masih merahasiakan detil, poin-poin yang akan dikembangkan.

Kabarnya, dalam buku tersebut juga akan ditulis mengenai hal-hal yang menarik, dalam konteks “politik energy”, termasuk investasi energy hingga keterkaitan ekonomi energy dengan Industry 4.0 dan Sustainable Development Goals oleh PBB.

Dr. Widhyawan Prawiraatmadja memuji buku ekonomi energi yang cukup lengkap. Masukannya, soal sisi kekinian, antara soal teknologi dan energi di era digital.

“Fenomena ekonomi energi di Indonesia, memang harus dilihat melalui sudut pandang yang lebih fundamental,” tutur Dr. Pri Agung Rakhmanto ikut mengomentari buku energy. Saat ini tidak banyak literatur yang menjelaskan mengenai ekonomi energi dan di dunia industry.

“Pengertian ekonomi energy, hanya terbatas pada perhitungan Net Present Value, Internal Rate of Return dan hal-hal yang hanya menyentuh kulit dari ekonomi energy,” papar Pri Agung menyebut saran, akan juga menarik jika buku enerji mengupas juga perkembangan teknologi yang mengganggu keseimbangan pasar atau sering disebut disruptive technology.

“Acara-acara diskusi public semacam ini, akan sering kami lakukan,” ujar Filda Yusgiantoro, Ketua Purnomo Yusgiantoro Center (PYC).

sumber: ANTARANEWS

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »