Connect with us
script data-ad-client="ca-pub-4777880934442148" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

IT

Red Hat Hadirkan  Red Hat OpenShift 4.7  –  Solusi untuk  Menyederhanakan dan Mengakselerasi Modernisasi Aplikasi

Published

on


 

Red Hat, Inc., penyedia solusi open source terdepan di dunia, telah mengumumkan Red Hat OpenShift 4.7, versi terbaru platform Kubernetes kelas enterprise yang terdepan dalam industri.

Dirancang untuk menyederhanakan dan mengakselerasi modernisasi aplikasi, versi terbaru Red Hat OpenShift ini berbasis Kubernetes 1.20 dan membantu menghilangkan ketegangan dalam tim IT saat mereka ingin mengintegrasikan aplikasi tradisional dengan aplikasi berbasis cloud.

Red Hat OpenShift 4.7 menyederhanakan dan mengefisienkan modernisasi aplikasi dan memberikan satu pandangan menyeluruh di lanskap aplikasi.

Semua kemampuan baru tersebut dikembangkan di platform konsisten yang disediakan Red Hat OpenShift di open hybrid cloud.  Soluasi tersebut  untuk menjawab ancaman persaingan, mengembangkan penawaran bisnis, atau memenuhi ekspektasi pelanggan, penting bagi perusahaan untuk memiliki strategi modernisasi aplikasi.

Ashesh Badani, senior vice president, Cloud Platforms, Red Hat mengatakan, “Red Hat memahami bahwa memodernisasi aplikasi memberikan peluang besar bagi perusahaan, namun juga menambah tekanan kepada tim IT yang sudah berada di bawah tekanan.

“Red Hat OpenShift 4.7 memiliki fitur-fitur yang membantu perusahaan melakukan modernisasi secara bertahap, dengan jadwal yang paling sesuai dengan mereka, tanpa mengganggu layanan yang sudah ada. Selain itu, dengan menjembatani aplikasi modern dan tradisional, Red Hat OpenShift bisa menyediakan operasi yang konsisten dan pengalaman manajemen di semua aplikasi, dimanapun mereka berada atau apapun infrastruktur dasarnya,” ungkap Ashesh Badani, dalam keterangan tertulisnya, Senin ( 29/03/2021 ).

Menurut IDC, “Penyedia layanan modernisasi aplikasi harus memahami cara organisasi memprioritaskan modernisasi sebagai inisiatif portofolio aplikasi mereka, serta mengetahui cara organisasi melakukan pendekatan ke berbagai taktik modernisasi untuk aplikasinya.”[

Red Hat tahu bahwa beberapa perusahaan memiliki kesempatan untuk menyingkirkan investasi IT yang sudah ada tanpa harus menghadapi gangguan besar dan tidak ada satu strategi yang persis sama untuk semua perusahaan dalam memodernisasi aplikasi mereka.

Red Hat OpenShift menyediakan kemampuan modernisasi aplikasi dan migrasi yang beragam untuk memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan secara spesifik. Rilis terbaru ini merupakan perluasan tools modernisasi untuk memindahkan aplikasi lama ke arsitektur berbasis microservices yang baru, dan mendorong konsistensi manajemen di semua aplikasi demi meraih efisiensi operasional tanpa memperlambat inovasi.

Memindahkan beban kerja tradisional ke Kubernetes 

Red Hat OpenShift 4.7 disertai dengan versi terbaru OpenShift Virtualization. OpenShift Virtualization pertama kali dirilis Juli 2020 dan didesain untuk membantu berbagai organisasi menyingkirkan penghalang aplikasi antara infrastruktur tradisional dan cloud-native, serta memperbesar kendali di sumber daya yang sudah terdistribusi.

Fitur dan perangkat tambahan baru tersebut diantaranya adalah:

  • Kemampuan untuk memasukkan mesin virtual luar yang sudah ada ke dalam Red Hat OpenShift
  • Template untuk membuat VM dengan satu klik
  • Integrasi dengan Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes, menyediakan kebijakan dan tata kelola yang ditingkatkan untuk pemanfaatan aplikasi termasuk yang tervirtualisasi.

Sementara itu Matt Wittstock, cloud architect, Lockheed Martin mengungkapkan bahwa di industri dirgantara, solusi IT harus inovatif dan memudahkan agar bisa menyediakan aplikasi dengan cepat.

“Kolaborasi Lockheed Martin dengan Red Hat didasarkan pada nilai inti engineering dan menemukan solusi terbaik untuk memodernisasi pengembangan aplikasi. OpenShift Virtualization sudah memungkinkan kami untuk memindahkan beban kerja virtual ke dalam containers, yang memberikan kami kemampuan untuk terus mendukung beban kerja tersebut dari satu pesawat manajemen dengan Red Hat OpenShift,” ujarnya.

“Kerja sama kami dengan Red Hat memberikan peluang untuk mendiskusikan bagian-bagian utama yang ingin ditingkatkan atau ditambahkan oleh tim IT Lockheed Martin. Red Hat sudah mendengarkan dan membawa ide-ide kami kembali ke engineering. Kami sangat menghargai hubungan dengan penyedia teknologi ini dan menantikan untuk terus meningkatkan solusi aplikasi di industri ini,” tambah Matt Wittstock.

Sebagai tambahan, Red Hat OpenShift 4.7 memperluas dukungan Windows Containers yang pertama kali diumumkan akhir 2020. Selain dukungan untuk Windows Containers di Amazon Web Services (AWS) dan Azure,

OpenShift juga akan segera melakukan hal yang sama untuk Windows Containers di vSphere (diharapkan tersedia bulan depan) menggunakan Installer Provided Infrastructure (IPI). Ini memberikan jalan bagi organisasi untuk memindahkan Windows Containers ke Red Hat OpenShift, terlepas dari lokasi mereka dan tanpa harus membuat lagi, atau menulis kembali kode baru.

Memudahkan dan menyederhanakan migrasi dalam skala besar

Migration Toolkit for Virtualization, yang akan segera tersedia sebagai pratinjau teknologi, menyederhanakan migrasi mesin virtual dalam skala besar ke Red Hat OpenShift Virtualization. Dengan melakukan hal ini, pengembang bisa dengan lebih mudah mengakses mesin virtual lama saat mengembangkan aplikasi cloud-native yang baru.

Migration Toolkit for Virtualization bisa dengan cepat digelar di lingkungan OpenShift, dengan memanfaatkan Operator yang mudah digunakan dan tersedia di OperatorHub. Migrasi dijalankan dengan beberapa langkah mudah, pertama dengan menyediakan sumber dan kredensial destinasi, kemudian memetakan sumber dan infrastruktur destinasi, membuat rencana dan akhirnya mengeksekusi upaya migrasi tersebut.

Migration Toolkit for Virtualization secara umum akan tersedia tahun ini dan akan memiliki kemampuan yang telah ditingkatkan untuk semakin mengurangi downtime, menghilangkan risiko dan mengoptimalkan keberhasilan proyek secara keseluruhan. Fitur-fitur tersebut akan menyertakan pemeriksaan pra migrasi untuk mendeteksi potensi masalah kompatibilitas, meningkatkan fungsi menyalin data, dan kemampuan otomasi yang semakin mendalam, sehingga mengurangi banyak pekerjaan manual selama migrasi.

Lebih cepat, lebih aman, pengembangan yang bisa ditingkatkan

Red Hat OpenShift 4.7 juga memperkenalkan pratinjau teknologi OpenShift GitOps, yang memberikan kerangka kerja bagi perusahaan untuk mulai mengeksekusi GitOps. Berbasis Argo CD, OpenShift GitOps menyediakan pengiriman deklaratif dan berkelanjutan ke OpenShift dengan mengintegrasikan alat CI/CD termasuk OpenShift Pipelines dengan repositori kode GitHub dan GitLab untuk memutakhirkan operasi melalui alur kerja Git.

Dengan menyediakan infrastruktur sebagai kode dari gagasan hingga ke produksi, OpenShift GitOps memungkinkan perusahaan mengelola, mengamankan dan memutakhirkan aplikasi melalui Git, sehingga meningkatkan time to market, dan memudahkan update dan keamanan.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IT

The State of Enterprise Open Source 2021: Empat Hasil Temuan yang Mengejutkan 

Published

on

By


 

 

Oleh: Gordon Haff, Senior Principal Product Marketing Manager, Red Hat 

Penyelenggaraan The State of Enterprise Open Source Report sudah memasuki tahun ketiga di mana kami meneliti penggunaan dan sikap terhadap solusi enterprise open source. Tahun ini kami mewawancarai 1.250 pemimpin IT di seluruh dunia. Mereka semua belum tentu pelanggan Red Hat dan tidak menyadari bahwa Red Hat adalah sponsor survei ini.

Hal ini membantu kami untuk menghindari tanggapan yang bias atau dipengaruhi. Sebagian besar pertanyaan adalah pengulangan dari tahun-tahun sebelumnya, agar kami dapat menjelajahi tren dari waktu ke waktu. Tetapi kami juga memasukkan beberapa pertanyaan baru dan mendapatkan satu jawaban yang sungguh-sungguh tidak kami duga.

Kami mendorong Anda membaca keseluruhan laporan The 2021 State of Enterprise Open Source: A RedHat Report. Walau begitu, berikut ini beberapa sorotannya:

  1. Transformasi digital adalah use case teratas untuk open source
  2. Enterprise open source adalah engine untuk melakukan inovasi
  3. Keamanan enterprise open source adalah benefit yang penting
  4. Partisipasi vendor dalam berbagai komunitas open source sangat penting

Transformasi Digital Semakin Penting

Mayoritas responden (54%) sekarang mengatakan bahwa transformasi digital adalah penggunaan yang penting dari enterprise open source, naik 11 poin dibandingkan dua tahun terakhir. Kategori-kategori yang terkait erat, seperti pengembangan aplikasi dan DevOps sekarang juga meraih persentase yang sama.

Dapat dikatakan secara umum saat ini adalah masa-masa sibuk untuk upaya melakukan transformasi digital. 2021 Global Tech Outlook yang kami lakukan juga mendapati adanya fokus pada transformasi digital. Transformasi digital berada di urutan teratas prioritas pendanaan IT non-teknis bagi para responden dan sebanyak 21% di antaranya malah sedang melakukan akselerasi strategi transformasi digital mereka, kemungkinan sebagai reaksi terhadap COVID-19.

Modernisasi infrastruktur juga termasuk penggunaan enterprise open source yang paling penting di hampir seluruh kawasan di dunia, meskipun setara juga dengan transformasi digital di kawasan EMEA. Memang tak mengejutkan bahwa akar dari open source kerap berkaitan dengan modernisasi infrastruktur. Momentum enterprise open source di kategori-kategori yang lebih terkait dengan inisiatif bisnis (sebagaimana halnya transformasi digital) tampaknya akan lebih sulit diramalkan.

Adanya akses ke inovasi-inovasi terkini adalah manfaat utama

Jika modernisasi infrastruktur masih menjadi penggunaan yang penting dari enterprise open source, manfaat yang secara historis terkait dengan total cost of ownership yang lebih rendah, saat ini sudah berada di urutan kelima. Sebaliknya, kalau dulu enterprise open source dianggap sekadar alternatif yang lebih murah dan cukup baik ketimbang proprietary software, kini justru semakin dianggap sebagai solusi yang benar-benar lebih baik.

Lebih baik dalam hal apa?

Salah satunya, menurut responden kami, adalah kualitasnya yang kini lebih tinggi, Itulah manfaat utama yang mereka lihat dari enterprise open source. Kemampuannya untuk memanfaatkan teknologi open source secara aman justru sekarang berada di urutan keempat.

Di urutan kedua, manfaat yang mereka rasakan adalah terbukanya akses ke berbagai inovasi. Secara keseluruhan manfaat yang dirasakan oleh pemimpin TI yang kami survei menunjukkan bahwa mereka melihat enterprise open source sebagai cara untuk mendapatkan software mutakhir, yang dapat mereka gunakan di dalam bisnis mereka.

Lebih dari sekadar kualitas dan keamanan

Keamanan, dalam arti tertentu, adalah bentuk dari kualitas. Tetapi manfaat ketiga yang dikutip oleh responden kami ini layak dipertimbangkan secara tersendiri karena beberapa alasan. Pertama, keamanan adalah topik yang hangat. Di sisi lain, dampak keamanan dari ketersediaan source code berdasarkan analogi sistem keamanan fisik dulu selalu menjadi perdebatan (dan sekarang kadang-kadang juga masih).

Tetapi pemahaman bahwa open source code membawa risiko kini semakin berkurang. Faktanya, selain 30% responden yang menganggap bahwa keamanan yang lebih baik termasuk tiga besar manfaat yang mereka inginkan, sebanyak 87% responden justru kini melihat enterprise open source sudah “lebih aman” atau setidaknya “sama amannya” dengan proprietary software.

Kami juga mengeksplorasi sikap para pemimpin IT itu dengan lebih luas. Sebanyak 84% mengindikasikan bahwa enterprise open source “adalah bagian penting dalam strategi keamanan perusahaan saya.” 75% berkata bahwa mereka percaya pada enterprise open source sebab solusi itu sudah menjalani “[…] proses pemeriksaan dan pengujian komersial yang ketat untuk memastikan kualitas code-nya.”

Tempat inovasi dilahirkan

Komunitas-komunitas software open source adalah tempat sebagian besar inovasi-inovasi di industri software dilahirkan. Melihat sekilas tentang semua proyek open source di cloud-native dan machine learning memberikan gambaran yang baik tentang hal ini; dan angka-angka di survei kami mengonfirmasinya.

Penyediaan enterprise open source kepada pelanggan yang paling efektif memerlukan partisipasi aktif vendor dalam proyek-proyek open source di hulu. Begitulah cara kami mengembangkan keahlian yang dibutuhkan untuk mendukung produk kami dengan sebaik-baiknya.

Itulah yang menempatkan kami di posisi terbaik untuk menentukan arah proyek demi kepentingan pelanggan kami. Tapi apakah para pemimpin IT peduli pada semua ini? Apakah mereka melihat perbedaan antara vendor yang mengkonsumsi proyek open source secara pasif versus mereka yang secara aktif membantu memajukan proyek-proyek itu?

Dugaan kami, ketika kami memutuskan untuk menambahkan pertanyaan baru tersebut, beberapa orang barangkali akan peduli. Ternyata kami salah. Saya kira kami tidak memberikan kredit yang cukup kepada para pemimpin TI yang mengikuti survei kami. Sebanyak 38% “lebih cenderung” memilih vendor yang berkontribusi; 45% lainnya “agak lebih mungkin” melakukannya.

Kesimpulannya

Studi enterprise open source yang sudah berlangsung selama tiga tahun memberi informasi yang jelas. Pemimpin TI secara luas memandang software enterprise open source sebagai software yang superior dengan kualitas yang lebih tinggi, mampu menghasilkan lebih banyak inovasi, dan bahkan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik ketimbang software alternatif lain.

Selain itu, mereka juga sangat mengapresiasi bahwa nilai lengkap dari enterprise open source disediakan oleh vendor yang secara aktif berpartisipasi dalam model pengembangan open source daripada vendor yang hanya mengemas ulang (repackagingopen source code. Secara keseluruhan, ini merupakan pengakuan bahwa enterprise open source adalah masa depan software.

 



Post Views:
2

Continue Reading

IT

Pertama di Indonesia , Indosat Ooredoo Uji Coba Lapangan OpenRAN di Jaringan 4G Berkualitas Video

Published

on

By


 

Indosat Ooredoo menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menjalankan uji coba lapangan OpenRAN (Radio Access Network) yang mencakup pembuktian konsep (proof of concept) dan pengujian fungsional. Uji coba lapangan ini dilakukan di beberapa lokasi di wilayah Maluku sejak Maret sampai akhir April, sebagai bagian dari upaya agresif Indosat Ooredoo dalam meningkatkan dan memperluas jaringan 4G berkualitas video (video grade network) untuk memberikan layanan internet yang semakin baik kepada pelanggannya. Uji coba tersebut didukung oleh Grup Proyek OpenRAN Telecom Infra Project (TIP) dan Parallel Wireless.

OpenRAN merupakan teknologi yang mendukung antarmuka RAN untuk dapat dioperasikan secara terbuka sehingga memungkinkan konektivitas antar perangkat keras dan lunak dari vendor telekomunikasi yang berbeda. Kemampuan disaggregation dalam OpenRAN diharapkan bisa semakin menekan biaya penyediaan jaringan, sehingga dapat menjadi solusi bagi operator seluler dan pemerintah untuk mempercepat perluasan jaringan 4G ke wilayah pedalaman Indonesia termasuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Chief Technology and Information Officer Indosat Ooredoo, Medhat Elhusseiny, mengatakan, “Kami sangat bangga menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang melakukan uji coba lapangan OpenRAN. “

“Keberhasilan uji coba lapangan di beberapa lokasi di wilayah Maluku ini semakin memperkokoh posisi Indosat Ooredoo sebagai pelopor penerapan inovasi teknologi terbaru untuk membangun infrastruktur telekomunikasi dengan lebih cepat sekaligus efisien. Kami percaya fleksibilitas yang ditawarkan OpenRAN khususnya dalam penggelaran jaringan 4G berkualitas video akan berkontribusi positif bagi percepatan pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia,” jelas Medhat, dalam keterangannya, ( 19/04/2021 ).

Sementara itu, David Hutton, Chief Engineer TIP, menyatakan, “Uji coba lapangan ini merupakan langkah yang sangat signifikan menuju adopsi OpenRAN di Indonesia, melalui validasi dari solusi Parallel Wireless terhadap sejumlah kebutuhan yang telah disampaikan Indosat Ooredoo kepada Grup Proyek OpenRAN TIP. Hasil uji coba ini akan menjadi sarana pembelajaran bagi komunitas TIP OpenRAN dan membuat kemajuan lebih lanjut untuk memperluas adopsi teknologi OpenRAN secara global.”

Anuj Sharma, Director of Sales Parallel Wireless, menambahkan, “Sebagai inovator terdepan di kawasan ini, Indosat Ooredoo telah menetapkan standar baru secara global untuk menyediakan layanan internet yang lebih baik bagi pelanggan mereka, dengan memvalidasi OpenRAN virtual.

“Indosat Ooredoo merupakan operator seluler pertama di Indonesia yang menjalankan validasi lapangan dari teknologi LTE 900 berbasis cloud yang canggih dalam arsitektur OpenRAN mereka dan berhasil memberikan kualitas jaringan 4G yang sama dengan RAN konvensional. Kami bangga bisa mendukung Indosat Ooredoo dalam menata kembali infrastruktur nirkabel mereka, memastikan akses yang setara, dan memberikan pengalaman data terbaik di Indonesia,” tegas Anuj Sharma.

Uji coba lapangan akan dilakukan selama satu bulan penuh untuk melihat kinerja dan keandalan dari perangkat OpenRAN yang dihubungkan dengan peralatan RAN konvensional lainnya.

Sejauh ini data statistik yang diperoleh menunjukkan bahwa OpenRAN berhasil memenuhi kriteria indikator kinerja utama (KPI) sesuai standar 3GPP Release 15 yang berlaku global dan siap mengadopsi teknologi masa depan.

Pengalaman pengguna dalam melakukan aktifitas internet menggunakan koneksi data juga sangat baik. Streaming video dari YouTube dan aktifitas panggilan video berjalan lancar tanpa buffering. Aktifitas mengunduh dan mengunggah bisa dilakukan dengan cepat.

Hal ini dimungkinkan oleh kemampuan perangkat OpenRAN untuk menghasilkan kecepatan unduh hingga 22 Mbps di jaringan 4G LTE 900 MHz dengan lebar sprektrum frekuensi 5 MHz, setara dengan kinerja perangkat RAN konvensional lainnya.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Telecom Infra Project dan Parallel Wireless yang telah mendukung penuh uji coba lapangan OpenRAN ini. Kami yakin dengan semakin banyak masyarakat Indonesia yang terjangkau jaringan 4G berkualitas video Indosat Ooredoo, maka semakin besar pula potensi sumber daya yang bisa menggerakkan perekonomian nasional untuk #BisaBangkitBersama di masa yang penuh tantangan ini,” tutup Medhat.

 

 

 



Post Views:
2

Continue Reading

IT

Resmi Hadir di Indonesia, Aplikasi Helo Hadirkan  Konten Lokal Sebagai Wadah untuk Berkreasi, Terkoneksi, dan Mendapatkan Informasi Terbaru

Published

on

By


 

Industri Platform  digital Indonesia semakin ramai  dengan adanya Aplikasi  Helo. Setelah masuk ke Indonesia di akhir tahun lalu, aplikasi Helo kini resmi diperkenalkan kepada publik Indonesia.

Helo adalah sebuah platform digital terintegrasi yang mewadahi seluruh pengguna untuk menginspirasi kebebasan berekspresi, memberdayakan budaya yang beragam, dan mendekatkan komunitas.

Helo yang merupakan bagian dari perusahaan ByteDance, yang hadir membawa angin segar di industri platform digital di Indonesia melalui aplikasi terbaru dengan menghadirkan kumpulan konten lokal dari pengguna dan kreator di Indonesia.

Hasil riset dari Hootsuite dan We Are Social bertajuk Digital 2021: Indonesia menunjukkan  bahwa bertemu komunitas baru dengan aplikasi social networking, mencari hiburan dengan aplikasi entertainment atau video, dan saling terhubung dengan aplikasi messenger merupakan tiga perilaku tertinggi pengguna Indonesia mengakses mobile apps.

Melihat tren tersebut, Helo berkomitmen untuk menggabungkan ketiganya dengan menghubungkan beragam komunitas sekaligus menyediakan platform untuk mengekspresikan diri secara menyenangkan dan unik.

“Aplikasi Helo hadir untuk masyarakat Indonesia sebagai wadah untuk berkreasi, terkoneksi, dan mendapatkan informasi baru yang menghibur dan komplit. Keunikan Helo sendiri terletak pada kumpulan konten lokal dari berbagai pengguna dan juga kreator di Indonesia, serta keragaman budaya di dalamnya,”  ujar Indira Melik, Country Head of Operations Helo Indonesia, saat peluncuran peresmian Aplikasi Helo di Indonesia, Kamis ( 15/04/2021).

“Kami berkomitmen untuk menghubungkan antar pengguna agar dapat dengan mudah berkolaborasi dan menambah wawasan. Harapannya, Helo dapat menjadi go-to platform dengan dukungan fitur canggih sebagai sumber informasi dan koneksi masyarakat dalam satu aplikasi bagi siapapun,” tegas Melik.  

Sebagai platform digital pendatang baru, Helo menawarkan berbagai keunikan dan keseruan yang telah disesuaikan dengan pasar Indonesia, antara lain:

  • Pengguna Helo bisa menikmati kumpulan konten lokal dan keragaman budaya, termasuk unggahan dari pengguna atau kreator, video lucu, berita hiburan, dan emotional status (menyerupai quotes). Untuk fitur sendiri, Helo dilengkapi music video template dan kumpulan stickers yang lengkap.
  • Helo memungkinkan pengguna dengan pengguna lain terhubung dalam jaringan yang luas melalui konten dan unggahan yang tersedia dalam berbagai format, tidak hanya berbentuk video, namun juga dapat berupa foto, gambar, dan teks. Pengguna dengan minat dan ketertarikan yang sama dapat secara mudah dan cepat berkolaborasi, berekspresi, serta membangun sebuah komunitas di Helo.
  • Helo sebagai platform digital yang didesain untuk pengguna yang memiliki mobilitas tinggi dan produktif, di mana dalam satu aplikasi pengguna dapat memperoleh informasi dan hiburan sekaligus.
  • Aplikasi Helo memiliki fitur Tren Helo, fitur yang memungkinkan pengguna dapat mengakses berita atau tren terbaru (trending news) yang ramai diperbincangkan warganet. Tren Helo akan selalu memperbaharui berita atau tren secara real time sehingga pengguna tidak akan pernah tertinggal kabar aktual.
  • Lingkungan di dalam Helo terpercaya dan aman sehingga mendorong pertukaran ide dan perspektif yang lebih bertanggung jawab dengan penerapan kebijakan dan pedoman komunitas.

Atmosfir dan beragamnya fitur yang ditawarkan Helo sangat cocok bagi mereka yang memiliki berbagai kesibukan, salah satunya bagi Amanda Manopo, artis/selebritis yang tengah naik daun dan memiliki basis penggemar yang luas.

“Di Helo, setelah bergabung dan menikmati fiturnya, aku bisa merasakan perbedaannya karena aku bisa lebih leluasa dalam berekspresi dan menjadi diri sendiri seutuhnya. Satu aplikasi bisa memenuhi banyak kebutuhanku. Itulah yang membuatku menikmati aplikasi Helo, di mana aku bisa berkreasi secara orisinal, bertemu komunitas yang seru, termasuk terhubung dengan penggemarku secara lebih dekat,” kata Amanda.

Deretan nama artis atau public figure  lainnya yang juga sudah bergabung di Helo diantaranya, Ariel Noah, Atta Halilintar, Edho ZellNagita Slavina dan Sandra Dewi.

Sandra Dewi, artis yang juga content creator, yang hadir  dalam acara peresmian Helo tersebut, mengungkapkan bahwa  ia merasakan hal yang sama.

“Walaupun aku termasuk baru sebagai pengguna aplikasi Helo, aku merasakan sekali di sini aku bisa memberikan pendapatku mengenai banyak hal dengan cara yang kreatif,” ungkap Sandra Dewi dalam paparannya, saat acara tersebut, Kamis ( 15/04/2021).

“Selain itu, aku bisa terus update karena aku selalu memantau berita dan topik yang hangat dengan cepat. Di Helo ini banyak konten menghibur yang dapat mengisi waktu luangku atau saat jeda di antara berbagai kesibukanku,” ujar Sandra menambahkan.

Ke depannya, Helo akan terus menyediakan konten yang seru dan beragam, serta interaksi selebriti dan tren terkini kepada para pengguna di Indonesia, melalui berbagai kampanye seru yang cocok dengan kebudayaan dalam negeri.

 

 

 



Post Views:
5

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 Eksekutif.ID | Kerjasama dan kolaborasi silahkan email: eksekutifmatra@gmail.com. Hotline 0816-1945-288