BERBISNIS

Red Hat Inc. Gelar Red Hat Hybrid Cloud di 11 Negara APAC

165Views

Ket.Foto  (ki-ka) :  Rully Moulany, Country Manager PT Red Hat Indonesia; Saiful Islam, Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan Kementrian Keuangan; Damien Wong, VP & GM Asian Growth and Emerging Market Red Hat; serta Brendan Paget, Director of Product Portfolio APAC Office of Technology.

 

Red Hat Inc. menggelar Red Hat Hybrid Cloud Series  yang menjelajahi 11 negara di Asia Pasifik dengan mengusung tema “Bridge Your Clouds, Build Your Future”. Hal itu diungkapkan dalam acara  konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (11/07/2019).

Acara tersebut  dihadiri  oleh Rully Moulany, Country Manager PT Red Hat Indonesia; Saiful Islam, Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan Kementrian Keuangan; Damien Wong, VP & GM Asian Growth and Emerging Market Red Hat; serta Brendan Paget, Director of Product Portfolio APAC Office of Technology.

Pada  kesempatan yang sama Red Hat juga meluncurkan Red Hat Enterprise Linux 8 dan Red Hat Open Shift 4.

Acara   Red Hat Hybrid Cloud Series   adalah  sebuah acara untuk pakar strategi dan praktisi hybrid cloud. Berlangsung di seluruh Asia Pasifik, acara tersebut akan menjelajahi 11 negara di kota-kota besar di Asia, seperti Beijing, Bangkok, Hong Kong, Jakarta, Kuala Lumpur, Mumbai, Manila, Seoul, Singapura, Taipei dan Tokyo.

Dengan mengusung tema, “Bridge Your Clouds. Build Your Future”, Red Hat ingin berbagi bagaimana perusahaan dapat mempercepat dan merancang strategi hybrid cloud untuk mempercepat inovasi dan memberikan keunggulan yang kompetitif.

Acara utama di event tersebut  membahas strategi open hybrid cloud Red Hat dan berbagi wawasan bisnis tentang aplikasi cloud-native dan Kubernetes. Eksekutif Red Hat juga akan memberikan arahan bagaimana organisasi dapat mengimplementasikan infrastruktur hybrid cloud dengan Red Hat Enterprise Linux 8 dan Red Hat OpenShift 4. Juga akan ada demo teknis dan pengalaman pelanggan.

Seperti diungkapkan oleh Damien Wong, VP & GM Asian Growth and Emerging Market Red Hat, yang mengungkapkan bahwa tahun ini, piranti lunak dan aplikasi yang menggunakan Red Hat Enterprise Linux akan mencapai $10 triliun dari seluruh pendapatan bisnis global, seperti yang diperkirakan oleh IDC dalam laporan dampak Red Hat Enterprise Linux terhadap ekonomi, yang disponsori oleh Red Hat.

Lebih jauh Damien mengungkapkan bahwa berdasarkan data IDC , ada 70 persen pelanggan sudah menggunakan multicloud dan 64 persen aplikasi dalam portofolio IT saat ini telah berbasis lingkungan cloud, baik publik maupun pribadi.

“Red Hat Enterprise Linux 8 membangun fondasi untuk portofolio hybrid cloud Red Hat dan mendukung beban kerja operasi yang membentang dari pusat data perusahaan ke beberapa cloud publik. Red Hat OpenShift 4 adalah generasi berikutnya dari platform enterprise Kubernetes yang tepercaya milik Red Hat, direkayasa ulang untuk mengatasi rumitnya dari orkestrasi container dalam sistem produksi,” ungkapnya.

 

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: