Majalah Eksekutif

Refleksi Akhir Tahun 2019, Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN)

123Views

Program cegah narkoba sangat didukung oleh tokoh agama, aktivis anti narkoba & relawan. Banyak cerita dibalik foto-foto, mengenai hal yang human interest, ketika berinteraksi dengan masyarakat titik-titik terluar bangsa ini. Di titik-titik ujung daerah di Papua hingga Sumatera Utara dan Aceh.

EKSEKUTIF.id —  Menjadi bagian dari refleksi akhir tahun 2019, program nasional Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai leading sector dalam penanganan permasalahan narkotika di Indonesia.

“Relawan anti narkoba wilayah terdepan dan terluar, merupakan penyuluh, inisiator dan juga fasilitator. Mereka menjadi penghubung antara masyarakat umum dengan BNN,” ujar Anjan Pramuka, kepada pimpinan redaksi /owner media digital di gedung BNN lantai tiga, Cawang, Jakarta Timur.

Polisi yang dikenal galak dengan bandar narkoba, kini tampak humanis ketika dalam beberapa bulan ini melakukan sosialisasi P4GN (Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), baik itu di institusi pemerintah dan swasta, termasuk ke daerah terpencil di seluruh Indonesia.

Pencegahan penyalahgunaan narkoba yang merusak raga tetapi juga bisa merusak tatanan negara Indonesia, memang dihadang BNN, antara lain, dengan upaya strategis di mana salah satunya adalah Relawan Anti Narkoba.

Di hadapan pimpinan media digital Indonesia, Anjan mengakui program cegah narkoba sangat didukung oleh tokoh agama, relawan & hingga BNN bisa bekerja optimal. “Banyak cerita dari tim kami, yang human interest, mengenai masyarakat titik-titik terluar bangsa ini,” ujarnya.

Program yang melibatkan relawan anti narkoba, sebagai garda terdepan dalam rangka pencegahan, pemberantasan, dan penyebaran informasi terhadap bahaya narkoba.  Pencegahan bahaya narkoba secara nasional  bergerak ke titik-titik ujung daerah di Papua hingga Sumatera Utara dan Aceh.

“Jajaran BNN beserta relawan anti narkoba mengantisipasi narkoba,” ujar Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) memaparkan.

Polisi berbintang dua itu menjelaskan, bahwa BNN selalu sinergi dengan pelbagai komponen di masyarakat. Para relawan di masing-masing provinsi yang sudah disaring dan kini dibina oleh BNN, secara ikhlas bekerja dan bekerja.

Anjan Pramuka ketika bercerita program cegah narkoba digital hingga kerja relawan ke pelosok-pelosok tanah air.

Lewat program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) melibatkan tiga pilar yaitu TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), dan pemerintah daerah (kepala desa, lurah, dan puskesmas). “Kami juga melibatkan tokoh agama dan petinggi ormas, kami asesmen,” ujar Anjan.

Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN itu dilatih, diberi pemahaman, kemudian diberi penugasan. Dengan Siparel (sistem pelaporan relawan), menggunakan gadget, aplikasi dengan target satu bulan minimal 15 kali kegiatan.

Anjan menjelaskan, gerakan anti Narkoba, hingga ke basis massa semua lini. “Mereka menjadi ujung tombak dalam mencegah dan memberantas peredaran narkotika yang sudah sangat memprihatinkan,” ujarnya mengenai jarak tempat tinggal relawan ke kantor BNNP, yang sangat jauh, juga dengan tak menjadikan relawan turun semangat. Tapi, sebaliknya.

“Mereka minta kegiatan relawan seperti ini, dibuat lagi untuk tahun 2020,” demikian Anjan bersaksi.  Maka,  BNN pusat berjanji memfasilitasi relawan dalam hal surat pengantar untuk relawan. Termasuk menyiapkan alat peraga untuk sosialisasi, semacam stiker dan leaflet.

Untuk kelangsungan relawan, BNN juga menyiapkan segala hal jika keamanan mereka terjun ke lokasi penyuluhan, misalnya diancam. Kordinasi dengan pihak kepolisian di masing-masing desa, tokoh agama, menjadi komitmen untuk generasi penerus bangsa terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Mereka yang bersedia mengabdi secara ikhlas, tanpa pamrih, dan tanpa diberikan imbalan. “Juga memiliki kemampuan dan kepedulian sebagai penggerak penyebarluasan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba,” jelas Anjan yang juga mengingatkan, cinta kasih keluarga merupakan musuh besar sindikat narkoba.

Lebih lanjut, polisi yang sebelumnya banyak bertugas di bidang pemberantasan narkoba ini mengatakan, “Pencegahan penyalahgunaan narkoba menggali dan menfasilitasi potensi positif. Agar semua pihak, mampu menolak dan melawan segala bentuk ancaman narkoba.”

Relawan Aceh terus bergerak melakukan sosialisasi P4GN di lingkungan sekolah, ibu-ibu PKK hingga pendampingan ke IPWL.
Penyuluhan P4GN bersama Anak-anak SDKecamatan Balige

 

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -
redaksi
the authorredaksi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: