• Homepage
  • >
  • Nasional
  • >
  • Relawan Eksekutif Dukung Capres dan Cawapres Era Now, Prabowo-Sandiaga

Relawan Eksekutif Dukung Capres dan Cawapres Era Now, Prabowo-Sandiaga

  • Redaksi
  • 11 Agustus 2018
  • 0

“Kami sangat berharap, tim ekonomi Prabowo dan Sandiaga, tidak seperti sekarang yang melakukan kebijakan ekonomi tidak memahami masyarakat saat ini. Seperti hidup di langit ke tujuh,” ujar Sam Edi, CEO perusahaan Singapura yang ada di Indonesia.

EKSEKUTIF.id — Relawan pendukung Calon Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno (Cawapres) mendeklarasikan diri lewat media sosial. Siap tempur di dunia digital, terutama untuk tim pemenangan non partai.

Para relawan yang terdiri dari kaum Eksekutif dan para CEO, pemimpin perusahaan dan enterpreneur sedang menyusun program “kopi darat relawan”, untuk mendukung pria yang masuk dalam daftar orang terkaya versi majalah Forbes, pada 2009 lalu.

“Kami ingin bisnis jalan, tidak seperti sekarang yang mandeg. Para pebisnis bingung,” ujar eksekutif dari sebuah perusahaan swasta, pria yang menyebut kodenya 81, yakni 08 kode dari Prabowo dan O1 adalah dari kata uno yang berarti satu.

Bersama teman-temannya menyebut dirinya sebagai relawan eksekutif, mendukung Sandiaga Salahudin Uno, pria kelahiran Pekanbaru, 28 Juni 1969.

Sandiaga yang Wakil Gubernur DKI Jakarta, 2017-2020, sudah sejak dulu sampai sekarang, rutin keliling Indonesia menjadi narasumber seminar wirausaha. Tanpa bayaran, tanpa motif politik.

“Kami sangat berharap, tim ekonomi Prabowo dan Sandiaga, tidak seperti sekarang yang melakukan kebijakan ekonomi tidak memahami masyarakat saat ini. Seperti hidup di langit ke tujuh,” ujar Sam Edi, CEO perusahaan Singapura yang ada di Indonesia.

Punya prestasi sebagai Indonesian Entrepreneur of the Year, 2008, disebut oleh relawan eksekutif untuk Sandiaga Uno adalah, “Ia Sukses sebagai pengusaha muda, terjun ke dunia politik. Blusukan dan menyapa warga Jakarta selama setahun ia lakukan jelang Pilkada DKI 2017.”

Relawan eksekutif menyebut, mantan Wakil Gubernur DKI, yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS terlihat kharismatik dan tenang ini membuatnya sangat cocok dengan tagline kampanyenya “Demokrasi Sejuk”.

Masih menurut relawan eksekutif, anak bungsu dari dua bersaudara dari pasangan Razif Halik Uno dan Rachmini Rachman ini adalah figur yang cocok dipilih oleh kaum milenial, untuk itulah relawan eksekutif mensosialisasikan ke basis massa anak muda/kelompol milenial.

Jika basis massa Prabowo adalah terdiri dari sosok-sosok yang menginginkan pemimpin yang tegas, massa pengusaha dan sektor ekonomi ini sangat berharap Sandiaga sebagai capres dan cawapres mendatang bisa mengurus pertumbuhan ekonomi yang saat ini, hanya bergerak di sekitar 5%.

Relawan eksekutif juga menyoroti tenaga kerja asing yang sekarang ini membludak di tanah air, sehingga terjadi Pemutusan Hubungan Kerja banyak terjadi, termasuk nilai rupiah yang saat ini semakin turun dibanding kurs dollar.

Tumpuan harapan terjadi kepada sosok Sandiaga yang masih keturunan Raja Amai, pendiri Masjid Hunto Gorontalo.

Ayah Sandi bekerja di perusahaan Caltex di Riau dan ibunya yang terkenal dengan nama Mien Uno, terkenal sebagai pakar pendidikan kepribadian.

Setelah Henk Uno (ayahnya) tidak lagi bekerja di Caltex, keluarga Sandiaga Uno pindah ke Jakarta sekitar tahun 1970-an.

Mengenyam pendidikan di SD PSKD, SMP Negeri 12 Jakarta, dan SMA Pangudi Luhur, Sandi Uno kuliah ke Amerika Serikat.

Pada tahun 1990, Sandiaga Salahudin Uno lulus dari Wichita State University, Amerika Serikat, mengambil Bachelor of Business Administration. Kemudian dia bekerja selama setahun menjadi karyawan Bank Summa. Di sini ia bertemu dan berguru dengan konglomerat William Soeryadjaya pemilik Bank Summa.

Tak lagi di bank, Sandiaga memilih melanjutkan kuliahnya di George Washington University, Amerika Serikat, mengambil Master of Business Administration dengan biaya beasiswa.

Dua tahun kemudian, dia lulus dengan IPK 4,0. Setelah itu, dia bekerja di Seapower Asia Investment Limited di Singapura, sebagai manajer investasi sekaligus di MP Holding Limited Group sejak tahun 1994.

Setahun kemudian, ia pindah ke NTI Resources Ltd di Kanada dan menjabat sebagai executive vice president.

Kariernya pun terhalang oleh krisis moneter pada tahun 1997. “Saya rutin ber-dhuha sejak SMA,” ujar Sandi.

Suami dari Nur Asia ini tidak melanjutkan kerjanya karena kantor tempat kerjanya terkena krisis dan sejak itu dia menjadi penganggguran dan tinggal di rumah orang tuanya.

Ayah tiga anak ini mencoba bangkit dan membuka usaha sendiri.

Bersama teman-temannya, salah satunya Rosan Perkasa Roaeslani dan Elvin Ramli, mendirikan perusahaan PT Recapital. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan keuangan. Kebetulan saat itu banyak perusahaan dihantam krisis dan diambang bangkut. Kondisi ini menjadi peluang dan pasar perusahaan Sandiaga Uno.

Secara perlahan Sandiaga membangun perusahaanya dan berhasil. Dia pun membuka bisnis baru dengan cara membeli perusahaan yang bangkrut, lalu dirapikan, dan dijual lagi.

Hingga saat ini, bisnisnya berkembang pesat, dia memiliki diberbagai sektor bisnis, antara lain pertambangan, infrastruktur, telekomunikasi, perkebunan, dan asuransi.

Dalam waktu bersamaan, pada tahun 1999, aktivis HIPMI Jaya 1999-2001 ini juga bergabung dengan Perusahaan Saratoga.

Tidak terlalu sulit bagi Sandi membagi waktu antara Saratoga dan Recapital karena bergerak di bisnis yang berbeda. Saratoga adalah perusahaan private equity, sementara Recapital, konsultan keuangan.

Selain dunia bisnis, ia dikenal sebagai penggemar dunia olahraga, khususnya lari. Sandiaga Uno pernah keliling dunia dan berpartisipasi di 6 World Major Marathons New York (2011), Berlin (2012), Tokyo (2014), Chicago (2014), Boston (2015) dan London (2015).

Ketika usianya 47 tahun, Sandi diangkat sebagai Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia menggantikan Hilmi Panigoro.

Sukses di dunia usaha dan olahraga, anggota KADIN ini pun melirik ke dunia politik.

Mundur dari pengurus Partai Gerindra dan Wakil Gubernur DKI, relawan eksekutif melihat hal ini sebagai contoh anak muda atau figur yang ingin memperbaiki bangsa ini, mengikuti kontestasi pemilihan Presiden secara fair, sebagai adu gagasan.

baca juga: Majalah Eksekutif cetak (print) edisi terbaru — klik ini

IKLAN Majalah Eksekutif – klik ini

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »