Riset Terbaru ACI Worldwide : Transaksi Pembayaran Real-Time Global Melonjak 41% pada 2020 Saat Pandemi COVID-19 

  • Whatsapp


 

Lebih dari 70,3 miliar transaksi pembayaran real-time telah diproses secara global pada 2020, melonjak 41% dibandingkan tahun sebelumnya.  Ketika pandemi COVID-19 secara dramatis telah mengakselerasi tren pergeseran dari transaksi tunai maupun cek menuju pembayaran digital dan real-time.

Laporan global terbaru ACI Worldwide dan GlobalData  yang bertajuk ‘Prime-Time for Real-Time’ tersebut memasuki tahun kedua, setelah  diluncurkan pertama kali pada 2020. Laporan terbaru tersebut  menganalisa dan memperkirakan volume pembayaran real-time, akun-per-akun, di dunia, khususnya di 48 pasar global.

ACI Worldwide dan GlobalData meluncurkan “Prime-Time for Real Time” 2021, sebuah laporan global yang melacak dan menganalisa volume pembayaran real-time, pertumbuhan, dan dinamikanya di 48 pasar global.

Laporan itu juga  memproyeksikan Laju Pertumbuhan Rata-Rata Tahunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) untuk pembayaran real-time akan mencapai 23,6% dari 2020 hingga 2025.

“Pandemi telah menegaskan pentingnya pembayaran digital dan infrastruktur pembayaran yang kuat, sehingga memadatkan inovasi satu dekade menjadi hanya satu tahun saja dan menciptakan perubahan perilaku manusia yang tidak akan kembali lagi seperti dulu, saat nanti kita lepas dari krisis ini,” ujar Jeremy Wilmot, chief product officer di ACI Worldwide, dalam keterangannya, Kamis ( 08/04/2021 ).

“Negara-negara yang mempunyai infrastruktur pembayaran digital yang kuat telah mengatasi dampak ekonomi dari pandemi ini dengan lebih baik dibanding mereka yang tidak. Pembayaran real-time telah memungkinkan pemerintah, bekerjasama dengan institusi-institusi keuangan, untuk mengakselerasi pencairan dan pembayaran stimulus ekonomi yang dibutuhkan oleh warganya. Mereka juga memberikan likuiditas real-time ke perusahaan-perusahaan yang harus beradaptasi dengan disrupsi pada rantai pasokan,”  jelas Jeremy.

Indonesia berada pada tahap pengembangan dalam peluncuran sistem-sistem pembayaran real-time. Negeri ini memiliki semua keunggulan untuk menjadi negara yang mengadopsi pembayaran real-time yang sangat besar. Bank Indonesia (BI) berencana merilis sistem IP (Pembayaran Real Time) yang disebut BI-FAST, sebagai bagian dari Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025. BI-FAST akan menjadi infrastruktur transfer antarbank yang lebih cepat dan segala pembayaran menggunakan kartu.

Ketika pandemi terus mendorong perubahan perilaku konsumen dan dunia bisnis, merchant dan para perantaranya di seluruh ekosistem pembayaran merespons dengan cepat. Mereka memprioritaskan peralihan ke digital untuk melindungi kelancaran aliran pendapatan (revenue) saat ini dan mencari sumber  pendapatan baru melalui pengalaman pengguna yang sepenuhnya digital.

Beberapa  temuan-temuan penting laporan tersebut diantarnya :

Pertumbuhan pembayaran real-time secara global:

  • Jumlah total transaksi real-time pada 2020 adalah 70,3 miliar, naik 41% dari 50,0 miliar pada 2019
  • Persentase untuk transaksi elektronik global pada 2020 adalah 9,8%, naik dari 7,6% pada 2019; diprediksi menjadi 17,4% pada 2025
  • Value untuk transaksi real-time naik 32,8% dari 2019, naik dari US$69 triliun menjadi US$92 triliun; ekspektasinya CAGR akan mencapai 12% pada 2025

 

 



Post Views:
5

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *