BERBISNIS

Sampoerna Gandeng 40.000 Ritel Terapkan Program PAPPRA

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

PT. HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) berperan aktif dalam mensosialisasikan regulasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai larangan penjualan rokok untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun.

foto : (ki-ka) Ibu Hj. Taclis Pemilik Toko Mm-Qia bersama Direktur Sampoerna Ivan Cahyadi saat foto bersama

Inisiatif ini diwujudkan Sampoerna dengan menggandeng 40 ribu Ritel guna menerapkan Program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-anak (PAPPRA).

Program tersebut sudah dilaksanakan sejak  tahun 2013,dan telah menjangkau di Beberapa wilayah Indonesia, Seperti Jakarta,Surabaya, Bali dan Medan.

Direktur Sampoerna, Ivan Cahyadi mengatakan “Program PAPPRA adalah bentuk komitmen Sampoerna untuk mengimplementasikan Peraturan Pemerintah No.109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan khususnya pasal 25 poin B yang melarang penjualan rokok kepada anak-anak di bawah usia 18 tahun.”

lanjutnya, Perusahaan turut berperan aktif dalam mencegah akses pembelian rokok oleh anak-anak dengan melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi secara berkelanjutan, bekerjasama dengan para pelaku ritel.

“Sampoerna memiliki perhatian khusus pada pencegahan akses pembelian rokok oleh anak. Untuk itu,kami sangat bersyukur Sampoerna secara berkelanjutan dapat melaksanakan program PAPPRA selama 5 tahun berturut-turut di berbagai wilayah di Indonesia. tegas Ivan dalam paparan nya kepada pers, di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Menurut Ivan, Sampoerna memiliki komitmen untuk berperan aktif dalam mengedukasi pedagang ritel agar memasarkan dan mempromosikan produk hanya kepada perokok dewasa. Kini, jangkauan program PAPPRA diperluas dengan melibatkan ritel yang tergabung dalam SRC (Sampoerna Retail Community), sehingga ,total jumlah mitra yang berpartisipasi dalam program ini telah mencapai sekitar 40 ribu ritel dari seluruh Indonesia di tahun 2017.

Program PAPPRA diluncurkan sejak Oktober 2013, diawali kerjasama dengan sekitar 4.800 ritel di daerah JABODETABEK. Program ini dilakukan melalui penempatan sticker,wobbler, tent card, dan iklan LCD yang memuat pesan tentang pelarangan penjualan rokok kepada anak-anak dibawah usia 18 tahun.

“Program ini akan diimplementasikan dalam dua kegiatan, yakni penempatan materi komunikasi serta edukasi kepada pemilik atau penjaga toko. Kami berharap jangkauan program PAPPRA akan semakin luas dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan larangan  penjualan rokok kepada anak-anak dibawah usia 18 tahun.” ujar ivan.

Di kesempatan yang sama Hj Tachlis, pemilik toko Mm-Qia yang juga anggota SRC ikut mendukung komitmen Sampoerna dalam pencegahan akses pembelian rokok oleh anak-anak dibawah usia 18 tahun.

“Melalui program PAPPRA , saya menjadi paham bahwa dukungan Sampoerna terhadap toko kami tidak hanya terbatas pada bisnis penjualan namun bagaimana kami dapat menjalankan usaha kami secara bertanggung jawab dan taat pada peraturan yang berlaku di Indonesia.” Ujar Hj.Taclis.

Ivan menambahkan, Sampoerna komitmen untuk terus memperluas jangkauan dan meningkatkan kerjasama dengan pedagang rokok untuk ikut melaksanakan PAPPRA.

Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong berbagai pihak lainnya, baik dari pemerintah, pendidik, orangtua, masyarakat umum, peritel dan pedagang, serta pabrikan rokok seperti Sampoerna, untuk bersama-sama turut berpartisipasi dalam mensosialisasikan regulasi pencegahan akses pembelian rokok oleh anak-anak di bawah usia 18 tahun.

jika semua pemangku kepentingan berkomitmen untuk berperan aktif dalam menyikapi permasalahan penjualan rokok kepada anak di Indonesia melalui berbagai inisiatifnya, Sampoerna yakin kita bersama dapat membantu menemukan solusinya, tutup Ivan.

 

(eks/do)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas