Sering Saring Isi Pesan dan Kaitannya dengan Etika Literasi Digital

  • Whatsapp


JAKARTA,- Bicara mengenai etika di dunia digital, ada berbagai macam hal terkait seperti pesan atau isi konten. Banyaknya pesan yang berseliweran di gadget seharusnya disaring terlebih dulu oleh individu sehingga tidak menimbulkan dampak negatif seperti kecemasan atau menyinggung suatu kelompok.

Adaptasi untuk sering saring isi pesan di era digital ini pun hendaknya mengacu pada nilai dan budaya ketimuran, nilai dan norma masyarakat, apalagi Indonesia memiliki beragam agama, budaya bahkan etnis mencapai 400 jumlahnya. Saat mengoptimalisasi saring berdasarkan budaya ketimuran akan banyak sekali kesempatannya, dan di media sosial setiap hal yang unik pasti banyak peminatnya.

“Sering saring isi pesan dengan kompetensi digital literasi dapat diketahui saat seseorang mencari suatu informasi di internet, seperti memilih atau menghapus yang tidak diperlukan, memahami konteks konten, hingga menggunakannya untuk bisnis atau memperoleh informasi beasiswa,” kata
Anna Agustina, Dekan Fakultas Ilmu Komunikadi Universitas Pancasila saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, Rabu (7/7/2021).

Menyaring isi pesan dan memastikan bahwa bukan hoaks merupakan kewajiban setiap pengguna di internet. Pastikan untuk mengecek kebenaran informasi, isi pesannya harus jelas, tidak melebih-lebihkan, pesan juga tidak mengancam atau minta diviralkan. Setiap orang pun bisa menggunakan fitur cek fakta di berbagai media, agar yakin pesan bukanlah hoaks.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Jawa Barat I Kota Bekasi merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Aditya Nova Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, Seno Soebekti Guru Bidang Matematika, dan Rino Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 5 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *