Skills yang Dibutuhkan untuk Menjadi Content Creator

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Platfom digital era ini erat kaitannya dengan konten. Bahkan, saat ini terdapat julukan “Content is King”, di mana setiap platform mengharuskan kita membuat konten, terutama yang ingin mencari penghasilan dari platform tersebut.

“Konten yang bagus bukan sekadar viewsnya banyak dan likesnya banyak, tetapi konten yang baik justru yang bisa memberikan manfaat, value, dan dampak kepada audiensnya,” jelas Ayu Imanda seorang blogger sekaligus konten kreator, saat menjadi pembicara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (7/10/2021).

Ayu sebagai key opinion leader menyampaikan, tujuan pembuatan konten ini bisa untuk sharing atau media berbagi, hiburan, personal branding, hingga business awareness. Menurutnya, awareness sangat mudah ditingkatkan dan mampu diukur melalui konten-konten di media digital.

Namun, menjadi konten kreator butuh skills atau kecakapan, meliputi soft skills dan digital skills. Soft skills yang paling dibutuhkan konten kreator, yakni kreativitas, public speaking, dan copywriting. Kreativitas dibutuhkan untuk menghadirkan ide konten baru setiap waktunya. Public speaking agar kita mampu menyampaikan review produk dengan jelas, serta copywriting untuk membuat konten menarik dalam bentuk tulisan.

Sementara itu, digital skills ini terdiri atas desain grafis, videografi, dan fotografi. Ketiga digital skills ini berpengaruh pada pembuatan konten kita untuk platform digital. Selain itu, saat ini banyak aplikasi yang menyediakan fitur untuk editing, desain, dan foto. Aplikasi yang bisa dimuat di perangkat seluler kita juga dinilai jauh lebih praktis dibandingkan dengan laptop.

Menjadi konten kreator tidak bisa dikatakan mudah, tetapi juga tidak sulit. Ayu mengatakan, hal yang paling banyak dipertanyakan orang ialah bagaimana agar konten kita mudah ‘naik’. Menurutnya, kita perlu menemukan topik bahasan yang pas agar menemukan pasarnya atau target audiens. Topik ini bisa dimulai dari hal yang disukai. Kemudian, mengasak kreativitas untuk menemukan ide-ide baru. Lalu, tetapkan target dan fokus dari setiap konten kita.

“Berteman dan berkolaborasi itu penting sekali. Kita bisa berkomunitas dan bisa mendapat ilmu dari sana. Bahkan kita juga bisa mendapatkan dan memperluas relasi,” tutur Ayu.

Penting juga untuk kita menghadirkan konten-konten positif yang membuat audiens percaya yang membangun lingkungan digital yang positif. Apapun konten yang kita unggah, pastikan selalu memenuhi etika digital dan tidak bertentangan dengan aturan juga SARA.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (7/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Dee Ferdinand (B2B Digital Strategy Coach), Iman Darmawan (Fasilitator Public Speaking), Arief Lestadi (Founder NAS Consulting & Research), dan Mona Ratuliu (Founder ParentTHINK).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 9 kali dilihat,  9 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *