Connect with us
script data-ad-client="ca-pub-4777880934442148" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

Berita Bisnis

Suarapemerintah.id  Gelar Webinar Nasional  Dukung 200 UMKM Naik Kelas di Tengah Tantangan Pandemi dan Digitalisasi

Published

on


 

 

SuaraPemerintah.id  yang didukung oleh Kementerian Koperasi dan UMKM dan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia  telah menggelar Webinar Nasional Bangga Buatan Indonesia bertajuk “Strategi UMKM Naik Kelas di Tengah Tantangan Pandemi dan Digitalisasi”.

Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi SuaraPemerintah.id Arief Munajad mengatakan bahwa tujuan dari digelarnya webinar tersebut adalah untuk mengedukasi para pelaku UMKM agar bisa memiliki pandangan dan memunculkan berbagai strategi dalam menghadapi berbagai tantantangan.

“UMKM kita harus bangkit dan bisa terus naik kelas. Tantangan adalah keniscayaan yang harus dihadapi untuk berkembang. Kita perlu adaptasi dengan membuat strategi dan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut,” ujar Arief, saat memberikan opening speech di Webinar Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Kamis (18/2/2021).

Webinar Nasional  tersebut dihadiri 200 lebih pelaku UMKM dari seluruh Indonesia tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh dari kalangan pemerintah, media massa, praktisi bisnis, dan para ahli. Hadir sebagai keynote speech, yaitu Kepala Staf Presiden Jend. Purn. Moeldoko yang diwakili oleh Panutan S. Sulendrakusuma selaku Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden. Juga perwakilan dari Kementerian Koperasi dan UMKM, yaitu  Hanung Harimba Rachman, selaku Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UMKM.

Panutan S. Sulendrakusuma selaku Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden mengungkapkan bahwa keberaadaan UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia.

“Dunia usaha kita didominasi oleh UMKM sebesar 99%. Tenaga kerja sebesar 97% diserap UMKM. Sebagian besar rakyat Indonesia mengandalkan penghasilan dari sektor UMKM. Dari sisi out put, UMKM memberikan sumbangan yang tidak bisa diabaikan dalm perekonomian nasional. Sebesar 60% PDB merupakan kontribusi UMKM dan 14% ekpor nasional dilakukan oleh UMKM,” papar Panutan, pada kesempatan tersebut.

Di tengah persoalan pandemi, ujar Panutan, banyak memberikan dampak terhadap UMKM di segala sisi. Penanggulangan COVID-19 menyebabkan turunnya angka penjualan, baik di dalam maupun ekpor, juga mengakibatkan terhambatnya aktifitas produksi. UMKM juga terganggu dalam pembiayaan kelangsungan usaha. Tidak sedikit yang akhirnya terpaksa melakukan PHK dan harus menutup usaha.

“Menanggapi persoalan yang dihadapi, pemerintah segera merancang PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Sejak Mei 2020, total anggaran PEN besar mencapai 589 triliun rupiah di tahun 2020,” jelas Panutan.

Melihat pentingnya peran UMKM, Panutan mengungkapkan bahwa pemerintah sudah mengalokasikan rencana untuk dana pembiayaan UMKM dan koperasi sebesar Rp 157 triliun di tahun 2021. Selain itu berbagai program juga diluncurkan seperti program Bangga Buatan Indonesia (BBI) untuk mendorong UMKM agar mampu beradaptasi dengan era digitalisasi.

Sementara itu, Hanung Harimba Rachman, selaku Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UMKM menambahkan bahwa BBI telah berkolaborasi dengan berbagai kementerian terkait, e-comerce, media massa, dan berbaga pihak swasta untuk mendukung program tersebut.

“Upaya pemerintah duntuk mendorong digitalisasi UMKM dilakukan melalui program gerakan BBI. Sejak kampanye BBI diperkenalkan pada Mei 2020, terdapat 3,8 juta UMKM yang sudah on board, melebihi yang ditargetkan sebanyak 2 juta,” ungkap Hanung.

Hanung mengatakan bahwa meskipun perekonomian sedang lesu, platform digital, terutama e-commerce, membawa angin segar bagi UMKM untuk melanjutkan bisnis mereka. Mengutip survei dari Sea Insight pada Juni 2020, 54% UMKM memanfaatkan media sosial untuk berjualan online.

Sementara UMKM yang berjualan di e-commerce mencapai 45%. Total transaksi di e-commerce pada 2020 lalu meningkat 36% dibandingkan 2019, menurut data dari Bank Indonesia per November 2020. Transaksi di e-commerce tahun lalu senilai Rp286,9 triliun. Bahkan prediksi ekonomi digital Indonesia pada 2025 mencapai 124 miliar USD. Data tersebut disimpulkan bahwa digitalisasi akan memiliki dampak ekonomi yang siginifikan dan berkelanjutan bagi UMKM.

Hanung mengungkapkan bahwa Kemenkop UMKM terus meluncurkan berbagai program dan berkolaborasi dengan semua pihak untuk mendorong UMKM dan mensukseskan program PEN.

“Kami percaya bahwa kolaborasi adalah kunci. Dengan kolaborasi dan dukungan nyata berbagai pihak kami optimis pengembangan koperasi dan UMKM menjadi penyokong ekonomi nasional yang akan semakin baik,” ujar Hanung.

 

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Bisnis

LANXESS Akuisisi Emerald Kalama Chemical

Published

on

By


 

Perusahaan bahan kimia khusus LANXESS mempercepat laju pertumbuhannya dan telah menandatangani perjanjian yang mengikat untuk mengakuisisi 100 persen saham Emerald Kalama Chemical pada tanggal 14 Februari 2021. Perusahaan berbasis di Amerika Serikat tersebut adalah produsen terdepan di dunia untuk bahan kimia khusus, terutama untuk segmen konsumer dan sebagian besar dimiliki oleh afiliasi firma ekuitas swasta Amerika Serikat, American Securities LLC.

Nilai perusahaan Emerald Kalama Chemical mencapai USD 1,075 miliar. Setelah dikurangi item-item setara hutang, nilai pembeliannya menjadi sekitar USD 1,04 miliar (EUR 867 juta*- berdasarkan nilai tukar EUR/USD = 1.20. ) ,  yang akan dibiayai LANXESS dari likuiditas yang dimiliki perusahaan. Transaksi ini diharapkan rampung pada semester kedua 2021. Saat ini masih menunggu persetujuan dari pihak otoritas-otoritas terkait.

Pada tahun 2020, penjualan Emerald Kalama Chemical mencapai sekitar USD 425 juta dan EBITDA pre exceptionals sekitar USD 90 juta. Dalam tiga tahun setelah rampungnya transaksi ini LANXESS mengharapkan tambahan kontribusi EBITDA tahunan sekitar USD 30 juta (EUR 25 juta*) sebagai hasil dari sinergi ini.  Akuisisi tersebut akan memberi tambahan pada nilai laba per lembar saham pada tahun fiskal pertama setelah akuisisi rampung.

Menurut  Matthias Zachert, Chairman of the Board of Management, LANXESS AG, Bisnis Emerald Kalama Chemical sangat sejalan dengan bisnis kami.

“Kami mendapatkan momentum baru dalam jalur pertumbuhan kami. Kami akan terus memperkuat segmen Consumer Protection dan membuka bidang-bidang aplikasi baru dengan marjin yang kuat, contohnya di industri makanan dan sektor kesehatan hewan,” ujar Zachert, dalam keterangan tertulisnya, Senin ( 01/03/2021 ).

“Selain itu, kami juga akan memperbesar kehadiran kami di wilayah pertumbuhan di Amerika Utara. Semua ini membuat kami bisa meraih laba lebih besar dan lebih stabil,” tambah Matthias

Emerald Kalama Chemical memiliki sekitar 500 karyawan di dunia dan mengoperasikan pabrik di Kalama, Washington (AS), Rotterdam (Belanda) dan Widnes (Inggris Raya). Perusahaan ini menghasilkan sekitar 45% dari omsetnya di Amerika Utara.

“Emerald Kalama Chemical beroperasi dengan sangat efisien dengan cara menggabungkan semua aktivitas produksinya hanya di tiga lokasi. Inilah alasan yang membuat kami berharap bisa mengintegrasikan bisnis baru ini dengan sangat cepat,” ungkap Zachert. 

Target ekspansi portofolio di segmen Consumer Protection

75% pendapatan Emerald Kalama Chemical dihasilkan dari bahan kimia khusus di segmen konsumer. Ini termasuk bahan pengawet untuk makanan, aplikasi untuk kebutuhan barang rumah tangga dan kosmetik, perisa dan pewangi serta produk untuk nutrisi hewan. Sisa 25% dari penjualan berasal dari bisnis bahan kimia khusus untuk penggunaan di sektor industri, termasuk plastik dan industri perekat.

Dengan akuisisi tersebut, LANXESS mengejar target ekspansi portofolionya: Perusahaan berada di posisi kuat di dunia dengan bahan aktif anti mikroba dan pengawet, termasuk untuk produk perlindungan konsumer dan kebersihan hewan. Contohnya adalah disinfektan yang efektif melawan virus Corona dan African Swine Fever (Demam Babi Afrika).

 

Continue Reading

Berita Bisnis

Mengusung Gaya Hidup yang Lebih Sehat – bodrex kini Hadirkan Produk Inovatif bodrex Herbal Sakit Kepala Sachet 

Published

on

By


 

Menjaga kesehatan dan kondisi tubuh menjadi kunci penting dalam menghadapi masa pandemi yang masih kita hadapi hingga saat ini. Faktanya, era kenormalan baru saat ini berdampak besar pada perubahan cara bekerja, bahkan gaya hidup masyarakat pada umumnya.

Selama masa pandemi, tidak terelakkan lagi bahwa tubuh manusia mengalami banyak proses adaptasi. Misalnya, masyarakat saat ini banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dan terus menerus menatap layar. Aktivitas work from home bagi sebagian besar orang juga memicu rasa lelah akibat panjangnya waktu bekerja, dan minimnya aktivitas fisik seperti berolahraga.

Kondisi-kondisi di atas kerap berdampak pada masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang sering mendera saat menurunnya kondisi tubuh adalah serangan pusing atau sakit kepala.

Data terbaru dari Departement Physical Medicine, Rehabilitation and Neurosurgery, Johns Hopkins University School of Medicine di tahun 2020 lalu mengungkapkan bahwa menurut para spesialis sakit kepala, banyak pasien telah melaporkan gejala sakit kepala yang memburuk di tahun 2020.

Diyakini sebagian besar hal ini dipicu oleh perubahan rutinitas harian masyarakat akibat kondisi pandemi COVID-19 dan dampaknya yang memicu rasa stres dan cemas. Namun, seiring dengan adaptasi kenormalan baru, menjaga kondisi kesehatan tubuh kini seharusnya menjadi perhatian utama yang tidak bisa ditawar lagi. Penyakit yang terlihat ringan seperti sakit kepala dapat menjadi hal yang serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Menurut sebuah artikel yang baru-baru ini diterbitkan NutritionInsight, terdapat peningkatan permintaan akan obat-obatan dengan kandungan herbal selama masa pandemi. Selain terbuat dari bahan-bahan alami, obat-obatan herbal kini juga dipilih oleh masyarakat sebagai alternatif gaya hidup yang lebih sehat.

Melihat urgensi perubahan gaya hidup masyarakat saat tersebut, sebagai ahlinya sakit kepala sejak tahun 1970, bodrex kini menghadirkan inovasi produk terbarunya, yaitu bodrex Herbal Sakit Kepala.

Audrey Yolanda Gandadjaja, General Manager Brand Communication & Content – Analgesic, Cough & Cold, and Herbal Products PT Tempo Scan Pacific Tbk, mengungkapkan bahwa selama 50 tahun bodrex sudah dipercaya sebagai ahlinya atasi sakit kepala. Diproduksi oleh PT Tempo Scan Pacific Tbk (Tempo Scan) yang juga telah berpengalaman selama 67 tahun sebagai produsen farmasi di Indonesia, bodrex terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

“Kami melihat potensi masyarakat Indonesia yang semakin kritis untuk memilih produk, terutama mereka yang selalu mencari produk yang berkualitas dari bahan herbal alami,” ujar Audrey, baru-baru ini.

“Untuk itulah, bodrex memperkenalkan varian terbarunya, yaitu bodrex Herbal Sakit Kepala Sachet sebagai obat herbal dalam kemasan sachet pertama di Indonesia pada kategori sakit kepala. bodrex ingin menangkap potensi serta mengakomodir permintaan masyarakat akan kebutuhan obat-obatan herbal, terutama dalam bentuk yang lebih praktis. Mengandung 100% herbal, bodrex Herbal Sakit Kepala Sachet telah terbukti efektif meredakan sakit kepala di mana formulanya telah didukung dengan hasil studi ilmiah,” jelas Audrey

“bodrex Herbal Sakit Kepala sebelumnya sudah dipasarkan dalam bentuk tablet, dan kini bodrex Herbal Sakit Kepala Sachet hadir dalam bentuk sirup dalam sachet siap konsumsi yang praktis serta memiliki sensasi rasa yang menghangatkan tubuh. Kami sangat bersemangat untuk memperkenalkan varian baru ini kepada masyarakat Indonesia. Kami harap, konsumen dapat merasakan manfaat alami dari inovasi terbaru bodrex Herbal Sakit Kepala Sachet sebagai pertolongan pertama yang efektif untuk meredakan sakit kepala, bahkan di tengah padatnya aktivitas harian Anda,”  ujar  Audrey lebih lanjut.

bodrex Herbal Sakit Kepala Sachet merupakan P3K atau Pertolongan Pertama pada Pusing Sakit Kepala dalam bentuk sirup cair herbal pertama di Indonesia yang terbuat dari bahan-bahan alami yang sudah terbukti secara ilmiah, seperti Feverfew yang mengandung manfaat anti inflamasi untuk mengatasi sakit kepala, kandungan Willow Bark yang berfungsi sebagai analgesik, antioksidan dan penurun panas, serta manfaat ekstrak Guarana untuk meredakan nyeri ringan serta mendukung bahan natural lain dalam meredakan nyeri.

Tidak hanya terbuat dari 100% bahan herbal dari alam yang efektif meredakan sakit kepala, bodrex Herbal Sakit Kepala Sachet telah memiliki sertifikasi sebagai Obat Herbal Terstandar (OHT) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), di mana keamanan dan khasiatnya telah terstandarisasi, teruji secara ilmiah, dan tersertifikasi halal.

 

 

Continue Reading

Berita Bisnis

Tokopedia Bagikan Tips Pemanfaatan Platform Digital Secara Maksimal

Published

on

By


 

 

Era digital saat ini menuntut  tingkat adaptasi yang tinggi, terlebih bagi para pekerja di media masa khususnya jurnanis. Pasalnya, era kompetisi dan kemajuan teknologi yang kiat pesat perkembangannya. Terlebih lagi adanya berbagai Platform digital  yang samakin beragam dan sangat masif perkembangannya.

Hal itu menuntut para jurnalis untuk dapat beradaptasi dan memanfaatkan semaksimal dan sebijak mungkin.

Oleh karena itulah Tokopedia kembali menggelar virtual workshop untuk jurnalis. Kali ini mengangkat tema ‘Bagaimana Jurnalis Memaksimalkan Konten di Platform Digital’ dan menghadirkan Jurnalis dan Content Creator, Danang Arradian atau yang biasa disapa Cakdan.

External Communications Senior Lead, Ekhel Chandra Wijaya, mengatakan, “Menjadi relevan adalah kunci beradaptasi di era digital.”

“Sangat penting mengetahui cara membuat konten yang sesuai untuk masing-masing platform agar tetap diminati. Tokopedia pun terus mengoptimalkan platform digital untuk mengakomodir kebutuhan pengguna,” ungkap Ekhel, saat pemaparannya dalam acara virtual workshop untuk jurnalis, Jumat ( 26/02/2021 ).

Sementara itu Danang Arradian atau yang biasa disapa Cakdan, pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahawa adanya berbagai paltform digital saat ini menuntuk kita untuk senantiasa harus beradaptasi dan dapat memanfaatkan  platform digital secara maksimal dan bijak.

Berikut adalah tips memaksimalkan konten di platform digital  menurut Cakdan :

  1. Kenali Platform dan Audiens – “Beda platform tentu beda karakter konten dan audiens, maka sangat penting untuk mengetahui cara membuat konten yang sesuai pada masing-masing platform,” jelas Danang.

2.  Kuasai Topik – Selain mempelajari karakter masing-masing platform digital, penting juga untuk memahami topik secara mendalam. Lakukan riset, wawancara dengan narasumber untuk mendapatkan informasi lebih akurat dan relevan.

3. Berpikir Terbuka dan Cepat Beradaptasi – Terbuka terhadap tren baru, khususnya di tengah transformasi digital yang semakin pesat, dapat memberikan informasi, serta pengalaman baru untuk terus berinovasi.

4. Kuasai Public Speaking hingga SEO – Sangat penting menguasai berbagai keahlian, seperti public speaking, fotografi, videografi bahkan SEO, untuk menjadi seorang pencerita atau storyteller handal di era digital.

5. Bangun Identitas – Melakukan personal branding untuk membentuk identitas personal di mata publik, menurut Danang, sama halnya seperti menulis feature atau liputan khusus.  “Kepribadian, pengalaman, serta kemampuan pribadi dapat dijadikan angle beragam untuk membangun brand identity,” kata Danang.

6. Kolaborasi dan Aktif Media Sosial – Aktif melakukan networking dan memanfaatkan media sosial dapat memperluas pandangan, serta menjaga diri agar tetap relevan dengan perkembangan yang terjadi di tengah masyarakat.

7. Terus Berkarya Hingga di-Notice – “Jangan takut menciptakan karya karena saat ini ada banyak sekali pilihan platform digital yang bisa dimanfaatkan. Temukan passion-mu, tantang dan tunjukan dirimu!” tutup Danang.

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 Eksekutif.ID | Kerjasama dan kolaborasi silahkan email: eksekutifmatra@gmail.com. Hotline 0816-1945-288