Majalah Eksekutif

Sunu ex. Matta Band Hibur Warga Jatinangor Dengan Lagu Religi

69Views

 

SUMEDANG – Sunu Hermaen atau yang biasa disapa Sunu ex Matta Band menyumbangkan lagu-lagu religi pada acara Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW di Jatinangor Sumedang pada Ahad, (8/12).

Vokalis Matta Band tahun 2006-2008 ini memilih meninggalkan grup yang telah membesarkan namanya dan kini dia lebih fokus pada lagu-lagu religi, baginya hijrah adalah yang utama, karena tidak selamanya manusia akan hidup di dunia namun akhirat lah kehidupan yang sebenarnya, seperti dalam lagu religi yang dinyanyikan bersama grup barunya Medina dengan judul Dunia Sementara Akhirat Selamanya.

Pria kelahiran Bandung 39 tahun ini menyumbangkan enam buah lagu bernuansa religi saat acara Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh Masjid Akhlaqul Muhajirin Bumi Cipacing Permai Jatinangor – Sumedang.

Hadir dalam acara Camat Jatinangor Drs. Syarif Badar Efendi, pemberi ceramah Pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Bandung KH. Rif’at Aby Syahid, Ketua DKM Akhlaqul Muhajirin Asep Abdul Halim S.Sos, MSi, Ketua Panitia Renovasi Masjid Hery Puluala S.STP, MSi, Panitia acara Maulid Dr. Eri Hadiana MPd, Ketua RT dan RW setempat serta tokoh masyarakat turut ambil bagian dalam pelaksanaan acara ini.

Acara diawali dengan pertunjukan lagu-lagu religi yang dibawakan oleh Hadroh UNPAD, Marawis IPDN dan Laila Nasyid Al Masoem, setelah itu acara dilanjut dengan penyerahan santunan kepada anak yatim, penyerahan penghargaan kepada sepuluh tokoh masyarakat yang menjadi inspirasi kemakmuran Masjid Akhlaqul Muhajirin dan diakhiri dengan ceramah dari pimpinan Pondok Pesantren Al Falah Bandung KH. Rif’at Aby Syahid mengenai perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan Agama Islam dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan seluruh umat Muslim di dunia.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Akhlaqul Muhajirin Asep Abdul Halim S.Sos, MSi mengatakan, dengan adanya Maulid Nabi Muhammad SAW ini, hubungan silaturrahmi semakin terjalin, kita berharap Masjid yang dibangun sudah 80 persen ini dapat digunakan untuk Sholat berjamaah 5 waktu setiap hari oleh masyarakat yang ada di Bumi Cipacing Permai.

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -
Hadi Suwarno
the authorHadi Suwarno

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: