BERBISNIS

Survei F5 Networks: Teknologi Menjadi Bagian Penting Strategi Transformasi Digital di Kawasan Asia Pasifik

MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

 

Transformasi digital yang kini menjadi suatu keniscayaan, bagi perusahaan tentu harus dibarengi dengan sistem keamanan yang memadai. Saat ini transformasi digital tak lepas dari pentinggnya teknologi yang digunakan dalam berbagai aplikasi.  Era digital saat ini hampir semua pekerjaan dilakukan dengan menggunakan aplikasi.

Aplikasi menjadi bagian yang sangat penting dalam proses transformasi digital saat ini. Terlebih lagi dengan semakin masifnya penggunaan gadget berupa smartphone, sehingga aplikasi mobile saat ini lebih banyak digunakan dari pada aplikasi yang berbasis web.

Hal-hal di atas diungkapkan oleh Country Manager F5 Indonesia Fetra Syahbana, dalam pemaparan Laporan State of Application Service 2019 , di Jakarta, Selasa ( 12/03/2019).

Dalam paparannya, Fetra menjelaskan bahwa teknologi menjadi bagian penting strategi transformasi digital saat ini. Fetra juga menekankan  pentingnya konsistensi keamanan dalam aplikasi di tengah serbuan peluang digitalisasi bagi perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik. Laporan State of Application Service 2019 menyebutkan bahwa 84% Perusahaan di Asia Pasifik sudah mengarah ke transformasi digital.

Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik tengah menikmati keuntungan dari penggunaan teknologi-teknologi yang sedang berkembang untuk mempercepat proyek-proyek transformasi digital mereka.

Laporan State of Application Services (SOAS) 2019 mengungkap, 41% perusahaan di kawasan Asia Pasifik menerapkan container (teknologi yang dapat mengisolasi sebuah proses dari sistem secara keseluruhan), dan memanfaatkan metodologi pengembangan yang lincah untuk menghadirkan aplikasi yang lebih cerdas dan lebih cepat.

Meskipun pergeseran tersebut memunculkan berbagai peluang baru untuk otomasi dan kelincahan, tingkat kompleksitas juga meningkat. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan menghadapi tantangan-tantangan lain seperti penerapan keamanan yang konsisten dan optimalisasi standar performa yang handal.

Menurut Adam Judd, Senior Vice President, Asia Pacific, China, and Japan, F5 Networks,  ketika perusahaan-perusahaan Asia Pasifik melangkah maju dengan inisiatif transformasi digital mereka, kemampuan untuk memodernisasi portfolio dan infrastruktur menjadi pusat perhatian.

“ SOAS tahun ini menunjukkan bahwa meskipun banyak perusahaan bergerak menuju transformasi digital, kemampuan untuk terus menempatkan keamanan yang konsisten menjadi inti dari layanan aplikasi. Dengan mempertahankan kebijakan, keamanan, dan ketersediaan yang seragam ke seluruh portfolio aplikasi, perusahaan-perusahaan dapat memaksimalkan nilai dari aplikasi (application capital) dan terus menumbuhkan bisnis mereka,” papar Adam Judd, dalam keterangan tertulisnya.

Dalam paparannya Fetra mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik sudah melakukan transformasi digital, yang fokus pada penerapan teknologi-teknologi yang berkembang. Transformasi digital terus menjadi penentu arah strategi yang signifikan di kawasan ini, dengan 66% perusahaan saat ini sudah memiliki atau berencana melakukan proyek-proyek transformasi digital.

Hal ini menekankan pentingnya big data dan berbagai kemungkinan dari big data dan analisis ancaman secara real-time. Australia – Selandia Baru dan India khususnya, mencatatkan pencapaian tertinggi dalam penerapan transformasi digital, yakni masing-masing 93% dan 94%.

Perusahaan-perusahaan di kawasan ini juga tertarik dengan teknologi-teknologi yang sedang berkembang. Tercatat lebih dari setengah responden (56%) sudah menggunakan teknologi seperti container. Seluruh pergeseran ini mengarah pada landskap aplikasi automated yang digerakan oleh bisnis dan tersimpan di cloud—yang dengan ini perusahaan-perusahaan dapat memiliki keunggulan kompetitif yang disertai dengan beragam peluang bisnis baru.

Beberapa hal penting dalam laporan tersebut diantaranya :

  1. Keamanan yang konsisten dan visibilitas adalah kunci di dunia multi-cloud

Tantangan utama dalam adopsi multi-cloud masih seputar upaya untuk menerapkan keamanan yang konsisten di seluruh aplikasi. Secara keseluruhan, hanya 34% responden Asia Pasifik yang merasa yakin dapat menghadapi serangan di sisi aplikasi. Hal ini dapat dipahami mengingat rata-rata perusahaan menggunakan 765 aplikasi web sehingga keamanan aplikasi menjadi isu yang sangat penting. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan ini harus mempertimbangkan hal-hal di luar perimeter keamanan karena firewall jaringan saja tak cukup untuk memberi perlindungan yang memadai bagi aplikasi-aplikasi perusahaan.

Fakta menunjukkan, responden global sudah mengetahui bahwa mengadopsi kombinasi layanan keamanan (WAF [web application firewall], analitik perilaku, kontrol akses aplikasi) akan sangat membantu. Demikian juga, mengoptimalkan visibilitas performa aplikasi sangat penting bagi ‘kesehatan’ digital dan kesuksesan bisnis perusahaan. F5 melihat bahwa perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik memprioritaskan analitik big data (52%), artificial intelligence (42%), dan analitik ancaman secara real-time (38%) untuk tujuan tersebut.

  1. Otomasi dan orkestrasi semakin populer, meski masih ada hambatan

Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik berada di lini depan dalam hal otomasi dan orkestrasi (pengaturan, koordinasi dan manajemen sebuah sistem komputer, middleware dan layanan yang ter-otomasi), dengan 60% responden mengaku sudah menerapkan inisiatif tersebut. Namun, tantangannya masih banyak. Kurangnya pekerja profesional terlatih adalah salah satu yang dirasakan di kawasan ASEAN (52%) dan Jepang (54%), di tengah perjuangan mereka untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja secara global.

Meningkatnya regulasi akibat implementasi undang-undang privasi data juga mempengaruhi Australia-Selandia Baru (58%), ASEAN (51%), dan India (51%) karena ketaatan terhadap regulasi yang dipaksakan akan memunculkan risiko hilangnya data perusahaan dan pencurian IP.

Selain faktor-faktor eksternal, proses bisnis juga terpengaruh oleh kurangnya dana untuk tools baru, sehingga memperlambat adopsi teknologi. Hambatan-hambatan ini juga menunjukkan adanya kebutuhan untuk menghapus kekhawatiran pengguna (end user) terhadap upaya mempercanggih infrastruktur.

Tahun ini, terdapat perbedaan yang sangat mencolok di sejumlah kawasan Asia Pasifik, khususnya dalam hal respon terhadap transformasi digital, teknologi yang sedang berkembang, serta solusi otomasi.

Seiring dengan transformasi digital yang terus mengubah lanskap, menempatkan layanan keamanan yang konsisten akan membantu perusahaan untuk terus melaju dan berkembang. Dengan mempertahankan kebijakan, keamanan dan ketersediaan yang seragam di seluruh portfolio aplikasi perusahaan, mereka akan bisa meningkatkan nilai dari aplikasi dan terus menumbuhkan bisnis mereka.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas