BERBISNIS

Survei Zebra : Dua Per Tiga Karyawan Toko Ritel Yakin Dapat Memberikan Layanan Pelanggan yang Lebih Baik dengan Tablet

 

Zebra Technologies Corporation,  inovator yang mendukung perusahaan skala enterprise melalui solusi dan mitra terbaik agar berbagai perusahaan dapat mewujudkan kinerja yang unggul, mengungkapkan hasil Global Shopper Study tahunan yang ke-11 yang menganalisis sikap, opini, dan ekspektasi para pembeli, karyawan toko ritel dan para pembuat keputusan di industri ritel.

Global Shopper Study tahunan Zebra yang ke-11 tersebut diikuti oleh sekitar 4.725 pembeli, 1.225 karyawan toko ritel, dan 430 pembuat keputusan di industri ritel yang berasal dari Amerika Utara, Amerika Latin, Asia Pasifik, Eropa, dan Timur Tengah yang diwawancarai pada bulan Oktober hingga November 2018 oleh Qualtrics.

Dari hasil studi tersebut menunjukkan bahwa dua per tiga (66%) karyawan toko ritel yang disurvei meyakini bahwa apabila mereka diperlengkapi dengan tablet, mereka dapat menyediakan layanan pelanggan yang lebih baik dan memperbaiki pengalaman berbelanja.

Lebih lengkap hasil studi tersebut  mengungkapkan bahawa sebanyak 55% dari karyawan toko yang disurvei setuju bahwa perusahaan mereka kekurangan tenaga kerja dan hampir setengah (49%) merasa terlalu banyak bekerja.

Para karyawan tersebut menyatakan rasa frustasi karena ketidakmampuan mereka dalam membantu pelanggan, di mana 42% karyawan merasa hanya memiliki sedikit waktu untuk membantu pembeli karena adanya tekanan untuk menyelesaikan pekerjaan lain.

Sebanyak 28% lainnya menyatakan bahwa mereka sulit untuk mendapatkan informasi untuk menolong pembeli. Sebagian besar pembuat keputusan di industri ritel (83%), dan karyawan toko ritel (74%) setuju bahwa pembeli akan mendapatkan pengalaman yang lebih baik jika para karyawan dibekali dengan teknologi.

Di sisi lain, hanya 13% pembelanja yang disurvei sepenuhnya percaya pada toko ritel dalam melindungi data pribadi mereka, yang merupakan tingkat kepercayaan terendah di antara 10 industri yang berbeda. Sebanyak 73% pembeli yang disurvei memilih fleksibilitas untuk mengontrol bagaimana informasi pribadi mereka digunakan.

Menurut Jeff Schmitz, Senior Vice President and Chief Marketing Officer, Zebra Technologies, hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa ekspektasi pembeli tengah meningkat.

“Seiring para pebisnis ritel menjawab tantangan dalam hal fulfillment, mereka juga perlu menyediakan pengalaman berbelanja yang lebih terpercaya dan dipersonalisasi sehingga dapat memberi pelanggan apa yang mereka inginkan, kapan pun, di mana pun, dan bagaimana pun mereka menginginkannya,”  ujar Jeff dalam keterangan tertulisnya, Jum’at (08/02/2019).

Studi ini juga mengidentifikasi ekpektasi yang berbeda tentang dampak otomatisasi antara para pebisnis ritel dan karyawan toko. Hampir 80% pembuat keputusan di industri ritel, dibandingkan dengan 49% karyawan toko, setuju bahwa proses pembayaran di kasir yang dipandu staf semakin tidak diperlukan karena adanya teknologi-teknologi baru yang dapat mengotomatisasi pembayaran. Selain itu, lebih dari setengah pembuat keputusan di industri ini (52%) juga mengubah area point-of-sale (POS) menjadi self-checkout, dan 62% mengubahnya menjadi area pengambilan pesanan online.

Lebih dari setengah pembeli (51%) percaya bahwa mereka lebih terkoneksi dengan smartphone mereka dibanding dengan karyawan toko. Para pebisnis ritel berinvestasi dalam teknologi terkini untuk menjembatani celah ini.

Hampir 60% pelaku bisnis ritel berencana meningkatkan pengeluaran mereka untuk komputer mobile sebesar lebih dari 6% dan lebih dari seperlima pebisnis ritel (21%) berencana untuk mengeluarkan lebih dari 10% untuk  tablet  tahan banting selama tiga tahun ke depan.

Beberapa temuan penting per wilayah :

Asia Pasifik

  • Sebanyak 62% karyawan toko ritel menilai perusahaan mereka secara lebih positif jika mereka diperlengkapi dengan perangkat mobile untuk melakukan pekerjaan.
  • Hampir setengah (49%) karyawan toko ritel mengatakan bahwa perangkat mobile point of sale (mPOS) membantu mereka dalam melakukan pekerjaan dengan lebih baik.

Eropa dan Timur Tengah

  • Sebanyak 74% pembuat keputusan setuju bahwa perkembangan e-commerce mendorong lebih banyak minat dalam solusi fulfillment dan investasi pergudangan.
  • Lebih dari tiga per empat (76%) pembuat keputusan di industri ritel setuju bahwa menerima dan/atau mengatur pengembalikan pesanan online adalah tantangan yang signifikan.

Amerika Latin

  • Baik pembeli (59%) maupun karyawan toko (67%) percaya bahwa pembeli lebih terkoneksi dengan informasi konsumen dibandingkan dengan karyawan toko.
  • Sebanyak 99% pembuat keputusan ritel di bidang IT percaya bahwa mereka memerlukan tool manajemen inventaris yang lebih baik untuk memastikan keakuratan.

Amerika Utara

  • Sebanyak 11% pembeli sepenuhnya mempercayai toko ritel dalam melindungi data pribadi mereka, yang merupakan level kepercayaan terendah dibandingkan industri vertikal lainnya yang disurvei, termasuk kesehatan, lembaga keuangan, dan perusahaan teknologi.
  • Hampir 7 dari 10  karyawan toko (68%) melaporkan bahwa label elektronik akan memberikan dampak positif bagi pengalaman pelanggan, dan 54% pembeli yang disurvei cenderung akan membaca label tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas