Connect with us
script data-ad-client="ca-pub-4777880934442148" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

IT

Survey  NTT  :  96,2% Pelaku Bisnis di Asia Pasifik Memandang Pentingnya Cloud untuk Memenuhi Kebutuhan Bisnis dengan Cepat di saat Pandemi

Published

on


 

 

NTT Ltd., perusahaan layanan teknologi global, telah  merilis Laporan Cloud Hybrid 2021, yang memperlihatkan kebutuhan utama yang diperlukan untuk ketangkasan sebuah bisnis, dan peran yang diberikan cloud hybrid dalam membantu bisnis mencapai ketangkasan tersebut.

Laporan Hybrid Cloud dari NTT mengungkapkan pendorong utama di balik adopsi cloud hybrid.

Sebelum Covid-19, banyak perusahaan telah memulai perjalanan transformasi digital, tetapi pandemi ini memperlihatkan bahwa banyak perusahaan tidak segesit yang mereka pikir sebelumnya. Pandemi ini menunjukkan adanya kekurangan dalam infrastruktur cloud bisnis, sisi keamanan, dan kemampuan arsitektur jaringan yang telah menghambat kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dan tetap gesit.

Pandemi telah memaksa adanya perubahan pada pola pikir budaya di mana organisasi-organisasi global mengadaptasikan rencana ketangkasan mereka dari memulihkan infrastruktu dan aplikasi hingga mengatur karyawan yang bekerja dari kantor dan bekerja dari rumah. Terlepas dari ketidakpastian ini, pandemi telah memberikan peluang yang signifikan untuk mempercepat inisiatif-inisiatif transformasi digital.

Dalam laporan riset yang dilakukan pada 950 pembuat keputusan di 13 negara dengan wilayah terpilih di Asia Pasifik (APAC), menggambarkan adanya peningkatan  ketergantungan pada teknologi, juga ditemukan bahwa:

  • Garis kehidupan bisnis: 90,0% bisnis di APAC setuju bahwa pandemi telah memaksa bisnisnya untuk mengandalkan teknologi lebih dari sebelumnya
  • Manfaat cloud hybridsudah jelas: Dengan 60,3% organisasi-organisasi di APAC secara global sudah menggunakan, atau sedang mengujicoba penggunaan cloud hybrid
  • Cloud hybridadalah masa depan: Studi ini menemukan bahwa 31,6% responden di APAC berencana untuk menerapkan solusi hybrid dalam kurun waktu 12-24 bulan ke depan

Sangat jelas bahwa sekarang ini cloud hybrid dipandang penting untuk pemrosesan berbasis data dan pengambilan keputusan secara real time baik sekarang maupun di masa depan.

Cloud hybrid, jika diterapkan dengan benar, akan menciptakan efisiensi

Selama kurun waktu yang tidak pasti, perusahaan – perusahaan terus memperketat keuangan mereka dan menggunakan cloud hybrid untuk meningkatkan efisiensi biaya serta mendorong kinerja organisasi secara keseluruhan.

Laporan tersebut menemukan bahwa peningkatan kecepatan dalam penerapan aplikasi dan layanan merupakan pendorong terbesar adopsi cloud hybrid (38,8%) di APAC, terutama dengan adanya pergeseran ke model kerja terdistribusi yang memungkinkan karyawan dapat bekerja di dimanapun dan perusahaan perlu mengakses data dan aplikasi dengan cara yang baru, berbeda dan seringkali rumit. Menurut responden di APAC, motivasi terbesar kedua untuk mengadopsi cloud hybrid adalah peningkatan pada kelincahan bisnis secara keseluruhan (38,3%), diikuti oleh total biaya operasional TI yang lebih efisien (34,0%).

Setelah bekerja dengan NTT untuk mengimplementasi infrastruktur TI hybridChristophe Le Caignec, Kepala Operasi TI, di Lefebvre Sarrut Services, mengatakan: “’Infrastruktur kami sekarang memberikan kami untuk fokus pada waktu, sumber daya untuk pengembangan aplikasi dan siklus pengaturan waktu sehingga membantu kami untuk mewujudkan layanan baru untuk dipasarkan lebih cepat.”

Saat ini perusahaan, bagaimanapun, perlu mengimplementasikan cloud hybrid dengan cara yang akan mengoptimalkan lingkungan TI untuk memaksimalkan efisiensi. Inilah sebabnya mengapa lebih dari setengah organisasi (53,6%) sangat setuju tentang kebutuhan untuk terlibat dengan para ahli, seperti penyedia cloud terkelola.

Mengatasi Berbagai Rintangan

Selain memaksimalkan efisiensi biaya, bisnis juga dituntut untuk melakukan perubahan sikap terhadap keamanan dan kepatuhan serta kompleksitas penerapan cloud hybrid. Laporan tersebut menemukan bahwa lebih dari separuh responden di APAC (51,2%) menyatakan bahwa kesulitan dalam mengelola keamanan data merupakan penghalang terbesar dalam mengadopsi cloud hybrid.

Untuk mengatasi hambatan tersebut ,  ketika bekerja di lingkungan yang kompleks seperti itu, maka organisasi-organisasi harus memilih lingkungan TI yang tepat, di mana nantinya secara aman dapat menjadi tuan rumah bagi aplikasi mission-critical mereka yang di tempatkan di cloud publik dan cloud pribadi; dan bekerjasama dengan mitra yang memahami industri tempat mereka bekerja untuk memastikan adanya kepatuhan.

Laporan tersebut  pun telah menemukan bahwa kinerja jaringan dan kurangnya keterampilan juga dianggap sebagai hambatan yang cukup besar untuk pengadopsian cloud hybrid. Apabila keduanya tidak ditangani dengan tepat, saat menerapkan cloud, maka dapat mengurangi manfaat yang ditawarkannya.

Rob Lopez, Executive Vice President, Intelligent Infrastructure di NTT Ltd., berkomentar “Saat bisnis ingin menavigasi di tahun yang baru, mereka harus melihat ke lingkungan cloud hybrid yang telah dioptimalkan untuk ketangkasan, keamanan, dan didukung oleh arsitektur jaringan yang tepat sekaligus memenuhi persyaratan kepatuhan.”

“Hal ini adalah fondasi dari kesuksesan dalam implementasi cloud dan akan memungkinkan bisnis untuk mengatasi segala bentuk gangguan yang dihadapinya,” ungkap Lopez dalam keterangannya, Selasa ( 16/02/2021 ). 

Melakukan Kemitraan untuk Mencapai Kesuksesan

Kolaborasi industri dan bekerjasama dengan para ahli dari eksternal akan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk menyiapkan lingkungan cloud hybrid bagi kelincahan bisnis pada sebuah perusahaan. Saat kami bertanya kepada responden di APAC tentang jenis kemitraan yang digunakan, 70,8% bisnis mengatakan mereka terlibat dengan integrator sistem, sementara 55,4% terlibat dengan konsultan spesialis keamanan informasi atau penyedia layanan keamanan terkelola (MSSP), dengan menggaris-bawahi pentingnya keamanan bagi penerapan cloud.

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IT

Kemendes  PDTT  Resmikan Rutong.ID  –  Salah Satu  Platform  Aplikasi Desa Pintar di Negeri Rutong Kota Ambon

Published

on

By


 

Negeri Rutong adalah salah satu pemerintahan setingkat  desa atau kelurahan di Kota Ambon. Menurut Walikota Ambon Richard Louhenapessy. Menurutnya di Kota Ambon  ada 3 bentuk pemerintahan setingkat desa,  yaitu ada kelurahan, ada desa  dan ada negeri  yang dikepalai oleh seorang raja .  Oleh karenanya Kota Ambon sering dijuluki sebagai salah satu kota  negeri para raja-raja.

Negeri Rutong adalah salah satu Negeri di kota Ambon. Kini negeri tersebut telah membuat sebuah gebrakan baru dengan mencanangkan Negeri Rutong sebagai smart village pertama di Provinsi Maluku.  Hal itu ditandai dengan soft-launch platform digital rutong.id, sebuah platform  aplikasi desa pintar  berbasis web.

Paltform digital Rutong . ID  ini  telah diresmikan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Senin  01/3 / 2021  secara  virtual. Acara peresmiannya dihadiri oleh Menteri Desa PDTT  Abdul halim Iskandar yang diwakili oleh Sekjen Kemendes  PDTT  , Taufik Madjid ,  serta Walikota Ambon Richard Louhenapessy  dan Raja Negeri Rutong  Reza Valdo Maspaitella.

Paltform Rutong.ID yang berbasis web ini memiliki fitur diantaranya :  Fitur Pemerintahan yang berisi  Data Penduduk, Laporan Keuangan, Surat Online, Fitur Bisnis: Rutong Mart, Lelang Online, Papalele Online, Bemneg Online, Fitur Keuangan: Tabungan, Pembayaran, Pinjaman, Asuransi, Fitur Investasi: Emas, Crowdfunding  , Fitur Pendidikan: Sarana dan prasarana untuk memajukan Pendidikan di negeri Rutong,  Forum Komunitas: Sarana untuk bicara bertukar pendapat di masyarakat Rutong dalam berorganisasi serta Fitur  Informasi:  berisi Lokasi Penting, Berita, Event, Galeri (foto-foto kegiatan di Rutong)

Dengan adanya platform digital  Rutong.ID, Negeri Rutong tetap akan mengutamakan adat budaya untuk memajukan perekonomian masyarakat negeri yang berbasis teknologi digital.

Raja Negeri Rutong melihat sudah waktunya masyarakat negeri ini untuk melakukan suatu lompatan digital agar tetap dapat bersaing, baik secara nasional dan global. Dengan langkah awal negeri ini membuat platform digital Rutong.id.

“Mulai hari ini, Negeri Rutong dan masyarakatnya sudah mulai berevolusi. Fitur-fitur yang ada di ‘Rutong.id’ dibuat untuk menunjang tata kelola administrasi pemerintahan negeri yang lebih efisien, efektif dan transparan mulai dari aspek perencanaan, eksekusi program, proses pengadaan di dalam penyelengaraan proyek secara lelang digital dan tata kelola keuangan negeri sampai kepada tata kelola pemberdayaan usaha masyarakat bagi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup berbagai lapisan masyarakat di negeri,” ungkap  Raja Negeri Rutong Reza Valdo Maspaitella, saat peluncuran Rutong.ID, Senin ( 01/03/2021 ).

“Dalam rangka Program Percepatan Pembangunan Negeri “Rutong Maju” dan Peluncuran platform digital Negeri Pintar / Smart Village “Rutong.id”, maka kami di pemerintahan Negeri Rutong sangat bangga dapat mencapai tonggak sejarah pada hari ini dalam acara soft-launch platform digital ini, “ jelas Reza Valdo.

“Untuk itu, saya mengundang partisipasi Diaspora Rutong, baik di Ambon, di seluruh Indonesia maupun yang berada di luar negeri untuk dapat bergabung berpartisipasi didalam Gerakan Bakutongka bagi sebuah Perubahan Paradigma Pembangunan baru Negeri Rutong di era transformasi digital global saat ini. Atas nama Pemerintah Negeri Rutong, saya mengajak Diaspora Negeri untuk berpartisipasi dalam membangun negeri tercinta kita ini!, ” ajak Raja Negeri Rutong ini berharap.

Melalui Gerakan Perubahan Paradigma Pembangunan, Pemerintah Negeri Rutong juga bermaksud melaksanakan kerjasama Pembangunan Kawasan, khususnya di negeri-negeri di wilayah Leitimur Selatan guna membangun Percepatan Pembangunan di kawasan negeri- negeri adat, baik di sektor eco- agro forestry,  Pariwisata dan Perikanan.

 

 

 

 

Continue Reading

IT

Jalin Kolaborasi dengan Siemens dan IBM –  Red Hat Luncurkan Inisiatif Hybrid Cloud untuk Meningkatkan Real-time Value Terhadap Data Industrial IoT

Published

on

By


 

 

Siemens, IBM dan Red Hat telah  mengumumkan sebuah proyek kolaborasi berkaitan penggunaan desain hybrid cloud untuk menghadirkan solusi yang terbuka, fleksibel, dan lebih aman, bagi kalangan manufaktur dan operator kilang. Desain ini akan mendorong terciptanya value yang real time dari data operasional. Dalam satu bulan, sebuah unit manufaktur bisa menciptakan lebih dari 2.200 terabyte data menurut sebuah laporan dari IBM – dan kebanyakan data itu belum dianalisa.

Melalui inisiatif bersama, Siemens Digital Industries Software akan menerapkan pendekatan open hybrid cloud dari IBM, dibangun di atas Red Hat OpenShift, untuk meningkatkan fleksibilitas dalam pemasangan MindSphere®, semacam solusi industrial IoT as a service dari Siemens. Kolaborasi ini akan memungkinkan pelanggan menjalankan MindSphere secara on-premise, menambah kecepatan dan agilitas dalam operasional pabrik dan kilang, serta memberikan product supportupdate, dan konektivitas perusahaan yang seamless melalui cloud.

“Hari-hari ini manufaktur membutuhkan agilitas dan fleksibilitas untuk mencapai ekspektasi tentang kualitas produk yang lebih baik dengan siklus produksi yang lebih pendek,” kata Raymond Kok, Senior Vice President of Cloud Application Solutions di Siemens Digital Industries Software, dalam ketrangannya, Jum’ at ( 26/02/2021 ).

“MindSphere telah memberikan insight yang didorong oleh data (data-driven), kepada para pelanggan, untuk memperkuat operasional mereka melalui Industrial IoT. Melalui kerja sama dengan IBM dan Red Hat, sekarang kami dapat memberikan fleksibilitas kepada pelanggan untuk memilih menjalankan MindSphere di on-premise atau di cloud, untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional mereka dan supaya mereka tambah efisien, gesit, dan responsif di marketplace saat ini,” jelas Raymond

Sementara itu, Manish Chawla, Industry General Manager, Energy, Resources, and Manufacturing di IBM, mengatakan, “Kita melihat bahwa kebanyakan data industrial dihasilkan di luar IT – di dalam operasional manufaktur, supply chain atau produk-produk yang terhubung (connected products) – namun untuk memanfaatkan teknologi digital, kalangan manufaktur biasanya mengirimkan data ke enterprise cloud mereka, atau menurunkan teknologinya,”

Pada kesempatan yang sama Darrell Jordan-Smith, Senior Vice President, Industries and Global Accounts, Red Hat, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Siemens menggunakan hybrid cloud dan dirancang untuk memberikan kepada manufaktur ha-hal terbaik seperti otonomi, kecepatan, dan kendali atas data shopfloor yang diproses di edge, dan koneksi yang lancar ke perusahaan.

“Kolaborasi kami dengan Siemens akan membantu merampingkan operasional di manufaktur melalui penggunaan platform Kubernetes yang terkemuka dan suatu pendekatan open hybrid,” kata Darrell

“Dengan Red Hat OpenShift sebagai platform yang menopang MindSphere, kami mengurangi kerumitan dengan cara memberikan suatu metode yang terpadu kepada manufaktur untuk memasang dan menjalankan MindSphere di dalam sistem mereka atau di cloud. Hal ini membuat pemimpin di perusahaan manufaktur bisa lebih berfokus pada inovasi dan mendorong hasil bisnis yang lebih maksimal lagi,” jelasnya.

Untuk membantu pelanggan meraih manfaat dan kapabilitas sesungguhnya dari kolaborasi ini serta mengurangi risiko TI, konsultan IBM Global Business Services dan Global Technology Services akan menjadi provider layanan terkelola (managed service) dan solusi IoT bagi pelanggan MindSphere Siemens.

MindSphere digunakan oleh perusahaan untuk mengumpulkan dan menganalisa data sensor secara real-time, yakni data-data yang dikumpulkan dari produk, proses pengilangan, sistem, dan mesin-mesin, supaya penggunanya dapat mengoptimalkan produk, aset produksi, dan proses manufaktur, di seluruh value chain, untuk membangun secara real-time apa yang disebut sebagai digital twin.

Dengan mengadopsi Red Hat OpenShift, platform Kubernetes yang terkemuka di industri, sebagai arsitektur on premise yang paling disukai, pelanggan bakal memiliki fleksibilitas untuk mengoperasikan solusi MindSphere secara lokal di sebuah private cloud, atau di aplikasi yang bakal dirancang, melalui model hybrid dan multi-cloud. Nantinya segala yang terjadi di lapangan dapat menjadi insight bagi perusahaan. Melalui penawaran ini, Siemens dan IBM akan membuat pelanggan betul-betul memiliki kendali fisik yang penuh atas data mereka sehingga akan lebih baik dalam memenuhi tuntutan regulasi dan privasi data.

Pengumuman tersebut takkan terwujud apabila tak ada hubungan baik yang sudah berlangsung lama antara IBM dan Siemens, termasuk baru-baru ini diperkenalkannya suatu solusi bersama dengan IBM Maximo yang membuat awet lifecyle pengoperasian produk-produk industri dan permesinan, dengan cara menyatukan operasional engineering dan mengelola data di dalam satu platform.

Kolaborasi bersama Siemens adalah bagian dari program ekosistem IBM dalam rangka mengakselerasi pengadopsian hybrid cloud dan open architecture di seluruh industri yang esensial meliputi manufaktur, energi, smart city, telekomunikasi, dan layanan keuangan. Siemens memanfaatkan Cloud Engagement Fund dari IBM, yang didirikan sebagai bagian dari investasi sebesar US$1 miliar yang dikucurkan oleh IBM ke dalam ekosistemnya, untuk mengakses berbagai sumber daya teknis dan cloud credit untuk mendukung perpindahan workload di sisi client ke lingkungan hybrid cloud.

Upaya-upaya ini terasa semakin penting sebab perusahaan-perusahaan saat ini sedang berusaha mencari jalan keluar dari dampak pandemi ini. Keadaan ini menciptakan kebutuhan yang sangat mendesak untuk mempercepat time to market, meningkatkan fleksibilitas, kegesitannya untuk mendorong terciptanya berbagai inovasi.

 

 

 

Continue Reading

IT

Dassault Systèmes Hadirkan 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Makers  dan 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Students pada Ajang  3DEXPERIENCE World 2021

Published

on

By


 

Dassault Systèmes telah mengumumkan dua opsi baru dalam merancang desain, berkolaborasi, berbagi dan meraih keunggulan: 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Makers dan 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Students. Keduanya diperkenalkan di event virtual Dassault Systèmes’ 3DEXPERIENCE World 2021.

Penawaran baru berbasis cloud yang diumumkan di 3DEXPERIENCE World 2021 tersebut akan menghasilkan keterampilan dan pengetahuan melalui akses ke aplikasi desain digital 3D, engineering, dan kolaborasi yang sangat kuat.

Fitur-fitur barunya akan menghadirkan akses berbasis cloud bagi para maker dan mahasiswa, ke lingkungan digital terkuat di dunia, khusus untuk desain, teknik, dan inovasi kolaboratif.

3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Makers menyatukan para makermentor, dan mewujudkan berbagai ide, membangun koneksi, dan menciptakan kolaborasi. Para pehobi digital dapat berinovasi menggunakan aplikasi 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS Professional, 3D Creator, dan 3D Sculptor, dan membagikan project pribadi mereka ke komunitas Makers Community Madein3D untuk mendapatkan dukungan maupun inspirasi dari seluruh dunia. Komunitas yang terdiri dari para makerinfluencer, dan inovator ini dikurasi oleh Dassault Systèmes.

Bagi pehobi digital, 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Makers menyajikan cara baru untuk mendesain, membagikan, terhubung, serta berkolaborasi dengan komunitas global Madein3D

Sedangkan 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Students akan mempersiapkan para mahasiswa menghadapi dunia kerja yang sangat kompetitif melalui pengembangan keterampilan teknik, kolaborasi, project management, dan data intelligence, yang sangat dicari oleh industri saat ini.

Bagi mahasiswa, 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Students menawarkan pengembangan keterampilan dan sertifikasi yang diakui oleh industri, yang akan membantu mereka mengawali karier.

3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Students, yang dapat digunakan dari mana saja, memiliki fitur antara lain 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS Student; 3D Designer Student dan Collaborative Business; aplikasi Industry Innovator; akses ke komunitas online yang terdiri dari para mahasiswa dan pakar platform 3DEXPERIENCE dari seluruh dunia; dan dua sertifikasi yang diakui industri.

Untuk mendukung peluncuran 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Students, Dassault Systèmes untuk pertama kalinya menyelenggarakan “World Wide Virtual Career Fair” di ajang 3DEXPERIENCE World 2021. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Amerika Utara, Eropa, dan Jepang berkesempatan untuk bertemu dan berjejaring dengan tim rekrutmen global Dassault Systèmes dan pelanggan SOLIDWORKS.

“Dari produk ke platform, dari koneksi hingga relasi… 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS telah mengubah cara para mahasiswa dan makers belajar, berkolaborasi, dan berinovasi,” kata Gian Paolo Bassi, CEO, SOLIDWORKS, Dassault Systèmes, dalam keterangannya, Rabu ( 24/02/2021 ).

“Para mahasiswa dapat menggunakan tool yang tepat sejak dini untuk mengembangkan keterampilan yang dicari oleh industri ini dan meraih kesuksesan di tempat kerja mereka nantinya. Para maker dapat menjadi bagian dari komunitas yang berbagi passion mereka dalam merancang produk dan siap membantu dengan keterampilan dan hasrat untuk berkolaborasi,” tambah Paolo.

Maker dan mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meraih keunggulan dan pengalaman yang sangat berharga. Ini adalah penawaran yang revolusioner dari desktop tradisional SOLIDWORKS dan dikelola oleh platform 3DEXPERIENCE,” jelasnya.

3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Students akan tersedia mulai Mei 2021 dan 3DEXPERIENCE SOLIDWORKS for Makers akan tersedia pada semester kedua tahun 2021, melalui pembelian online yang sangat mudah di platform 3DEXPERIENCE.

 

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 Eksekutif.ID | Kerjasama dan kolaborasi silahkan email: eksekutifmatra@gmail.com. Hotline 0816-1945-288