• Homepage
  • >
  • TIPS
  • >
  • Tahun 2018 Uni Eropa Beri Beasiswa Erasmus Plus kepada 240 Mahasiswa dan Dosen Indonesia

Tahun 2018 Uni Eropa Beri Beasiswa Erasmus Plus kepada 240 Mahasiswa dan Dosen Indonesia

  • Karyoto
  • 14 Juli 2018
  • 0

Untuk ke sekian kalinya  Uni Eropa melalui prgram  Beasiswa Erasmus Plus  setiap tahunnya memberikan beasiswa kepada  masyarakat  Indonesia.

Sejak tahun 2004, sudah lebih dari 1.600 mahasiswa Indonesia yang memperoleh manfaat dari Program Beasiswa Erasmus+. Beasiswa Erasmus+ juga memberikan kesempatan bagi para mahasiswa dan dosen asal Eropa untuk menempuh pendidikan atau mengajar di berbagai universitas di Indonesia. Sejak awal tahun 2018, sebanyak 97 mahasiswa dan dosen dari Eropa telah datang ke Indonesia melalui program ini.

Untuk tahun akademik 2018, sejumlah 240 mahasiswa dan dosen Indonesia berhasil memperoleh beasiswa dari Uni Eropa melalui Program Erasmus+ (Erasmus Plus). Acara penerimaan beasiswa tersebut secara resmi telah dilakukan di Jakarta, Sabtu (14/07/2018) yang diserahkan langsung oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guérend.

Selain dihadiri oleh para penerima beasiswa, acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara Uni Eropa serta dihadiri oleh Pjs. Direktur Intra Kawasan dan Antar Kawasan Amerika dan Eropa dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Virdiana Ririen Hapsari.

Menurut  Duta Besar Vincent Guérend, mengungkapkan bahwa Beasiswa Erasmus+ ini memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk menambah wawasan tentang kebudayaan, bahasa serta sistem akademik yang ada di Eropa, serta bertemu dengan berbagai orang di perguruan-perguruan terbaik di Eropa.

Selain untuk meningkatkan ilmu, menurut Guérend, beasiswa tersebut juga bertujuan untuk memperkaya pengalaman hidup para generasi muda dan membantu meningkatkan saling pengertian dan keterbukaan antar manusia dan budaya.

“Kami berharap beasiswa ini dapat mendukung mereka untuk meningkatkan keahlian di bidang masing-masing dan sekembalinya ke Indonesia mereka akan membawa ketrampilan dan pengetahuan yang bermanfaat untuk negara dan diri mereka sendiri, serta kenangan indah tentang Eropa,” ujar Vincent Guérend, saat penyerahan beasiswa tersebut di Jakarta, Sabtu (14/07/2018).

Para penerima beasiswa Erasmus+  tersebut akan menempuh studi tingkat S-1, S-2, S-3 dan pasca-doktoral di Eropa, baik untuk program gelar maupun non-gelar/ pertukaran. Sebagian dari penerima beasiswa Erasmus+ akan menempuh pendidikan di dua perguruan tinggi (atau lebih) yang terletak di negara Eropa yang berbeda.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Virdiana Ririen Hapsari, mengungkapkan bahwa saat ini dunia kita semakin terjalin erat dibandingkan sebelumnya. Munculnya Artificial Intelligence, Machine Learning, Internet of Things dan Cloud Computing menciptakan peluang ekonomi jika kita dapat bekerja sama untuk memanfaatkannya.

“Oleh karenanya Indonesia membutuhkan lebih banyak ahli Sains, Teknologi, Teknik, Matematika ( STEMS) dan Humaniora, yang dapat berkolaborasi dengan baik di masa depan,” ujar Virdiana pada kesempatan tersebut.

Salah satu penerima beasiswa Erasmus+ adalah Ella Jauvani Sagala, dosen Universitas Telkom yang akan mengikuti program pertukaran dosen ke Spanyol, mengungkapkan bahwa  Erasmus+ memberikan kesempatan yang sangat berharga untuk perkembangan karir kami di masa yang akan datang, berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia serta mendorong terjalinnya kerja sama yang baik antara universitas-universitas di Indonesia dan Eropa.

Penerima beasiswa Erasmus+ lainnya adalah Gilang Mentari Hamidy yang akan menempuh Program S-2 Erasmus Mundus bidang Keamanan dan Cloud Computing, mengatakan bahwa  memperoleh beasiswa Erasmus+ adalah mimpi saya yang menjadi kenyataan setelah usaha saya selama ini dalam mencari sumber biaya untuk kuliah di luar negeri.

“Saya berharap dapat meningkatkan keahlian saya dengan cara mengikuti perkuliahan, penelitian dan magang. Kami akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan civitas akademika dan industri yang dapat memperluas pengetahuan dan jaringan di masa yang akan datang, “ ujar  Gilang.

“Saya berharap program Erasmus+ dapat memberikan manfaat baik kepada masyarakat Eropa dan Indonesia, khususnya dalam memajukan pendidikan, teknologi dan aspek sosial budaya,” tambahnya.

Selain beasiswa Erasmus+, Uni Eropa – bekerja sama dengan ASEAN – juga memberikan 500 beasiswa bagi mahasiswa ASEAN melalui Program EU Support to Higher Education in ASEAN Region (SHARE).

Melalui berbagai program beasiswa, Uni Eropa dan Negara-Negara Anggota Uni Eropa memberikan lebih dari 1.500 beasiswa setiap tahunnya kepada mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi di Eropa.

 

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »