Tata Krama di Ruang Digital Bagian dari Keramahtamahan Orang Indonesia

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Bertolak belakang dengan kesan orang Indonesia selama ini, yang terkenal dengan murah senyum dan keramahtamahannya.

Survey Digital Civility Index (DCI) 2020 oleh Microsoft, netizen Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara dalam hal kesopanan di dunia digital.

Goretti Meiliani Project & Planning Section Head Binus Group mengatakan fakta tersebut menjadi pukulan bagi orang Indonesia yang selama ini dikenal bermoral tinggi dan sangat menjunjung tinggi etika, sopan santun, penuh keramahtamahan dan murah senyum.

“Tapi kenapa jari-jemarinya saat berkomentar kasar-kasar dan lebih parahnya lagi begitu diumumkan hal ini social medianya Microsoft langsung diserbu netizen. Ini seperti mengkonfirmasi netizen Indonesia kasar-kasar,” ujar saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Selasa (16/11/2021).

Dia mengatakan hal yang membuat pengguna internet di media sosial menjadi lupa mengenai etika yakni menganggap digital berbeda dengan kehidupan nyata dan satu arah.

Namun sebenarnya saat berinteraksi di ruang digital, pengguna tetaplah berkomunikasi dengan manusia yang bisa tersinggung dan marah sehingga sama seperti di dunia nyata.

“Sadari keberadaan orang lain di media sosial, seharusnya pengguna bisa mengendalikan emosi dan tidak ikut-ikutan berkomentar buruk,” katanya lagi.

Selain itu saat berada di media sosial, hargai privasi orang lain dan sadari posisi diri misalnya sedang berbicara kepada orang yang lebih tua, guru, atau teman. Jangan lupa untuk menerapkan sikap toleransi dan tidak menyinggung SARA karena sangat sensitif. Etika terkait memberikan informasi turut memengaruhi jejak digital, karena itu sebarkan konten positif, baik itu di What’sApp grup keluarga maupun media sosial.

Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Dona Vennytaria, Owner New Life, Maria Natasya, Internal Communication Strategic Planner CIMB Niaga, Ardie Halim, Kaprodi Managemen Informatika Universitas Buddhi Dharma dan Joana Lee, Fitness & Beauty Enthusiast.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 82 kali dilihat,  81 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *