Connect with us
script data-ad-client="ca-pub-4777880934442148" async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js">

IT

Tingkatkan Akselerasi Transformasi Digital – Aruba Hadirkan Aruba IoT Transport for Azure  dan Aruba Central on Azure 

Published

on


 

Aruba, bagian dari Hewlett Packard Enterprise berkolaborasi dengan Microsoft mengumumkan kehadiran dua solusi baru yang memungkinkan perusahaan-perusahaan mengakselerasi transformasi digital mereka dari edge hingga cloud, dengan melakukan integrasi antara Aruba ESP (Edge Services Platform) dan Microsoft Azure.

Diumumkan di Microsoft Ignite 2021, solusi yang pertama adalah Aruba IoT Transport for Azure, sebuah layanan yang memungkinkan perangkat IoT yang terhubung ke access points (APs) dan controller Aruba melakukan komunikasi dua arah dengan Azure IoT Hub.

Selanjutnya, Aruba juga memperkenalkan platform cloud management Aruba Central yang di-host di Azure. Platform ini menghadirkan solusi cloud networking kelas enterprise dari Aruba, yang saat ini sudah mengelola lebih dari 1 juta perangkat di Azure.

Jalur Ekspres untuk Data IoT

Perangkat IoT adalah ‘mata’ dan ‘telinga’ bagi setiap fasilitas yang dikategorikan ‘smart’. Ketika didukung oleh infrastruktur cloud-native yang aman, value dari data yang dikumpulkan akan meningkat secara luar biasa, khususnya ketika infrastruktur dapat menyediakan data yang berinteraksi secara lancar dengan aplikasi bisnis dan fasilitas di perusahaan.

Semakin baik suatu fasilitas diperlengkapi dengan perangkat-perangkat IoT, semakin hyper-aware fasilitas tersebut. Fasilitas tersebut juga semakin mampu menghasilkan insight yang lebih baik dan lebih lengkap, yang kemudian dapat digunakan di seluruh infrastruktur demi mencapai tujuan bisnis.

Namun, menjalankan perangkat monitoring dan pengendali IoT yang aman dan ekonomis di seluruh fasilitas kerja bisa menjadi tantangan tersendiri. Luasnya cakupan data dan sumbernya, interaksi dengan perangkat IoT lama yang menggunakan protokol non-interoperable, mengamankan jalur data, dan biaya implementasi yang mahal, hanyalah beberapa dari banyak kendala yang mungkin dihadapi perusahaan saat memulai proyek modernisasi fasilitas mereka.

Bekerja sama dengan Microsoft, Aruba mengembangkan Aruba IoT Transport for Azure – merupakan yang pertama kali diterapkan pada aplikasi-aplikasi untuk penggunaan umum– untuk memecahkan masalah-masalah tadi.

Aruba IoT Transport for Azure melipat-gandakan kekuatan dari Aruba ESP dengan cara menyediakan komunikasi data dua arah yang mulus dan aman, dari perangkat IoT yang terhubung ke Aruba AP dan controller, sehingga pengguna dapat mengambil keuntungan dari layanan dan aplikasi yang beragam di Azure.

Aruba IoT Transport for Azure meniadakan gatewayserver, atau aplikasi perantara, sehingga mengurangi latensi dalam prosesnya. Dengan solusi ini juga pengguna dapat menjalankan sistem dan layanan IoT di infrastruktur Aruba yang sudah ada.

Dengan demikian pengguna dapat mengurangi waktu, biaya, dan risiko yang dapat terjadi karena menggunakan solusi-solusi yang dikembangkan sendiri atau yang dikostumisasi. Hal ini membuat pengguna dapat lebih fokus pada upaya memperlengkapi fasilitas mereka, mewujudkan hyper-awareness, dan mendapatkan insight yang lebih mendalam mengenai proses-proses bisnis mereka.

Masalah keamanan selalu menjadi prioritas dalam IoT karena banyak perangkat IoT yang pada dasarnya tidak dapat dipercaya (untrustworthy). Aruba IoT Transport for Azure dirancang dari awal dengan menjadikan keamanan sebagai landasannya. Pengelolaan kredensial dan pengaturan otentifikasi yang fleksibel dan sudah tersedia sejak awal (built-in) akan melindungi data plane dan control plane dari berbagai ancaman keamanan.

Lingkungan Cloud Kelas Enterprise untuk Azure

Lembaga riset teknologi IDC menyatakan bahwa pada 2022 sebanyak 50% infrastruktur yang dibangun akan berada di lokasi edge yang sangat penting, dan pada 2024, lebih dari 75% infrastruktur di lokasi edge akan dijalankan melalui model infrastructure as a service[1].

Namun, mengelola infrastructure as a service yang tersebar membutuhkan platform yang ekstensif, aman, dan sangat scalable. Aruba ESP mengombinasikan unified infrastructure untuk IT, IoT, dan perangkat operational technology (OT), framework keamanan Zero Trust, dan AIOps. Dengan demikian, solusi ini dapat menyajikan platform cloud-native yang menerapkan automasi dan secara terus menerus menganalisa data di seluruh domain untuk memprediksi dan memecahkan berbagai masalah di jaringan edge.

Salah satu elemen terpenting di dalam Aruba ESP, yaitu Aruba Central, adalah layanan cloud-native yang didesain untuk memadukan pengelolaan jaringan kampus, kantor cabang, jaringan remote dan data center. Dengan Aruba Central on Azure admin IT akan dapat mengelola dan mengoptimalkan jaringan dari satu titik kontrol saja.

“Jaringan Edge dan IoT terbukti menghasilkan dampak positif bagi bisnis, namun konvergensinya akan mengalami masalah interoperability di seluruh platform, aplikasi, dan sistem,” kata Michael Tennefoss, Vice President of IoT and Strategic Partnerships at Aruba, a Hewlett Packard Enterprise company, dalam keterangannya, Selasa ( 23/03/2021 ).

“Menyederhanakan pengintegrasian edge di IoT dan layanan cloud dengan menggunakan kemampuan cloud yang canggih dari Aruba ESP dengan ekstensivitas dan kekuatan dari Microsoft Azure akan mengatasi berbagai masalah itu. Apalagi semua itu bisa dicapai tanpa mengorbankan masalah keamanan, pengelolaan, dan keandalan. Azure sudah ada di mana-mana dengan tingkat ketersediaan secara regional mencapai 99.99%, sehingga solusi ini sangat menarik bagi pengguna di seluruh dunia yang menginginkan peningkatan dalam pengambilan keputusan yang tepat dan proses bisnis yang berkelanjutan,” tambahnya.

“IoT membantu perusahaan-perusahaan mengambil keputusan yang lebih pintar—sehingga mereka akan semakin efisien, lebih resilient, dan dapat memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna dan para karyawan mereka,” kata Sam George, Corporate Vice President, Azure IoT, Microsoft.

“Kolaborasi kami dengan Aruba menyederhanakan langkah-langkah yang harus diambil oleh admin IT untuk menambahkan perangkat IoT ke dalam lingkungan enterprise lama mereka. Dengan demikian mereka dapat memakai jaringan Aruba yang sudah ada untuk menghubungkan perangkat-perangkat itu ke Microsoft Azure IoT Hub dalam komunikasi dua arah yang aman. Itu benar-benar hemat biaya, sungguh sebuah langkah yang mulus menuju tranformasi yang powerful,” jelas Sam George.

Aruba IoT Transport for Azure dan Aruba Central on Azure akan tersedia pada musim semi 2021.

 

 

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IT

The State of Enterprise Open Source 2021: Empat Hasil Temuan yang Mengejutkan 

Published

on

By


 

 

Oleh: Gordon Haff, Senior Principal Product Marketing Manager, Red Hat 

Penyelenggaraan The State of Enterprise Open Source Report sudah memasuki tahun ketiga di mana kami meneliti penggunaan dan sikap terhadap solusi enterprise open source. Tahun ini kami mewawancarai 1.250 pemimpin IT di seluruh dunia. Mereka semua belum tentu pelanggan Red Hat dan tidak menyadari bahwa Red Hat adalah sponsor survei ini.

Hal ini membantu kami untuk menghindari tanggapan yang bias atau dipengaruhi. Sebagian besar pertanyaan adalah pengulangan dari tahun-tahun sebelumnya, agar kami dapat menjelajahi tren dari waktu ke waktu. Tetapi kami juga memasukkan beberapa pertanyaan baru dan mendapatkan satu jawaban yang sungguh-sungguh tidak kami duga.

Kami mendorong Anda membaca keseluruhan laporan The 2021 State of Enterprise Open Source: A RedHat Report. Walau begitu, berikut ini beberapa sorotannya:

  1. Transformasi digital adalah use case teratas untuk open source
  2. Enterprise open source adalah engine untuk melakukan inovasi
  3. Keamanan enterprise open source adalah benefit yang penting
  4. Partisipasi vendor dalam berbagai komunitas open source sangat penting

Transformasi Digital Semakin Penting

Mayoritas responden (54%) sekarang mengatakan bahwa transformasi digital adalah penggunaan yang penting dari enterprise open source, naik 11 poin dibandingkan dua tahun terakhir. Kategori-kategori yang terkait erat, seperti pengembangan aplikasi dan DevOps sekarang juga meraih persentase yang sama.

Dapat dikatakan secara umum saat ini adalah masa-masa sibuk untuk upaya melakukan transformasi digital. 2021 Global Tech Outlook yang kami lakukan juga mendapati adanya fokus pada transformasi digital. Transformasi digital berada di urutan teratas prioritas pendanaan IT non-teknis bagi para responden dan sebanyak 21% di antaranya malah sedang melakukan akselerasi strategi transformasi digital mereka, kemungkinan sebagai reaksi terhadap COVID-19.

Modernisasi infrastruktur juga termasuk penggunaan enterprise open source yang paling penting di hampir seluruh kawasan di dunia, meskipun setara juga dengan transformasi digital di kawasan EMEA. Memang tak mengejutkan bahwa akar dari open source kerap berkaitan dengan modernisasi infrastruktur. Momentum enterprise open source di kategori-kategori yang lebih terkait dengan inisiatif bisnis (sebagaimana halnya transformasi digital) tampaknya akan lebih sulit diramalkan.

Adanya akses ke inovasi-inovasi terkini adalah manfaat utama

Jika modernisasi infrastruktur masih menjadi penggunaan yang penting dari enterprise open source, manfaat yang secara historis terkait dengan total cost of ownership yang lebih rendah, saat ini sudah berada di urutan kelima. Sebaliknya, kalau dulu enterprise open source dianggap sekadar alternatif yang lebih murah dan cukup baik ketimbang proprietary software, kini justru semakin dianggap sebagai solusi yang benar-benar lebih baik.

Lebih baik dalam hal apa?

Salah satunya, menurut responden kami, adalah kualitasnya yang kini lebih tinggi, Itulah manfaat utama yang mereka lihat dari enterprise open source. Kemampuannya untuk memanfaatkan teknologi open source secara aman justru sekarang berada di urutan keempat.

Di urutan kedua, manfaat yang mereka rasakan adalah terbukanya akses ke berbagai inovasi. Secara keseluruhan manfaat yang dirasakan oleh pemimpin TI yang kami survei menunjukkan bahwa mereka melihat enterprise open source sebagai cara untuk mendapatkan software mutakhir, yang dapat mereka gunakan di dalam bisnis mereka.

Lebih dari sekadar kualitas dan keamanan

Keamanan, dalam arti tertentu, adalah bentuk dari kualitas. Tetapi manfaat ketiga yang dikutip oleh responden kami ini layak dipertimbangkan secara tersendiri karena beberapa alasan. Pertama, keamanan adalah topik yang hangat. Di sisi lain, dampak keamanan dari ketersediaan source code berdasarkan analogi sistem keamanan fisik dulu selalu menjadi perdebatan (dan sekarang kadang-kadang juga masih).

Tetapi pemahaman bahwa open source code membawa risiko kini semakin berkurang. Faktanya, selain 30% responden yang menganggap bahwa keamanan yang lebih baik termasuk tiga besar manfaat yang mereka inginkan, sebanyak 87% responden justru kini melihat enterprise open source sudah “lebih aman” atau setidaknya “sama amannya” dengan proprietary software.

Kami juga mengeksplorasi sikap para pemimpin IT itu dengan lebih luas. Sebanyak 84% mengindikasikan bahwa enterprise open source “adalah bagian penting dalam strategi keamanan perusahaan saya.” 75% berkata bahwa mereka percaya pada enterprise open source sebab solusi itu sudah menjalani “[…] proses pemeriksaan dan pengujian komersial yang ketat untuk memastikan kualitas code-nya.”

Tempat inovasi dilahirkan

Komunitas-komunitas software open source adalah tempat sebagian besar inovasi-inovasi di industri software dilahirkan. Melihat sekilas tentang semua proyek open source di cloud-native dan machine learning memberikan gambaran yang baik tentang hal ini; dan angka-angka di survei kami mengonfirmasinya.

Penyediaan enterprise open source kepada pelanggan yang paling efektif memerlukan partisipasi aktif vendor dalam proyek-proyek open source di hulu. Begitulah cara kami mengembangkan keahlian yang dibutuhkan untuk mendukung produk kami dengan sebaik-baiknya.

Itulah yang menempatkan kami di posisi terbaik untuk menentukan arah proyek demi kepentingan pelanggan kami. Tapi apakah para pemimpin IT peduli pada semua ini? Apakah mereka melihat perbedaan antara vendor yang mengkonsumsi proyek open source secara pasif versus mereka yang secara aktif membantu memajukan proyek-proyek itu?

Dugaan kami, ketika kami memutuskan untuk menambahkan pertanyaan baru tersebut, beberapa orang barangkali akan peduli. Ternyata kami salah. Saya kira kami tidak memberikan kredit yang cukup kepada para pemimpin TI yang mengikuti survei kami. Sebanyak 38% “lebih cenderung” memilih vendor yang berkontribusi; 45% lainnya “agak lebih mungkin” melakukannya.

Kesimpulannya

Studi enterprise open source yang sudah berlangsung selama tiga tahun memberi informasi yang jelas. Pemimpin TI secara luas memandang software enterprise open source sebagai software yang superior dengan kualitas yang lebih tinggi, mampu menghasilkan lebih banyak inovasi, dan bahkan memiliki tingkat keamanan yang lebih baik ketimbang software alternatif lain.

Selain itu, mereka juga sangat mengapresiasi bahwa nilai lengkap dari enterprise open source disediakan oleh vendor yang secara aktif berpartisipasi dalam model pengembangan open source daripada vendor yang hanya mengemas ulang (repackagingopen source code. Secara keseluruhan, ini merupakan pengakuan bahwa enterprise open source adalah masa depan software.

 



Post Views:
2

Continue Reading

IT

Pertama di Indonesia , Indosat Ooredoo Uji Coba Lapangan OpenRAN di Jaringan 4G Berkualitas Video

Published

on

By


 

Indosat Ooredoo menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang menjalankan uji coba lapangan OpenRAN (Radio Access Network) yang mencakup pembuktian konsep (proof of concept) dan pengujian fungsional. Uji coba lapangan ini dilakukan di beberapa lokasi di wilayah Maluku sejak Maret sampai akhir April, sebagai bagian dari upaya agresif Indosat Ooredoo dalam meningkatkan dan memperluas jaringan 4G berkualitas video (video grade network) untuk memberikan layanan internet yang semakin baik kepada pelanggannya. Uji coba tersebut didukung oleh Grup Proyek OpenRAN Telecom Infra Project (TIP) dan Parallel Wireless.

OpenRAN merupakan teknologi yang mendukung antarmuka RAN untuk dapat dioperasikan secara terbuka sehingga memungkinkan konektivitas antar perangkat keras dan lunak dari vendor telekomunikasi yang berbeda. Kemampuan disaggregation dalam OpenRAN diharapkan bisa semakin menekan biaya penyediaan jaringan, sehingga dapat menjadi solusi bagi operator seluler dan pemerintah untuk mempercepat perluasan jaringan 4G ke wilayah pedalaman Indonesia termasuk daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

Chief Technology and Information Officer Indosat Ooredoo, Medhat Elhusseiny, mengatakan, “Kami sangat bangga menjadi operator seluler pertama di Indonesia yang melakukan uji coba lapangan OpenRAN. “

“Keberhasilan uji coba lapangan di beberapa lokasi di wilayah Maluku ini semakin memperkokoh posisi Indosat Ooredoo sebagai pelopor penerapan inovasi teknologi terbaru untuk membangun infrastruktur telekomunikasi dengan lebih cepat sekaligus efisien. Kami percaya fleksibilitas yang ditawarkan OpenRAN khususnya dalam penggelaran jaringan 4G berkualitas video akan berkontribusi positif bagi percepatan pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia,” jelas Medhat, dalam keterangannya, ( 19/04/2021 ).

Sementara itu, David Hutton, Chief Engineer TIP, menyatakan, “Uji coba lapangan ini merupakan langkah yang sangat signifikan menuju adopsi OpenRAN di Indonesia, melalui validasi dari solusi Parallel Wireless terhadap sejumlah kebutuhan yang telah disampaikan Indosat Ooredoo kepada Grup Proyek OpenRAN TIP. Hasil uji coba ini akan menjadi sarana pembelajaran bagi komunitas TIP OpenRAN dan membuat kemajuan lebih lanjut untuk memperluas adopsi teknologi OpenRAN secara global.”

Anuj Sharma, Director of Sales Parallel Wireless, menambahkan, “Sebagai inovator terdepan di kawasan ini, Indosat Ooredoo telah menetapkan standar baru secara global untuk menyediakan layanan internet yang lebih baik bagi pelanggan mereka, dengan memvalidasi OpenRAN virtual.

“Indosat Ooredoo merupakan operator seluler pertama di Indonesia yang menjalankan validasi lapangan dari teknologi LTE 900 berbasis cloud yang canggih dalam arsitektur OpenRAN mereka dan berhasil memberikan kualitas jaringan 4G yang sama dengan RAN konvensional. Kami bangga bisa mendukung Indosat Ooredoo dalam menata kembali infrastruktur nirkabel mereka, memastikan akses yang setara, dan memberikan pengalaman data terbaik di Indonesia,” tegas Anuj Sharma.

Uji coba lapangan akan dilakukan selama satu bulan penuh untuk melihat kinerja dan keandalan dari perangkat OpenRAN yang dihubungkan dengan peralatan RAN konvensional lainnya.

Sejauh ini data statistik yang diperoleh menunjukkan bahwa OpenRAN berhasil memenuhi kriteria indikator kinerja utama (KPI) sesuai standar 3GPP Release 15 yang berlaku global dan siap mengadopsi teknologi masa depan.

Pengalaman pengguna dalam melakukan aktifitas internet menggunakan koneksi data juga sangat baik. Streaming video dari YouTube dan aktifitas panggilan video berjalan lancar tanpa buffering. Aktifitas mengunduh dan mengunggah bisa dilakukan dengan cepat.

Hal ini dimungkinkan oleh kemampuan perangkat OpenRAN untuk menghasilkan kecepatan unduh hingga 22 Mbps di jaringan 4G LTE 900 MHz dengan lebar sprektrum frekuensi 5 MHz, setara dengan kinerja perangkat RAN konvensional lainnya.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Telecom Infra Project dan Parallel Wireless yang telah mendukung penuh uji coba lapangan OpenRAN ini. Kami yakin dengan semakin banyak masyarakat Indonesia yang terjangkau jaringan 4G berkualitas video Indosat Ooredoo, maka semakin besar pula potensi sumber daya yang bisa menggerakkan perekonomian nasional untuk #BisaBangkitBersama di masa yang penuh tantangan ini,” tutup Medhat.

 

 

 



Post Views:
2

Continue Reading

IT

Resmi Hadir di Indonesia, Aplikasi Helo Hadirkan  Konten Lokal Sebagai Wadah untuk Berkreasi, Terkoneksi, dan Mendapatkan Informasi Terbaru

Published

on

By


 

Industri Platform  digital Indonesia semakin ramai  dengan adanya Aplikasi  Helo. Setelah masuk ke Indonesia di akhir tahun lalu, aplikasi Helo kini resmi diperkenalkan kepada publik Indonesia.

Helo adalah sebuah platform digital terintegrasi yang mewadahi seluruh pengguna untuk menginspirasi kebebasan berekspresi, memberdayakan budaya yang beragam, dan mendekatkan komunitas.

Helo yang merupakan bagian dari perusahaan ByteDance, yang hadir membawa angin segar di industri platform digital di Indonesia melalui aplikasi terbaru dengan menghadirkan kumpulan konten lokal dari pengguna dan kreator di Indonesia.

Hasil riset dari Hootsuite dan We Are Social bertajuk Digital 2021: Indonesia menunjukkan  bahwa bertemu komunitas baru dengan aplikasi social networking, mencari hiburan dengan aplikasi entertainment atau video, dan saling terhubung dengan aplikasi messenger merupakan tiga perilaku tertinggi pengguna Indonesia mengakses mobile apps.

Melihat tren tersebut, Helo berkomitmen untuk menggabungkan ketiganya dengan menghubungkan beragam komunitas sekaligus menyediakan platform untuk mengekspresikan diri secara menyenangkan dan unik.

“Aplikasi Helo hadir untuk masyarakat Indonesia sebagai wadah untuk berkreasi, terkoneksi, dan mendapatkan informasi baru yang menghibur dan komplit. Keunikan Helo sendiri terletak pada kumpulan konten lokal dari berbagai pengguna dan juga kreator di Indonesia, serta keragaman budaya di dalamnya,”  ujar Indira Melik, Country Head of Operations Helo Indonesia, saat peluncuran peresmian Aplikasi Helo di Indonesia, Kamis ( 15/04/2021).

“Kami berkomitmen untuk menghubungkan antar pengguna agar dapat dengan mudah berkolaborasi dan menambah wawasan. Harapannya, Helo dapat menjadi go-to platform dengan dukungan fitur canggih sebagai sumber informasi dan koneksi masyarakat dalam satu aplikasi bagi siapapun,” tegas Melik.  

Sebagai platform digital pendatang baru, Helo menawarkan berbagai keunikan dan keseruan yang telah disesuaikan dengan pasar Indonesia, antara lain:

  • Pengguna Helo bisa menikmati kumpulan konten lokal dan keragaman budaya, termasuk unggahan dari pengguna atau kreator, video lucu, berita hiburan, dan emotional status (menyerupai quotes). Untuk fitur sendiri, Helo dilengkapi music video template dan kumpulan stickers yang lengkap.
  • Helo memungkinkan pengguna dengan pengguna lain terhubung dalam jaringan yang luas melalui konten dan unggahan yang tersedia dalam berbagai format, tidak hanya berbentuk video, namun juga dapat berupa foto, gambar, dan teks. Pengguna dengan minat dan ketertarikan yang sama dapat secara mudah dan cepat berkolaborasi, berekspresi, serta membangun sebuah komunitas di Helo.
  • Helo sebagai platform digital yang didesain untuk pengguna yang memiliki mobilitas tinggi dan produktif, di mana dalam satu aplikasi pengguna dapat memperoleh informasi dan hiburan sekaligus.
  • Aplikasi Helo memiliki fitur Tren Helo, fitur yang memungkinkan pengguna dapat mengakses berita atau tren terbaru (trending news) yang ramai diperbincangkan warganet. Tren Helo akan selalu memperbaharui berita atau tren secara real time sehingga pengguna tidak akan pernah tertinggal kabar aktual.
  • Lingkungan di dalam Helo terpercaya dan aman sehingga mendorong pertukaran ide dan perspektif yang lebih bertanggung jawab dengan penerapan kebijakan dan pedoman komunitas.

Atmosfir dan beragamnya fitur yang ditawarkan Helo sangat cocok bagi mereka yang memiliki berbagai kesibukan, salah satunya bagi Amanda Manopo, artis/selebritis yang tengah naik daun dan memiliki basis penggemar yang luas.

“Di Helo, setelah bergabung dan menikmati fiturnya, aku bisa merasakan perbedaannya karena aku bisa lebih leluasa dalam berekspresi dan menjadi diri sendiri seutuhnya. Satu aplikasi bisa memenuhi banyak kebutuhanku. Itulah yang membuatku menikmati aplikasi Helo, di mana aku bisa berkreasi secara orisinal, bertemu komunitas yang seru, termasuk terhubung dengan penggemarku secara lebih dekat,” kata Amanda.

Deretan nama artis atau public figure  lainnya yang juga sudah bergabung di Helo diantaranya, Ariel Noah, Atta Halilintar, Edho ZellNagita Slavina dan Sandra Dewi.

Sandra Dewi, artis yang juga content creator, yang hadir  dalam acara peresmian Helo tersebut, mengungkapkan bahwa  ia merasakan hal yang sama.

“Walaupun aku termasuk baru sebagai pengguna aplikasi Helo, aku merasakan sekali di sini aku bisa memberikan pendapatku mengenai banyak hal dengan cara yang kreatif,” ungkap Sandra Dewi dalam paparannya, saat acara tersebut, Kamis ( 15/04/2021).

“Selain itu, aku bisa terus update karena aku selalu memantau berita dan topik yang hangat dengan cepat. Di Helo ini banyak konten menghibur yang dapat mengisi waktu luangku atau saat jeda di antara berbagai kesibukanku,” ujar Sandra menambahkan.

Ke depannya, Helo akan terus menyediakan konten yang seru dan beragam, serta interaksi selebriti dan tren terkini kepada para pengguna di Indonesia, melalui berbagai kampanye seru yang cocok dengan kebudayaan dalam negeri.

 

 

 



Post Views:
5

Continue Reading

Trending

Copyright © 2021 Eksekutif.ID | Kerjasama dan kolaborasi silahkan email: eksekutifmatra@gmail.com. Hotline 0816-1945-288