• Homepage
  • >
  • BERBISNIS
  • >
  • Torajamelo Usung Koleksi Terbaik Di Ajang Asian Textiles Exhibition

Torajamelo Usung Koleksi Terbaik Di Ajang Asian Textiles Exhibition

  • Churry
  • 10 Agustus 2018
  • 0

Dalam rangka melestarikan dan meningkatkan kepedulian terhadap perajin tenun, penggiat kain tenun Tana Toraja – Torajamelo, menghadirkan koleksi tenun terbaik dari perempuan pedesaan di ajang “Asian Textiles Exhibition” atau Pameran Wastra Asia. Kali ini Torajamelo menghadirkan koleksi tenun bertajuk “Menenun Cerita Indonesia” di pameran bergengsi yang berlangsung selama sebulan dari 9 Agustus – 9 September 2018 di Museum Tekstil Jakarta.

Bagi masyarakat dan penggemar tenun batik, ada kesempatan menarik untuk mengeksplorasi beragam jenis kain tenun atau wastra sandang berkelas. Tak hanya tenun dari berbagai daerah di Tanah Air, namun juga tenun tradisional dari berbagai negara di Asia yang dihadrikan di “Asian Textiles Exhibition”. Kegitan ini juga menjadi ajang menarik untuk memeriahkan gelaran Asian Games 2018, di mana Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah yang dipusatkan di Jakarta dan Palembang.

Dari sekian banyak wastra yang ditampilkan, tenun dari Tana Toraja yang dihadirkan Torajamelo menjadi salah satu wastra yang cukup memikat. Torajamelo menghadirkan nuansa tenun dari berbagai motif garis-garis yang memikat karya para penenun perempuan dari beberapa desa di Toraja, Mamasa-Sulawesi. Di ajang pameran ini, Torajamelo tak hanya menampilkan koleksi-koleksi tenun yang masih berupa kain, tetapi juga berupa pakaian-pakaian siap pakai ready-to-wear dan cenderamata yang dibuat dari para penenun di Sulawesi tersebut.

“Kami merasa bangga dapat perpartisipasi di Asian Texstile Exhibition ini. Ajang ini merupakan pameran prestesius yang menampilkan tak hanya kain tradisional Nusantara saja, namun juga kain-kain tradisional dari negara-negara Asia lain. Melalui pameran ini, kami ingin tenun dari Tana Toraja yang merupakan warisan budaya nusantara, bisa makin dikenal luas. Dengan begitu, juga bisa membantu mendorong perekonomian para perajin tenun di daerah yang banyak dikerjakan kaum perempuan,” ungkap Dinny Jusuf, Pendiri brand Torajamelo dalam acara talk show di ajang Asian Texstile Exhibition pada (10/8), di Museum Tekstil Jakarta.

Tidak hanya memamerkan hasil tenun, di ajang pameran ini, pendiri Torajamelo Dinny Yusuf dan kawan-kawan juga berupaya menyuarakan hak kaum perempuan untuk memperjuangkan kehidupan sejahtera lewat hasil tenun yang diciptakan. Dalam kesempatan itu, juga dihadirkan pegiat tenun untuk berbagi pengalaman di ajang talkshow seputar penenun, komunitas tenun dan pelestariannya.

“Saya mendirikan Torajamelo karena saya melihat masih banyak kemiskinan dan kekerasan yang dialami para perempuan pedesaan, di mana dengan upaya ini berharap bisa membantu mereka bisa bangkit dan memperbaiki kehidupannya. Harapan saya mereka dapat menambah penghasilan sekaligus menghidupkan seni dan budaya menenun di Indonesia agar tetap bisa lestari karena saat ini sudah banyak yang ditinggalkan,” kilahnya.

Selain itu, di ajang pameran ini pengunjung juga dapat melihat sejumlah kain dan ragam koleksi busana dari tenun lainnya. Tak hanya koleksi-koleksi tenun dan Batik dari berbagai belahan nusantara, namun juga kain-kain yang berasal dari negara-negara di Asia, seperti Vietnam, Malaysia, Thailand, dan lainnya. (ACH)

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »