Transformasi Digital Menuntut Etika dan Perilaku Adaptif Masyarakat

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA – Teknologi internet membuat semua menjadi lebih mudah, kondisi tersebut jauh berbeda dengan zaman analog. Pengguna internet di Indonesia kini telah mencapai 202,6  juta, dari total 275 juta penduduk. Di antaranya 170 juta aktif menggunakan media sosial. Dengan fakta tersebut, masyarakat Indonesia seharusnya dapat disebut melek digital.

“Terjadi perubahan interaksi sosial yang nyata, di mana saat pandemi semuanya untuk meeting yang tidak bisa offline kini melalui ruang virtual,” kata Dee Rahma, seorang Digital Marketing Specialist yang menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Selasa (28/9/2021).

Menurut dia, pandemi dan keberadaan teknologi ini merupakan salah satu transformasi digital Indonesia yang mengalami percepatan akselerasi, sehingga merevolusi cara masyarakat berinteraksi sosial. Adapun saat ini merupakan perubahan besar yang semakin matang terjadi di abad ke-21 yaitu industry 4.0. Di mana masyarakat memanfaatkan teknologi yang lebih pintar dengan loT, cloud techology, big data, dan virtual assistant 24 jam.

Fenomena revolusi masif yang menyebabkan perubahan interaksi sosial juga terjadi pada dunia pendidikan di mana internet juga digunakan untuk belajar online baik sekolah, kuliah, dan kursus. Bekerja pun saat ini dilakukan secara remote dan tidak wajib setiap hari pergi ke kantor. Dengan begitu wifi pun sudah menjadi kebutuhan pokok, karena masyarakat ketika di rumah sudah belanja melalui cara online, memakai e-banking, e-money, juga interaksi sosial secara virtual dan telemedicine.

Segala perubahan yang terjadi ini menurutnya perlu diimbangi adanya perubahan mindset untuk menyambut sekaligus adaptif terhadap budaya digital. Informasi yang semakin terbuka membuat setiap orang harus menyaring segala sesuatunya sebelum menyebarkan. Individu juga harus rajin adaptasi menambah skill baru sesuai kebutuhan industri era digital dan berfikir lebih kritis terhadap apa yang bisa dilakukan supaya lebih produktif dengan budaya digital baru tersebut.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kota Bogor, Jawa Barat I,merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, Vivi Andriyani, Marcomm & Promotion Specialist, dan Mona Ratuliu, Founder ParenThink.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 4 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *