BERBISNIS

Transformasi Digital Untuk Tingkatkan Daya Saing dan Performa Bisnis

Pembicara: Yan Hendry Jauwena (Founder & CEO Iruna e Logistics) dalam paparan Seminar Digital Transformation for Busines Performance” yang dihelat Inti Pesan pada (10/10), di Jakarta.
51Views

EKSEKUTIF.id-Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), internet, dan digital life style (gaya hidup digital) di kalangan masyarakat, telah berdampak luas dalam berbagai sendi kehidupan, termasuk dunia usaha dan bisnis. Agar bisa tetap eksis dan bisa meningkatkan performa dan daya saing, transformasi digital bagi pelaku usaha atau perusahaan menjadi keniscayaan yang tak bisa dielakkan.

Era digital yang sarat penggunaan internet dan perangkat mobile, telah mendorong munculnya era baru dalam dunia usaha dan bisnis yang mengarah disruption era, sehingga perlu segera disikapi dengan bijak oleh para pelaku usaha. Perusahaan atau pelaku usaha harus memulai inisiatif transformasi digital dan mensimplifikasikan proses dan memperbarui sistem bisnis dengan implementasi solusi teknologi digital yang berorientasi pada pasar dan pengalaman pelanggan (customer experience). Pada saat yang sama, perusahaan juga dituntut lebih kreatif menciptakan inovasi dan peluang bisnis baru sesuai tren dan tuntutan pasar yang kian dinamis dan cepat berubah.

“Tren gaya hidup digital di kalangan masyarakat kian massif yang dapat dilihat dari penetrasi penggunaan perangkat mobile untuk berbagai aktivitas sehari-sehari. Seperti belanja e-commerce, transaksi pembayaran, dan lainnya. Penetrasi mobile sudah mencapai 315 juta berdasarkan jumlah pelanggan seluler yang berarti sudah lebih tinggi dari jumlah penduduk. Ini menjadi sinyal kuat betapa tren transformasi digital di kalangan masyarakat bakal terus berkembang makin pesat. Bagi pelaku usaha, di era seperti ini, tuntutan transformasi digital menjadi keniscayan yang tak bisa dihindarkan untuk daya saing dan performa bisnis, agar bisa tetap eksis dan memiliki performa bisnis yang makin kompetitif,” papar Yan Hendry Jauwena (Founder & CEO Iruna e Logistics) saat menjadi pembicara dalam Seminar bertajuk :”Digital Transformation for Busines Performance” yang dihelat Inti Pesan pada (10/10), di Jakarta.

Menurutnya, dalam kondisi seperti sekarang ini, siapa yang tidak mampu mengikuti irama perubahan dari konvensional ke digital, dari manual ke digital, dapat dipastikan akan ketinggalan zaman. Bahkan terdisrupsi yang bisa membuatnya mati tergilas oleh start up yang mengusung inovasi baru sesua dengan tren tntutan perkembangan zaman tersebut.

“Tanpa ada inovasi, pasti akan ketinggalan, bahkan bisa cepat terdisrupsi dan mati. Sebaliknya inovasi dari tren digitalisasi ini bisa memunculkan jawara baru, yang sudah dibuktikan oleh para start up yang bisa cepat melesat menyandang gelar unicorn, seperti Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka,” paparnya.

Ditambahkan, langkah transformasi digital bisa dilakukan sesuai skala prioritas, baik yang terkait sistem manajemen, layanan pelanggan, maupun dalam mendukung proses bisnis. Hal ini penting apalagi dewasa ini persaingan di kalangan dunia usaha ataupun institusi, banyak dilakukan dengan mengandalkan penggunaan teknologi informasi sebagai enabler bahkan sebagai business driver.

Hal ini dilakukan sekaligus sebagai strategi dalam upaya meningkatkan dukungan layanan pelanggan. Maklum, dengan ratusan juta pengguna internet di Indonesia yang makin berkembang sangat pesat, hal ini telah memunculkan adanya kebutuhan akan pentingnya transformasi digital bagi pelaku usaha untuk para pelanggan setianya.

Apalagi banyak startup (usaha rintisan), yang belakangan juga telah lebih dulu membuat sistem bisnis dengan mengandalkan IT system sebagai penggerak utama. Karena itu, penerapan sistem informasi IT bagi perusahaan atau organisasi menjadi keniscayaan untuk meningkatan efektivitas dan efisiensi, sebagai bagian penting dari upaya membangun competitive advantage (daya saing) yang lebih kuat. Dengan adanya komitmen melakukan transformasi digital, perusahaan yang tadinya kurang memperhatikan tata kelola, ke depan harus diubah. Termasuk tahapan transformasi digital melalui penyusunan IT masterplan yang lebih terarah.

Orientasi pelanggan

Menurutnya transformasi digital termasuk implementasi IT yang mengarah ke “Know Your Customers (KYC) dapat diterapkan pada skala prioritas agar bisa mengenali lebih jauh karakter setiap nasabah untuk layanan yang lebih baik bagi para customer. Dalam kaitan ini, penerapan teknologi yang lebih advance seperti Artificial Intelligence (AI), machine learning bisa dikembangkan lebih jauh untuk mendukung customer experience yang lebih mendalam untuk kepuasan pelanggan.

Diakui melakukan transformasi digital perlu komitmen bersama dalam sebuah tim di perusahaan. Tahapannya bisa dimulai dengan mengubah mindset dan membangun budaya baru sesuai visi misi perusahaan yang diselaraskan dengan era transformasi digital.

“Membangun mindset bisa dilakukan dari bawah, bukan top down, sehingga perlu mengubah cara berkomunikasi dan sekaligus cara bekerja. Semua elemen perlu dilibatkan untuk memikirkan perlunya perubahan ke arah digital untuk segala sistim kerja di organisasinya. Dalam hal ini, peran pimpian sebagai leader tetap menjadi kunci penting untuk bisa cepat melangkah menuju kearah transformasi digital. Dia harus menjadi penentu apa yang harus diubah ke digital, sehingga penguasaan pengetahuan bagaimana proses transformasi kearah digital, sangat penting,” ujarnya.

Lantas bagaimana agar proses digitilisasi bisa terlaksana dengan baik dan berjalan sesuai irama perubahan teknologi dan perubahan perilaku konsumen? Dalam hal ini, katanya, melakukan proses transformasi digital di perusahaan, tetap diperlukan adanya framework. Termasuk tahapan dan skala prioritas yang akan ditempuh dengan mencermati kebutuhan dan orientasi kepada pasar dan pelanggan.

Selain itu, juga perlu menetapkan pendekatan yag akan dilakukan dalam transformasi digital ini. Termasuk penentuan dan pemilihan infrastruktur dan implementasi program yang akan dipilih untuk mendukung proses digitalisasi ini. Transformasi digital menuntut organisasi atau perusahaan untuk menjadi lebih lincah, meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan lebih cepat. Dalam hal ini, juga harus mampu menghadirkan infrastruktur IT yang gesit dan bisa diandalkan yang siap mendukung beragam kebutuhan untuk kemajuan perusahaan. Sehingga pelaku uaha dan IT manager harus jeli mendefinisikan ulang kebutuhan aplikasi, infrastruktur IT secara cermat dan mendalam.

“Apakah aplikasinya akan dibangun sendiri, atau melalui cara beli aplikasi, atau mungkin di outsourching. Dalam hal ini, perusahaan bisa melibatkan pihak ketiga untuk membantu mencari solusinya yang tepat,” ungkap Yan Hendry yang memiliki pengalaman karier melakukan transformasi digital di di dunia logistik (PT DHL Global Forwarding Indonesia dan PT Pos Logistics Indonesia) ini.

Hal lain yang tak kalah penting katanya, untuk transformasi digital juga perlu tim sebagai motor utama dan juga kesiapan dari seluruh SDM yang ada. Sebab kunci dari kesuksesan transformasi digital juga ditentukan kemampuan sumber daya manusia (SDM).

Dalam kesempatan itu juga hadir dua pembicara lain, yakni Anis Saiful Bahri
(Director Indonesia ICT Institute), dan Sulistyo Wimbo S. Hardjito
(Transformer Consultant, Former Commercial Director KAI, Presdir PELNI dan Angkasa Pura I).

Dalam paparannya Anis Saiful Bahri mengangkat tema “Big Data & Artificial Intellenece (AI)” yang merupakan unsur penting dalam melakukan transformasi digital, terutama dalam memasuki era industr 4.0. terdapat tiga pokok bahasan yang disampaikan. Pertama terkait peran big data dan Artificial intelligent dalam meningkatkan operasi perusahaan. Bahasan kedua yakni memahami proses pemanfaatan big data dalam transformasi digital. Ketiga berbicara anyak tentang trend AI dalam operasi perusahaan, termasuk dalam kaitan industri 4.0.

Sedangkan Sulistyo Wimbo S. Hardjito mengusung tema “Business Digitalisation Operational Innovation & Customer – Centric Transformation. Ada empat pokok bahasan yang disampaikan. Pertama terkait proses implementasi dalam digitalisasi operasi perusahaan. Kedua model dalam transformasi digital. Ketiga, infrastruktur dan implementasi program digitalisasi di perusahaan, serta keempat menyangkut peran digitalisasi dalam peningkatan pelayanan pelanggan. Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan panjang lebar mengenai syarat apa saja yang harus dipenuhi bagi prusahaan yang akan melakukan transfomasi digital.

Peserta seminar sehari yang mengangkat topik yang sedang tren ini juga mendapat sambutan antuisas dari perserta. Mereka tak hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya, namun juga berasal dari luar daerah. Ada yang dari kalangan pelaku usaha swasta, BUMN, anak perusahaan BUMN, dari berbagai. Seperti perbankan, asuransi, energi, telekomunikasi, dan lainnya. (ACH)

Tinggalkan Balasan

Translate »
Lewat ke baris perkakas