UMKM Go Online, Melihat Peluang Marketplace untuk Jualan

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,– Menurut data Bank Indonesia (BI) Januari 2021, nilai transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp266,3 triliun pada 2020. Sebanyak 15,3 juta UMKM masuk ke platform digital hingga akhir Agustus 2021, masih ada 28 juta UMKM lagi yang masih dalam proses konfirmasi pendataan.

“Dari sini kita bisa lihat geliat UMKM di Indonesia dan kita beruntung banget karena pemerintah dukung UMKM dan ciptakan ekosistem online supaya UMKM berkembang,” kata Dona Vennytaria, Owner New Life (online shop) saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I,  pada Jum’at (8/10/2021).

Dukungan pemerintah ini bisa dilihat dari keberadaan Relawan Pandu Digital dari Direktorat Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Informasi. Mereka melakukan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan pemanfaatan marketplace yang menunjang pelaku UMKM dalam berdagang. Ada begitu banyak marketplace yang bisa dipilih pemilik usaha, lalu bagaimana memilih yang tepat?

Dona mengungkapkan agar memilih aplikasi yang user friendly. Mudah untuk update produk dan harga, bisa untung besar dengan modal kecil, ada gratis iklan toko dan produk, memiliki jangkauan luas di dalam maupun luar negeri, serta bebas biaya transfer ke rekening penjual. Untuk bisa sukses berjualan online, menurutnya pemilik usaha harus memerhatikan pemilihan jenis produk, sumber produk, waktu pengerjaan, stock barang, hingga packaging.

Dia pun menceritakan sedikit mengenai New Life yang merupakan toko online berupa barang-barang pre-love yang sudah tidak terpakai. Konsep tersebut dia dapatkan inspirasinya dari Marie Kondo seorang pakar menata rumah dari Jepan yang terkenal dengan konsep minimalisnya. Di masa pandemi ketika hanya di rumah saja dan menjalani Work From Home (WFH) akhirnya dia membuka tokonya dan menjual barang-barangnya yang tidak terpakai lagi. Dari sana dia bisa membuat rumahnya lebih lapang karena barang taknterpakai berkurang dan benda yang dijual pun memiliki manfaat bagi orang lain.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Said Hasibuan, Sekjen Relawan TIK Indonesia, Aisyiah Ulfah, Guru TK Bina Harapan III Cinere, dan Fiona Damanik, seorang Konseler dan Psikolog.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 18 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *