UMKM Harus Bisa Beradaptasi Memanfaatkan Marketing Lewat Platform Digital

  • Whatsapp


JAKARTA, – Pandemi Covid-19 telah memaksa masyarakat dunia dan Indonesia mengadaptasi gaya hidup baru yang mengandalkan teknologi internet. Di balik itu, pandemi ikut membuka kesempatan luas untuk melakukan transformasi digital secara besar-besaran.

Presiden Joko Widodo saat meluncurkan Gerakan Literasi Digital mengungkapkan pemerintah menargetkan pada akhir tahun 2022, sebanyak 12.548 desa, kelurahan akan terjangkau sinyal. Percepatan dilakukan 10 tahun lebih maju dari rencana sebelumnya yang selesai pada tahun 2032.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri, ketika jaringan internet tersedia harus diikuti kesiapan penggunanya agar manfaat positif internet dapat dimanfaatkan masyarakat lebih kreatif dan produktif,” tutur Jokowi.

Klemes Rahardja, Founder The Enterpreneurs Society mengungkapkan pandemi justru memaksa masyarakat Indonesia untuk beradaptasi dan melakukan percepatan. Selain itu di tengah krisis peluang yang ada tetap banyak, buktinya selama 2020 hingga pertengahan tahun ini penjualan di marketplace tetap dalam jumlah jutaan dollar.

“Beradaptasi dengan itu dari segi bisnis preferensi kita harus sudah digital, minimal saat ini jualan kita ada di markerplace atau minimal punya situs sendiri,” ujar Klemes saat menjadi pembicara di webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, Rabu (7/6/2021)

Selain itu kalau melihat perkembangan dunia digital sekarang, UMKM bisa memanfaatkan ranah digital sebagai sarana digital marketing. Apalagi dengan fakta bahwa pengguna aktif internet saat ini sudah mencapai 170 juta orang lebih. Kesibukan orang di Instagram saja dilaporkan bisa mencapai 17 jam selama sebulan. Platform sosial media ini bisa dipakai untuk hal-hal baik seperti bisnis dan jangan justru untuk menyebar hoax yang selama ini

“Digital marketing disebut seperti corong perkenalan lewat sosial media. Tujuan supaya produk bisa dikenal. Setelah kenal buat konsumen agar tertarik membeli,” kata Klemes.

Senada dengan Klemes, Nara sumber lainnya seorang Penggiat Literasi Digital, Maman Suherman, mengungkapkan bila sosial media digunakan dengan baik dan benar maka akan menghasilkan uang dan menjadi berkat buat orang banyak. Namun memang persoalan etik dan hukum bisa saja terjadi saat seseorang tidak bisa bijak saat menggunakan media sosial. Bisa jadi suatu informasi ternyata hoax, karena itu sebelumnya cari tahu dulu.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 2 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *