UMKM Memanfaatkan Media Sosial untuk Memutar Roda Perekonomian

  • Whatsapp


JAKARTA,- Pandemi telah mengubah segala sendi kehidupan, dari yang semula aktifitas keluar rumah kini semua dilakukan di rumah. Hal itu bukan hanya berdampak pada individu saja, para pelaku bisnis UMKM dan perusahaan besar juga terdampak. Di mana konsumsi masyarakat menjadi berubah sejak pandemi dan memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Namun, dengan digitalisasi semua dapat diatasi asalkan setiap orang bisa memanfaatkannya dalam digital skills melalui sosial media dan keberadaan internet. Kini para pelaku usaha UMKM pun tetap dapat menjalankan bisnisnya dengan beriklan dan memasarkan produknya lewat media sosial untuk mendapatkan konsumen baru dan memutar laju perekonomian.

“Itulah hebatnya media sosial ya, jadi kita bisa melihat peluang dan memanfaatkannya,” kata Cyntia Jasmine, Founder GIFU saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Rabu (7/7/2021).

Memanfaatkan digital skills di tengah kondisi pandemi sangatlah penting. Hal tersebut sudah dirasakn sendiri oleh Cyntia dengan memasarkan produk yang dibuatnya berupa souvenir dan undangan pernikahan hanya bermodalkan Rp30 ribu saja dan ketika itu dipakai untuk beriklan di sosial media. Lebih jauh Cyntia biasanya mengandalkan pesanan lewat pameran pernikahan, pada tahun 2019 dia setidaknya mengikuti 7 acara pameran pernikahan. Sementara sejak pandemi Gifu hanya bisa mengikuti 2 pameran pernikahan pada 2020 silam.

“Kita memindahkan strategi penjualan dari offline ke online dan yang mengejutkan penjualan kita tidak lebih sedkit dari sebelum pandemi, artinya jualan di online ternyata bisa bersaing. Jualan di online juga lebih nyaman karena kita lebih hemat tenaga, kalau pameran kan kita capek harus bertemu orang langsung dan buat toko,” ujar Cyntia.

Toko miliknya walaupun tidak strategis lokasinya namun selalu ramai, karena traffic datang dari media sosial. Sehingga dapat dikatakan media sosial sebagai tempat yang strategis. Alasan lainnya, media sosial pun bisa digunakan untuk bidang lainnya tak hanya jualan saja. Pekerjaan seperti penerjemah, fotografer, influencer, hingga penulis Ebook, ilustrator, maupun jasa website pun dapat memanfaatkan sosial media sebagai tempat memasarkan jasa.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Afif Farhan Wakil Redaktur Pelaksana Detik.com, Irma Nawangwulan Lecture IULI, dan Waridin Guru Bahasa Indonesia SMA 8 Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 24 kali dilihat,  24 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *