Usaha Bidang Souvenir dan Undangan Bisa Bertahan di Era Pandemi dengan Digital Skills

  • Whatsapp


JAKARTA,- Pandemi telah mengubah segala sendi kehidupan, namun dengan digitalisasi semua dapat diatasi asalkan setiap orang bisa memanfaatkan digital skills, sosial media dan keberadaan internet. Kini para pelaku usaha UMKM pun tetap bisa memutar bisnisnya dengan beriklan dan memasarkan produknya lewat media sosial untuk mendapatkan konsumen baru.

Memanfaatkan platform sosial media dengan memaksimalkan digital skills di tengah kondisi pandemi sangatlah penting. Hal tersebut sudah jalani Cyntia Jasmine, Founder GIFU yang memasarkan produk berupa souvenir dan undangan pernikahan hanya bermodalkan Rp30 ribu saja dan saat itu dipakai untuk beriklan di sosial media.

Lebih jauh Cyntia mengatakan, dia biasanya mengandalkan pesanan lewat pameran pernikahan. Pada tahun 2019 dia setidaknya mengikuti 7 acara pameran pernikahan, membuka booth dan menemui klien langsung di lokasi pameran. Sementara sejak pandemi Gifu hanya bisa mengikuti 2 pameran pernikahan pada 2020 silam. Selama pandemi dan berkurangnya aktifitas mengikuti pameran pernikahan akhirnya Cyntia memindahkan strategi penjualan dari offline ke online

“Yang mengejutkan penjualan kita tidak lebih sedkit dari sebelum pandemi, artinya jualan di online ternyata bisa bersaing. Jualan di online juga lebih nyaman karena kita lebih hemat tenaga, kalau pameran kan kita capek harus bertemu orang langsung dan buat toko,” kata Cyntia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I, pada Senin (12/7/2021).

Berbeda dengan mengikuti pameran pernikahan, toko miliknya walaupun tidak strategis lokasinya namun selalu ramai karena traffic pesanan datang dari media sosial. Sehingga dapat dikatakan media sosial sebagai tempat yang strategis. Tanpa harus menyewa tempat yang mahal dan tanpa jam buka atau tutup.

Selain itu menurut Cyntia bukan hanya untuk berjualan, media sosial pun bisa digunakan untuk bidang lainnya. Pekerjaan seperti penerjemah, fotografer, influencer, hingga penulis Ebook, ilustrator, maupun jasa website pun dapat memanfaatkan sosial media sebagai tempat memasarkan jasa.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Fathnin Robbani dari LAPSI Pimpinan Pusat IPM dan Golda Siregar Senior Consultant at PoweCharacter serta Mardiana R.L Vice Principal in Kinderhouse Pre-School.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya kecakapan digital, etika digital, budaya digital, dan keamanan digital, untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *