Ustadz Abdul Somad & Kapolri Tito Akrab

  • Redaksi
  • 4 ago
  • 0

Kalangan pebisnis dan pengusaha baik yang muslim dan non muslim berkomentar positif. Perihal, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang ikut hadir dalam acara ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Az Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu lalu.

Tidak ada yang berubah dengan Ustadz Abdul Somad dalam ceramahnya kemarin.

Di hadapan orang nomor satu di tubuh Polri, Ustadz Abdul Somad seperti biasa tegas pernyataannya, jelas sikapnya, termasuk dalam hal paling sensitif “Kepemimpinan Nasional”.

Ustad Abdul Somad mengingatkan kepada Umat Islam untuk memilih Pemimpin yang Adil dan pentingnya politik.

Begitulah Ustadz Abdul Somad alias UAS. Ceramahnya sangat berkualitas. Berisi. Penuh ilmu. Penuh rujukan. Padat bacaan. Kontekstual.

Dan yang utama lagi, gampang dipahami dan tidak membosankan. Pengajarannya juga sangat bagus. Ada gerrrr nya lagi, humornya, dan celetukan-celetukannya itu yang kita dirindu.

UAS mampu membuat Ummat duduk diam, anteng tenang mendengar dan menyimak apa yang dia sampaikan. Sama dengan KH. Zainuddin MZ yang mampu menghipnotis “jutaan ummat” ketika dia sudah mulai bicara dari atas mimbar. Mencipta daya pikat!

Lidah lokal yang melahirkan logat khas. Lulus dari Al-Azhar dan Institut Dar Al-Hadis Al-Hassania Maroko, rasanya sudah jaminan mutu untuk itu.

Humor dan candaan selalu diselipkan ustad kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 itu. Tak heran bila para jamaahnya tahan hingga lebih dari satu jam menyimak tausyiahnya.

Dua kanal utama ceramahnya di Youtube, yakni Tafaqquh Online dan Fodamara, setiap video Abdul Somad ditonton ratusan ribu bahkan ada yang 3-7 juta kali.

Di fanspage facebook maupun instagram, dua akun personal media sosial yang aktif digunakannya, hingga Jumat kemarin masing-masing punya pengikut jutaan.

Penampilan Somad sederhana. Dia cuma mengenakan kemeja Koko dan kopiah, bukan berpenampilan ala wali atau mengenakan jubah ala para habaib.

Somad biasa menyebutkan nama kitab, pengarang, teks kalimat dan konteks kitab yang dikutipnya itu. Dan dalam penyebutan itu, Somad hampir tidak pernah ada jeda berpikir dulu. Daya ingatnya luar biasa, informasi sumber kitab langsung mengalir dari ingatannya.

Somad membenarkan khilafah dengan dasar kutipan kitabnya yang kuat dan juga simpatik pada Erdogan (Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan), bahkan mengidolakannya.

Sosok ulama yang luar biasa. Beliau melakukan dakwah tampa pilih, di kota besar atas undangan pejabat besar atau di pelosok desa atas undangan rakyat kecil. Bagi beliau semuanya punya hak yang sama.

Ia sopan, santun, imbang, dan moderat, menghormati perbedaan, cinta sesama muslim dan sesama manusia.

Kapolri datang dengan memakai baju koko putih dengan sorban dan peci putih duduk berdekatan dengan Ustadz Abdul Somad, didampingi Ustadz Arifin Ilham selaku pimpinan Majelis Dzikir Az Zikra, serta sejumlah ulama lainnya.

Selain mendengarkan ceramah, Kapolri berkesempatan mengajukan pertanyaan kepada para ulama cara mencegah perpecahan yang kemungkinan terjadi antarumat beragama.

Menurut Kapolri, ada beberapa negara seperti Syiria, Afganistan, Pakistan, Yaman, yang tengah bergejolak. Konflik yang terjadi antarumat Islam.

Ustadz Somad juga mengingatkan agar umat muslim melakukan proses klarifikasi dalam menerima informasi dan tidak menyebarkan hoax.

“Jangan suka menyebarkan hoax, karena nanti orang yang suka menyebarkan hoax walaupun amalnya baik, nanti dia akan masuk dalam surga, surganya juga hoax,” kata Ustadz Somad.(*)

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

klik aja

Translate »