BERBISNIS

Wall’s ( Unilever Indonesia ) Kembali Dukung Tim YPAC Nasional di Ajang Global Information Technology Challenge (GITC) di Busan, Korea Selatan

199Views
MAJALAH EKSEKUTIF - terbit sejak 1979 -

 

YPAC Nasional telah menyeleksi empat remaja disabilitas yang akan mewakili Indonesia untuk berkompetisi di ajang ketrampilan IT Asia-Pasifik, Global Information Technology Challenge (GITC) di Busan, Korea Selatan, 25-29 November 2019.

Tim Indonesia terdiri dari 4 orang remaja (disabilitas fisik, disabilitas pendengaran, disabilitas visual dan disabilitas developmental dan didampingi oleh 4 orang pendamping. Tahun 2019 ini, Indonesia hanya mengirim satu tim saja, terdiri dari:

  • Tion Iswara Wirmo :  disabilitas penglihatan
  • Lazzari Charos Lumbantoruan :  disabilitas fisik
  • Umran Zhafran Ibrahim :  disabilitas developmrntal
  • Syifa Arya Maharani                                       :  disabilitas pendengaran

Ikut serta pula Juara Umum GITC 2018 dari Indonesia, yakni Fayza Putri Adila remaja dengan disabilitas pendengaran, yang mendapat kehormatan untuk memberikan sambutan di panggung GITC 2019.

Untuk mensukseskan Tim disabilitas Indonesia di ajang tersebut Wall’s dari PT Unilever Indonesia Tbk, telah menyatakan dukungannya pada Tim tersebut untuk berlaga di ajang bergengsi para penyandang disabilitas di tingkat Asia Pacific.

Sebegai bentuk dukungan tersebut Wall’s memberika support dengan melepas tim tersebut  yang dilelenggarakan di kantor YPAC Nasional pada Jum’at ( 22/11/2019).

 Menurut   Bernardus Rendita Kusumo selaku Senior Brand Manager Wall’s ,  melalui berbagai program, Wall’s senantiasa mengusung brand purpose atau tujuan mulia yaitu #SemuaJadiHappy, karena percaya bahwa kebahagiaan adalah hak semua orang, tanpa terkecuali.

“Melanjutkan kerja sama yang telah dibina, Wall’s kembali mendukung YPAC Nasional untuk mendorong semangat inklusivitas dalam memaknai dan berbagi kebahagiaan melalui ajang Global IT Challenge 2019.
Wall’s berharap kontingen Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berprestasi dan menggapai cita-cita,”  ujar  Bernardus, saat  acara pelepasan  TIM tersebut di Jakarta, Jum’at ( 22/11/2019).

Lebih lanjut  Bernardus menjelaskan bahwa  bulan Juli 2019 lalu, Wall’s menginisiasi kerja sama dengan YPAC Nasional untuk menghadirkan kebahagiaan inklusif bagi anak-anak Indonesia melalui rangkaian acara Wall’s Happy Day yang telah digelar di 5 (lima) kota besar di Indonesia. Acara tersebut ditujukan agar anak-anak penyandang disabilitas dapat membangun rasa percaya diri, sementara anak-anak non disabilitas dapat belajar untuk berempati terhadap sesama.

Tim GITC 2019, telah diberi pembekalan IT secara online oleh Instruktur IT YPAC Nasional selama empat bulan terakhir terkait pelatihan materi GITC. Dalam hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memberikan dukungannya lewat pengayaan IT yang diberikan oleh IT Instruktur Kemkominfo.

Sementara  itu  menurut Farida Ratna Djuita, S.H. M.Hum,  Ketua Yayasan Pembinaan Anak Cacat Nasional, menjelaskan  GITC (Global Information Technology Challenge) merupakan suatu program peningkatan potensi remaja disabilitas melalui kompetisi teknologi informasi.

GITC diadakan setiap tahun, dan diikuti oleh remaja disabilitas terpilih dari 18 negara di Asia-Pasifik yang akan memperlihatkan pada dunia bagaimana para remaja ini dapat mengatasi keterbatasan, menaklukkan tantangan dari diri mereka sendiri, dan menunjukkan potensinya.

Ajang GITC ini bertujuan untuk memberikan kepada para peserta, akses serta pengalaman teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan kemampuan peserta di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang dapat mendorong partisipasi sosial mereka, menuju masa depan yang lebih baik.

Remaja Indonesia telah berhasil meraih penghargaan di ajang GITC sejak keikutsertaaan tim Indonesia di GITC 2014. Tahun 2015, GITC diadakan di Serpong, Indonesia, dengan dukungan Kementerian Informasi, Teknologi dan Komunikasi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Translate »
%d blogger menyukai ini: