Warga Digital Perlu Kesadaran Beretika di Media Sosial

  • Whatsapp


EKSEKUTIF.COM, JAKARTA,- Aktivitas online saat menggunakan internet dan berinteraksi di ruang digital perlu diikuti dengan etika dan sopan santun seperti halnya komunikasi di dunia nyata. Karena di dunia digital setiap orang juga berhubungan dengan manusia bukan sekadar ponsel atau robot.

“Sempatkan waktu untuk berpikir sebelum berinteraksi dan berpartisipasi di dunia digital, sehingga segala aktivitas di dalamnya dilakukan dengan kesadaran,” kata Chika Amalia, Public Figure Branding and Partnership saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (6/10/2021).

Setiap individu juga perlu menyadari, ada jejak digital di internet yang bisa memberikan dampak pada karier dan personal branding.

Unggahan maupun komentar negatif bisa saja mendatangkan masalah di kemudian hari, dilihat oleh pasangan, bahkan calon bos. Seperti unggahan opini pribadi dengan unsur ejekan yang merugikan orang lain. Bahkan bisa merugikan orang lain dalam skala besar jika menyangkut ketidaksengajaan penyebaran hoaks atau berita bohong.

Lebih jauh dia pun mengajak agar tiap individu mengisi ruang digital dengan konten positif, misalnyamemilih topik yang aman agar tidak memancing respon negatif dari khalayak. Begitu juga dalam pemilihan foto atau bahasa yang baik untuk dilihat oleh orang lain di media sosial. Untuk kasus public figure yang memakai media sosial sebagai branding image, unggahannya biasanya mengarahkan khalayak untuk berdiskusi terkait materi konten sesuai dengan topik.

Setiap orang juga perlu memiliki kebijaksanaan dalam memberikan respons, agar tidak terdapat unsur provokasi. Bukan hanya dalam unggahan berupa foto maupun status saja, termasuk saat membagikan ulang sebuah berita di media sosial setiap orang juga harus mengecek terlebih dulu kebenarannya. Karena apa yang dibagikan juga memengaruhi personal branding.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Pada webinar hadir pula nara sumber lainnya seperti Farid Pamungkas, Guru Seni Budaya SMAN 1 Cikarang Utara, Vivi Andriyani, Marcomm & Manager Bumbubumbuku dan Mona Ratuliu, Founder ParenThink.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 7 kali dilihat,  7 kali dilihat hari ini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *